• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

2 bulan ago
Asy Syaraa

Asy Syaraa Buka Peluang Kesepakatan dengan Israel, Suriah Utamakan Jaminan Keamanan

6 jam ago
Houthi

Houthi Serang Fasilitas Minyak Arab Saudi, Front Baru Perang AS-Iran Makin Memanas

6 jam ago
PBB

PBB Peringatkan 74 Ribu Anak Gaza Berisiko Malnutrisi Akut dalam Setahun

3 hari ago
Pemimpin Baru Hamas

Pemimpin Baru Hamas Tetapkan 6 Prioritas, Hentikan Serangan Israel Jadi Fokus Utama

3 hari ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Senin, Juli 27, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Suriah

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

Presiden Suriah meminta maaf kepada warga Deir ez-Zor setelah pernyataan kontroversial ayahnya.

by Admin Andalus
2 bulan ago
A A
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

2.5k
SHARES
4.8k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Gelombang perdebatan memenuhi media sosial Suriah setelah beredarnya potongan wawancara Dr. Hussein al-Sharaa, ayah Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa, yang dianggap sebagian pihak menyinggung masyarakat Deir ez-Zor. Cuplikan video yang tersebar luas itu memicu kemarahan, karena dipahami seolah merendahkan warga provinsi di timur Suriah tersebut.

Kontroversi bermula ketika Dr. Hussein al-Sharaa berbicara dalam sebuah podcast mengenai fenomena sosial antara masyarakat pedesaan dan perkotaan di Suriah. Dalam konteks pembahasan tersebut, ia menyinggung dampak panjang kebijakan Partai Baath yang selama puluhan tahun memperdalam kesenjangan sosial dan regional di berbagai wilayah Suriah.

Namun di media sosial, yang beredar hanyalah potongan video singkat tanpa konteks utuh. Cuplikan tersebut dipotong sedemikian rupa sehingga memunculkan kesan seolah terdapat penghinaan terhadap masyarakat Deir ez-Zor. Potongan itulah yang kemudian menyulut kemarahan dan memunculkan berbagai tuduhan di internet.

Di tengah situasi yang memanas, Presiden Ahmad al-Sharaa mengambil langkah cepat. Ia langsung menghubungi gubernur Deir ez-Zor serta sejumlah tokoh masyarakat dan pemimpin suku di wilayah tersebut untuk menyampaikan permintaan maaf secara pribadi.

RelatedPosts

Asy Syaraa Buka Peluang Kesepakatan dengan Israel, Suriah Utamakan Jaminan Keamanan

Trump Kembali Desak Suriah Hadapi Hizbullah, Damaskus Tetap Tolak Intervensi Militer

Dalam percakapan itu, Ahmad al-Sharaa menegaskan bahwa ucapan ayahnya sama sekali tidak mewakili penghinaan terhadap warga Deir ez-Zor. Ia bahkan menyampaikan kalimat yang kemudian ramai dikutip publik Suriah.

“Kata-kata ayah saya lebih menyakiti saya daripada menyakiti penduduk Deir ez-Zor.”

Pernyataan tersebut langsung menyebar luas di media sosial dan menuai banyak respons positif. Apa yang dilakukan Ahmad al-Sharaa merupakan sesuatu yang hampir tidak pernah terlihat selama puluhan tahun dalam pemerintahan Assad.

Di era sebelumnya, kritik publik terhadap pejabat negara dibalas dengan intimidasi, penangkapan, atau tekanan keamanan. Negara hampir tidak pernah mengakui kesalahan, apalagi meminta maaf secara terbuka kepada rakyat. Karena itu, munculnya seorang presiden yang memilih turun langsung meredakan polemik sebagai perubahan besar dalam budaya politik Suriah.

Banyak aktivis menyebut langkah Ahmad al-Sharaa sebagai wajah “Suriah baru”, yakni pemerintahan yang mencoba mendekat kepada rakyat dan lebih menghormati sensitivitas sosial masyarakat.

