Setelah lebih dari 15 tahun terisolasi akibat perang, sanksi internasional, dan runtuhnya infrastruktur ekonomi, Suriah akhirnya mulai kembali terhubung dengan sistem pembayaran global. Untuk pertama kalinya sejak 2011, transaksi menggunakan Visa dan Mastercard resmi diuji coba di Damaskus melalui jaringan pembayaran lokal Paymera. Langkah ini menjadi salah satu gebrakan terbesar pemulihan ekonomi Suriah di bawah pemerintahan Presiden Ahmad al-Sharaa.
Peluncuran resmi dilakukan pada 9 Mei 2026 di Hotel Four Seasons Damaskus dalam acara yang dihadiri pejabat pemerintah, sektor perbankan, dan perusahaan teknologi finansial. Dalam demonstrasi tersebut, Menteri Komunikasi dan Teknologi Informasi Suriah Abdulsalam Haykal melakukan transaksi elektronik pertama menggunakan jaringan pembayaran internasional Visa dan Mastercard setelah lebih dari satu dekade layanan itu berhenti total di Suriah.
Selama bertahun-tahun, masyarakat hidup di bawah sistem ekonomi berbasis uang tunai. Inflasi tinggi membuat warga harus membawa tumpukan uang kertas hanya untuk memenuhi kebutuhan harian. Sebagian besar transaksi dilakukan secara manual karena sistem perbankan internasional hampir lumpuh akibat sanksi dan isolasi ekonomi.
Kini pemerintah Suriah mulai berusaha mengubah keadaan tersebut secara perlahan. Melalui kerja sama dengan perusahaan pembayaran lokal Paymera, Damaskus membangun kembali infrastruktur pembayaran digital yang modern dan terhubung dengan dunia internasional.
Suriah Memulai Transformasi Ekonomi Digital
Paymera menjadi perusahaan utama yang memimpin proyek ini. Mereka membangun jaringan pembayaran elektronik lokal yang terkoneksi langsung dengan Visa dan Mastercard. Sistem tersebut memungkinkan penggunaan kartu internasional di hotel, restoran, toko, pusat perbelanjaan, dan berbagai layanan lain di Suriah.
Menurut pejabat perusahaan, saat ini sekitar 4.200 perangkat pembayaran elektronik atau POS telah dipasang di berbagai wilayah Suriah. Pemerintah menargetkan jumlah itu meningkat menjadi 50 ribu perangkat sebelum akhir tahun 2026.
Tahap awal layanan ini diprioritaskan untuk pengunjung asing dan warga Suriah diaspora yang datang dari luar negeri. Nantinya warga Suriah sendiri juga akan memperoleh akses lebih luas terhadap layanan pembayaran global, termasuk kartu pembayaran internasional dan sistem transaksi digital modern.
Menteri Komunikasi Suriah Abdulsalam Haykal mengatakan bahwa langkah ini merupakan awal masuknya Suriah kembali ke sistem ekonomi digital dunia. Ia menilai keberhasilan transaksi uji coba Visa dan Mastercard menjadi bukti bahwa Suriah mulai keluar dari isolasi finansial yang berlangsung selama bertahun-tahun.
Pemerintah berharap sistem pembayaran elektronik akan membantu mempercepat aktivitas ekonomi, perdagangan, investasi, dan sektor jasa. Selain itu, langkah ini juga diyakini dapat mempermudah transaksi bisnis internasional dan mempercepat pemulihan ekonomi nasional.
Selama perang berlangsung, sebagian besar warga Suriah bahkan kesulitan membuka rekening bank atau melakukan transaksi lintas negara. Banyak pengiriman uang dari luar negeri harus melalui jalur informal dengan biaya tinggi dan risiko besar. Kini Damaskus ingin membangun sistem yang lebih aman, modern, dan efisien.
Kembalinya Visa dan Mastercard juga sebagai sinyal meningkatnya kepercayaan internasional terhadap stabilitas Suriah pasca jatuhnya rezim Bashar al-Assad pada akhir 2024. Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintah Suriah mulai aktif membangun hubungan ekonomi baru dengan berbagai negara regional maupun internasional.
Bank Sentral Suriah sebelumnya juga telah menandatangani nota kesepahaman dengan Mastercard dan Visa untuk mengembangkan sistem pembayaran digital modern. Kerja sama itu mencakup pengembangan teknologi pembayaran QR code, pembayaran melalui ponsel, keamanan siber, hingga perluasan inklusi keuangan bagi masyarakat.
Meski demikian, tantangan besar masih membayangi proses pemulihan ini. Sebagian lembaga keuangan internasional masih berhati-hati terhadap Suriah karena negara tersebut belum sepenuhnya keluar dari berbagai pembatasan hukum dan risiko geopolitik.
Selain itu, tingkat kemiskinan yang tinggi membuat sebagian masyarakat masih bergantung pada uang tunai. Kepercayaan publik terhadap sistem perbankan juga belum sepenuhnya pulih setelah bertahun-tahun krisis ekonomi dan keruntuhan nilai mata uang.
Namun bagi banyak warga Suriah, keberhasilan satu transaksi Visa atau Mastercard saja sudah memiliki dampak yang sangat besar. Setelah bertahun-tahun terputus dari sistem global, kini muncul harapan baru bahwa Suriah perlahan mulai bangkit dan kembali membuka pintunya kepada dunia.
Transformasi digital yang sedang dibangun pemerintah tidak hanya berbicara tentang teknologi pembayaran, tetapi juga tentang citra baru Suriah di mata internasional. Dari negara yang selama bertahun-tahun identik dengan perang dan kehancuran, Damaskus kini mencoba tampil sebagai negara yang kembali stabil, modern, dan siap memasuki fase pembangunan ekonomi baru.
Bagi pemerintahan Ahmad al-Sharaa, masuknya kembali Visa dan Mastercard bukan sekadar pencapaian teknis, melainkan tanda bahwa Suriah mulai bergerak menuju era baru setelah melewati salah satu periode paling sulit dalam sejarah modernnya. (ahmad/andalusmedia.id)














