• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Ali Khamenei dibunuh dalam serangan udara pertama AS-Israel di Teheran pada 28 Februari (AFP)

Tiga Bulan Setelah Tewasnya Ali Khamenei, Iran Bersiap Gelar Pemakaman Pada Awal Bulan Juli

2 bulan ago
Jenderal Rusia

Jenderal Rusia Peringatkan Konflik Asia Barat Bisa Mengancam Israel

2 hari ago
Negara Teluk

Iran Peringatkan Negara Teluk, Dukungan untuk AS Bisa Dianggap Keterlibatan

2 hari ago
Saudi

Saudi Kecam Serangan Israel ke Abu al-Duhur, Sebut Langgar Kedaulatan Suriah

3 hari ago
Bandara Abu al-Duhur

Israel Bombardir Bandara Abu al-Duhur di Suriah, AS Cegah Bentrokan dengan Turki

3 hari ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Sabtu, Agustus 22, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Iran

Tiga Bulan Setelah Tewasnya Ali Khamenei, Iran Bersiap Gelar Pemakaman Pada Awal Bulan Juli

by Admin Andalus
2 bulan ago
A A
Ali Khamenei dibunuh dalam serangan udara pertama AS-Israel di Teheran pada 28 Februari (AFP)

Ali Khamenei dibunuh dalam serangan udara pertama AS-Israel di Teheran pada 28 Februari (AFP)

2.4k
SHARES
4.7k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Hampir tiga bulan setelah kematian Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, pemerintah Iran akhirnya mengumumkan rangkaian upacara pemakaman resmi yang akan berlangsung pada awal Juli mendatang. Prosesi ini diperkirakan menjadi salah satu peristiwa politik dan keagamaan terbesar dalam sejarah modern Republik Iran.

Panitia penyelenggara peringatan mendiang pemimpin Iran tersebut mengumumkan bahwa upacara pemakaman akan dimulai pada 4 Juli 2026 di ibu kota Teheran dan berakhir dengan pemakaman pada 9 Juli di kota suci Mashhad, wilayah timur laut Iran, sebagaimana dilansir dari Al-Jazeera.

Pengumuman ini mengakhiri berbagai spekulasi mengenai waktu dan lokasi pemakaman Khamenei, yang sebelumnya tertunda akibat situasi perang dan ketegangan regional pasca-konflik besar antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Ali Khamanei Tewas dalam Serangan Amerika

Ali Khamenei tewas pada 28 Februari 2026 dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel yang menghantam Teheran pada awal pecahnya perang regional. Serangan tersebut menjadi salah satu peristiwa paling menentukan dalam sejarah Timur Tengah modern dan mengguncang fondasi politik Republik Iran.

RelatedPosts

Jenderal Rusia Peringatkan Konflik Asia Barat Bisa Mengancam Israel

Iran Peringatkan Negara Teluk, Dukungan untuk AS Bisa Dianggap Keterlibatan

Selama hampir empat dekade, Khamenei memegang posisi tertinggi dalam struktur politik Iran. Sejak menggantikan Ayatollah Ruhollah Khomeini pada 1989, ia menjadi figur sentral yang menentukan arah kebijakan luar negeri, militer, dan ideologi negara.

Kematian mendadaknya menimbulkan reaksi yang beragam. Di kalangan pendukung pemerintah, wafatnya Khamenei dipandang sebagai kehilangan besar bagi Republik Islam. Namun di sisi lain, sebagian kelompok oposisi dan warga Iran yang selama ini menentang pemerintah menyambut peristiwa tersebut dengan harapan akan lahirnya perubahan politik di negara itu.

Prosesi Pemakaman Dimulai dari Teheran

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa upacara resmi akan dimulai di Mushala Imam Khomeini di Teheran pada 4 Juli. Tempat ini selama bertahun-tahun menjadi lokasi berbagai acara kenegaraan dan peringatan besar Republik Iran.

Prosesi akan mencakup penghormatan terakhir kepada Khamenei, diikuti arak-arakan pemakaman yang melintasi sejumlah ruas utama ibu kota. Pemerintah Iran memperkirakan jutaan warga akan menghadiri acara tersebut.

Mohsen Mahmoudi, kepala Dewan Koordinasi Propaganda Teheran, mengungkapkan bahwa sebuah markas khusus telah dibentuk untuk mempersiapkan seluruh rangkaian upacara.

