• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

2 minggu ago
Abiy Ahmed

Perang Sudan Kian Panas, Nama Abiy Ahmed Muncul di Balik Dukungan untuk RSF

12 jam ago
Al-Aqsa

Al-Aqsa Memanas Jelang Jumat Nakba, Palestina Sebut Ancaman Israel Paling Berbahaya

12 jam ago
Pemerintah Baru Suriah Desak Lebanon Seret Buronan Rezim Assad

Pemerintah Baru Suriah Tuduh Hizbullah Lindungi Penjahat Rezim Assad di Lebanon

15 jam ago
Hizbullah

Hizbullah Sembunyikan Ratusan Perwira Rezim Assad di Lebanon

15 jam ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Kamis, Mei 14, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Palestina

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Analisis historis perubahan Palestina dari mandat Inggris hingga lahirnya konflik modern

by Admin Andalus
2 minggu ago
A A
sejarah Palestina Yerusalem lama

Ratusan ribu orang Palestina terusir dari tanah mereka akibat terorisme dan penjajahan yang dilakukan Israel, berpuncak pada hari nakbah 14 Mei 1948

2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sejarah Palestina pasca runtuhnya Kekhalifahan Utsmani merupakan salah satu fase paling menentukan dalam pembentukan konflik modern di Timur Tengah. Periode ini tidak hanya menandai berakhirnya kekuasaan lama, tetapi juga awal dari rekayasa politik kolonial yang membentuk realitas baru di kawasan tersebut.

Perubahan yang terjadi bukan sekadar administratif, melainkan menyentuh struktur demografi, identitas politik, dan keseimbangan kekuatan di Palestina.

Transisi Mandat Inggris dalam Sejarah Palestina

Setelah kekalahan Kekhalifahan Utsmaniyah dalam Perang Dunia I, wilayah Palestina tidak langsung memperoleh kemerdekaan. Sebaliknya, kawasan ini ditempatkan di bawah sistem mandat yang dikelola oleh Inggris dengan legitimasi dari Liga Bangsa-Bangsa pada tahun 1922.

Dalam fase ini, istilah Palestina digunakan sebagai identitas administratif modern, meskipun akar historisnya sudah ada sejak era Romawi melalui istilah “Palaestina”. Wilayah ini mencakup kota-kota penting seperti Yerusalem, Gaza, dan Tepi Barat, dengan komposisi penduduk yang didominasi oleh masyarakat Arab Muslim dan Kristen.

RelatedPosts

Michael Lynk Tuduh Israel Ingin Hapus Warga Palestina, Termasuk Komunitas Kristen

Tokoh Palestina Ungkap Proyek Ekspansionis Israel di Timur Tengah

Situasi mulai berubah secara signifikan setelah munculnya Deklarasi Balfour. Kebijakan ini menjadi titik balik dalam sejarah Palestina karena memberikan dukungan politik terhadap pembentukan “tanah air Yahudi” di wilayah tersebut.

Dampaknya terlihat dalam gelombang migrasi Yahudi dari Eropa ke Palestina. Perubahan demografi yang cepat ini menciptakan ketegangan antara penduduk lokal dan pendatang baru yang mendapatkan dukungan struktural dari kekuasaan kolonial.

Dalam konteks ini, muncul tokoh-tokoh penting seperti Hajj Amin al-Husseini yang menjadi simbol perlawanan politik dan keagamaan terhadap kebijakan Inggris dan proyek Zionisme.

Ketegangan ini tidak berhenti pada level sosial, tetapi berkembang menjadi konflik terbuka. Salah satu puncaknya adalah Revolusi Arab Palestina 1936–1939, yang mencerminkan penolakan terhadap kolonialisme dan perubahan demografi yang dipaksakan.

Pembagian Wilayah dan Awal Konflik dalam Sejarah Palestina

Memasuki dekade 1940-an, sejarah Palestina memasuki fase yang lebih kompleks dan penuh eskalasi. Mandat Inggris yang semula dirancang sebagai sistem sementara justru memperdalam konflik antara komunitas Arab dan Yahudi.

Kelompok bersenjata Zionis seperti Haganah, Irgun, dan Lehi mulai memainkan peran militer yang signifikan. Di sisi lain, masyarakat Arab Palestina menghadapi keterbatasan dalam organisasi dan persenjataan.

Ketika situasi semakin tidak terkendali, Inggris menyerahkan persoalan Palestina kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pada tahun 1947, lahirlah Resolusi 181 yang merekomendasikan pembagian wilayah menjadi dua entitas: negara Yahudi dan negara Arab.

Namun, rencana ini memicu kontroversi besar. Pembagian wilayah dianggap tidak proporsional, mengingat populasi Yahudi saat itu masih minoritas. Pihak Zionis menerima rencana tersebut sebagai legitimasi internasional, sementara mayoritas Arab Palestina menolaknya.

Sejak saat itu, konflik berubah menjadi lebih sistematis. Bentrokan meningkat dan sejumlah operasi militer dilakukan untuk menguasai wilayah strategis. Peristiwa seperti Pembantaian Deir Yassin menjadi simbol fase kekerasan yang mempercepat eksodus penduduk sipil.

Puncak dari seluruh proses ini terjadi pada 14 Mei 1948, ketika kepemimpinan Zionis mendeklarasikan berdirinya Israel. Deklarasi ini menjadi titik balik dalam sejarah Palestina dan mengakhiri secara resmi periode mandat Inggris.

Bagi rakyat Palestina, peristiwa ini dikenal sebagai Nakba. Sekitar 700 ribu warga kehilangan tempat tinggal mereka dan menjadi pengungsi. Ratusan desa ditinggalkan atau dihancurkan, mengubah peta demografi secara drastis dalam waktu singkat.

Sehari setelah deklarasi tersebut, konflik berkembang menjadi perang terbuka dengan keterlibatan negara-negara Arab seperti Mesir, Yordania, Suriah, dan Irak. Namun, keunggulan organisasi militer Zionis memberikan posisi strategis yang menentukan di lapangan.

Sejarah Palestina pada fase ini menunjukkan bahwa konflik yang terjadi bukanlah peristiwa tiba-tiba, melainkan hasil dari rangkaian kebijakan politik, intervensi asing, dan perubahan demografi yang berlangsung selama beberapa dekade.

Tags: bumi syampalestinasejarah bumi syamsejarah palestina
Share948Tweet593SendShare
Previous Post

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

Next Post

Berdirinya Negara Israel dan Perang Enam Hari yang Mengubah Timur Tengah

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Ahmad al-Sharaa

Ahmad al-Sharaa Rombak Kabinet Suriah, Kritik Rakyat Mulai Dijawab

11 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Abiy Ahmed

Perang Sudan Kian Panas, Nama Abiy Ahmed Muncul di Balik Dukungan untuk RSF

13 Mei 2026
Al-Aqsa

Al-Aqsa Memanas Jelang Jumat Nakba, Palestina Sebut Ancaman Israel Paling Berbahaya

13 Mei 2026
Pemerintah Baru Suriah Desak Lebanon Seret Buronan Rezim Assad

Pemerintah Baru Suriah Tuduh Hizbullah Lindungi Penjahat Rezim Assad di Lebanon

13 Mei 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.