Ramallah – Gelombang aksi solidaritas Palestina berlangsung di berbagai kota dunia saat peringatan 78 tahun Nakba pada Jumat (16/5/2026). Ribuan demonstrasi turun ke jalan di Eropa, Timur Tengah, hingga Australia sambil membawa bendera Palestina dan menjanjikan perang di Gaza.
Di Athena , digelar di depan Kedutaan Besar Israel. Massa membawa poster dan slogan dukungan untuk Gaza, sementara polisi antihuru-hara berjaga ketat di sekitar lokasi aksi.
Aksi serupa juga terjadi di Hanover , Jerman, dengan ratusan peserta berkumpul di depan gedung pemerintahan kota untuk memperingati Hari Nakba dan mengecam operasi militer Israel di Gaza.
Di Wina , demonstran menolak partisipasi Israel dalam ajang Eurovision. Massa mengusung slogan “No Stage for Genocide” sambil mengusung perang Gaza dengan tragedi pengusiran warga Palestina sejak 1948.
Sementara itu di Rotterdam , ribuan orang mengikuti pawai hening sambil membawa simbol kunci yang melambangkan hak kembali pengungsi Palestina ke tanah mereka.
Aksi solidaritas juga terlihat di Sydney dengan slogan “78 Tahun Nakba… Bebaskan Palestina”. Para peserta menghubungkan tragedi Nakba dengan situasi kemanusiaan di Gaza yang masih mengalami kehancuran dan pengungsian massal.
Di dunia Arab, dukungan untuk Palestina juga menguat. Ribuan warga turun ke jalan di berbagai kota di Maroko dan Tunisia untuk menolak normalisasi hubungan dengan Israel dan penciptaan dukungan lebih besar bagi rakyat Gaza.
Sementara di Amman , lebih dari dua ribu orang mengikuti pawai bertema “Perlawanan adalah Jalan Kembali”. Demonstran membawa spanduk yang mengecam dukungan Amerika Serikat terhadap Israel dan menegaskan identitas Palestina.
Baca Artikel Lainnya: Hamas Soroti Rencana Mladenov, Pelucutan Senjata Dinilai Untungkan Israel
Di kamp-kamp pengungsi Palestina di Lebanon , warga juga menggelar peringatan Nakba dengan membawa foto desa-desa Palestina yang hilang sejak 1948. Banyak peserta yang menegaskan bahwa generasi muda Palestina tetap mempertahankan tuntutan hak kembali meski telah puluhan tahun hidup sebagai pengungsi.
Sejumlah organisasi solidaritas internasional ikut mengirimkan boikot ke perusahaan dan institusi yang dianggap mendukung masyarakat Israel. Seruan itu semakin menguat di kampus-kampus Eropa dan Amerika Utara sejak perang Gaza kembali memanas.
Para pengamat menilai besarnya aksi global tahun ini menunjukkan isu Palestina masih mendapat perhatian luas masyarakat internasional. Banyak demonstran melihat perang Gaza saat ini sebagai kelanjutan dari tragedi Nakba yang menyebabkan jutaan warga Palestina kehilangan rumah dan tanah mereka.
Peringatan Nakba tahun ini berlangsung di tengah perang Gaza yang masih berkecamuk dan krisis kemanusiaan yang terus memburuk. Banyak peserta aksi menilai tragedi pengungsian warga Palestina sejak tahun 1948 masih terus berlanjut hingga sekarang. (haidar/andalusmedia.id)