Menurutnya, berbagai lembaga pemerintah, organisasi keagamaan, dan aparat keamanan tengah bekerja sama guna memastikan pelaksanaan pemakaman berjalan lancar dan mampu menampung partisipasi masyarakat dalam jumlah besar.

“Semua persiapan dilakukan agar upacara ini berlangsung secara layak dan memungkinkan kehadiran luas masyarakat,” ujarnya sebagaimana dikutip media pemerintah.

Qom dan Mashhad Menjadi Tujuan Akhir

Setelah prosesi di Teheran, rangkaian penghormatan akan berlanjut ke kota suci Qom, pusat pendidikan keagamaan Syiah di Iran. Kota ini memiliki makna simbolis yang sangat besar dalam tradisi politik dan keagamaan Republik Islam.

Puncak prosesi akan berlangsung pada 9 Juli di kota Mashhad, tempat Khamenei akan dimakamkan di kompleks makam Imam Reza, salah satu situs paling suci bagi umat Syiah di dunia.

Pemakaman di Mashhad memiliki nilai simbolis tersendiri. Selain merupakan kota kelahiran Khamenei, Mashhad juga menjadi pusat spiritual penting yang setiap tahunnya dikunjungi jutaan peziarah.

Era Baru di Bawah Mojtaba Khamenei

Tidak lama setelah wafatnya Ali Khamenei, Majelis Pakar Iran yang beranggotakan 88 ulama memilih putranya, Mojtaba Khamenei, sebagai Pemimpin Tertinggi yang baru.

Keputusan ini segera memicu perdebatan, baik di dalam maupun luar negeri. Sebagian kalangan melihat pengangkatan Mojtaba sebagai upaya menjaga kesinambungan sistem politik Iran, sementara para pengkritik menilai langkah tersebut menyerupai pewarisan kekuasaan dalam sistem yang secara resmi menolak monarki.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya disebut menganggap pencalonan Mojtaba sebagai pilihan yang “tidak dapat diterima”. Meski demikian, otoritas Iran tetap melanjutkan proses transisi kepemimpinan.

Sejak diangkat menjadi Pemimpin Tertinggi, Mojtaba Khamenei telah mengeluarkan sejumlah pesan resmi kepada rakyat Iran. Namun hingga kini, ia belum pernah tampil secara langsung di hadapan publik. Ketidakhadirannya memunculkan berbagai spekulasi, terutama karena laporan sebelumnya menyebut ia juga terluka dalam serangan yang menewaskan ayahnya.

Iran di Persimpangan Sejarah

Pemakaman Ali Khamenei bukan sekadar acara penghormatan bagi seorang pemimpin negara. Bagi Iran, momen ini menandai berakhirnya satu era politik yang telah berlangsung selama hampir 37 tahun.

Di tengah upaya pemulihan pascaperang dan proses transisi kepemimpinan, Republik Islam kini memasuki fase baru yang penuh tantangan. Dunia internasional akan mengamati dengan saksama apakah kepemimpinan baru di bawah Mojtaba Khamenei mampu mempertahankan stabilitas internal sekaligus membuka babak baru hubungan Iran dengan kawasan dan dunia.

Pemakaman yang akan berlangsung pada Juli mendatang diperkirakan menjadi penutupan era Ali Khamenei, seorang tokoh yang bagi pendukungnya dianggap penjaga revolusi, tetapi bagi para pengkritiknya sebagai arsitek sistem yang membatasi ruang politik Iran selama puluhan tahun. (ahmad/andalusmedia.id)

Tags: Ali KhameneiAmerika Serikatamerika vs iranberita Timur Tengah terbaruIranisrael
Share951Tweet595SendShare
Previous Post

Mantan Komandan Liwa al-Quds Ditangkap di Suriah, Terlibat Penculikan, Penyiksaan, dan Perdagangan Narkoba

Next Post

Trump Desak Israel Hentikan Serangan ke Lebanon, Klaim Kesepakatan Nuklir Iran Tinggal Selangkah Lagi

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Jenderal Rusia

Jenderal Rusia Peringatkan Konflik Asia Barat Bisa Mengancam Israel

20 Agustus 2026
Negara Teluk

Iran Peringatkan Negara Teluk, Dukungan untuk AS Bisa Dianggap Keterlibatan

20 Agustus 2026
Saudi

Saudi Kecam Serangan Israel ke Abu al-Duhur, Sebut Langgar Kedaulatan Suriah

19 Agustus 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.