Di media sosial, sejumlah pengguna menilai presiden telah menunjukkan kedewasaan politik dengan tidak membiarkan polemik berkembang menjadi konflik regional yang lebih besar. Sebagian lainnya memuji caranya meredam kemarahan publik tanpa pendekatan represif sebagaimana lazim terjadi pada masa lalu.

Warga Deir ez-Zor sendiri memiliki posisi penting dalam sejarah revolusi Suriah. Provinsi tersebut selama bertahun-tahun menjadi arena perang sengit, perebutan pengaruh militer, hingga pertempuran melawan ISIS. Banyak kota hancur akibat perang panjang, sementara masyarakatnya mengalami penderitaan ekonomi dan sosial yang mendalam.

Karena itu, isu penghormatan terhadap martabat daerah menjadi persoalan sensitif bagi masyarakat setempat. Respons cepat Ahmad al-Sharaa berhasil mencegah kesalahpahaman berkembang menjadi luka sosial baru.

Dalam percakapannya dengan tokoh-tokoh Deir ez-Zor, Ahmad al-Sharaa juga menegaskan bahwa pemerintah sedang menyiapkan berbagai proyek pembangunan untuk wilayah timur Suriah tersebut. Ia menyebut rencana pembangunan rumah sakit, jembatan, serta investasi ekonomi guna mempercepat pemulihan Deir ez-Zor setelah bertahun-tahun dihantam perang.

Ahmad Al-Sharaa bahkan menyambut undangan warga untuk berkunjung langsung ke Deir ez-Zor dalam waktu dekat. Menurut sejumlah laporan lokal, pembahasan mengenai kunjungan tersebut mulai dikoordinasikan bersama pemerintah daerah.

Sementara itu, Dr. Hussein al-Sharaa juga memberikan klarifikasi melalui akun Facebook pribadinya. Ia menegaskan bahwa video yang viral telah dipotong dari konteks pembicaraan sebenarnya dan mengalami penyuntingan yang menimbulkan kesalahpahaman.

Menurutnya, wawancara tersebut sejatinya membahas dampak kebijakan lama rezim Baath yang selama bertahun-tahun menanamkan perpecahan sosial antara desa dan kota di banyak wilayah Suriah. Ia juga menegaskan memiliki hubungan baik dengan masyarakat Deir ez-Zor dan sama sekali tidak bermaksud menghina mereka.

Sebagian besar warga akhirnya melihat polemik ini lebih sebagai akibat dari potongan video yang tidak utuh dibanding penghinaan yang disengaja. Banyak pengguna media sosial menilai penyebaran cuplikan tanpa konteks justru berpotensi memecah persatuan nasional di tengah proses pemulihan Suriah pascajatuhnya rezim lama.

Di sisi lain, perhatian publik akhirnya lebih tertuju pada bagaimana Ahmad al-Sharaa menangani krisis tersebut. Banyak pengamat menilai langkahnya mencerminkan perubahan pendekatan politik di Damaskus, lebih terbuka, lebih komunikatif, dan tidak lagi bertumpu pada bahasa ancaman keamanan.

Meski begitu, masyarakat Suriah tetap menyadari bahwa perubahan simbolik saja tidak cukup. Pemerintahan baru masih menghadapi tantangan besar untuk membangun kembali institusi negara, memulihkan ekonomi, dan menyembuhkan luka sosial akibat perang panjang. (ahmad/andalusmedia.id)

Tags: Ahmad Al-SharaaAl-SharaaHussein Al Sharaakabar suriahPemerintah Baru Suriahsuriah
Share982Tweet614SendShare
Previous Post

Pemerintah Baru Suriah Mulai Integrasikan Pejuang Wanita Kurdi

Next Post

Al-Qassam Rilis Pesan Terakhir Izzuddin Al-Haddad Sebelum Gugur dalam Serangan Israel

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Asy Syaraa

Asy Syaraa Buka Peluang Kesepakatan dengan Israel, Suriah Utamakan Jaminan Keamanan

27 Juli 2026
Houthi

Houthi Serang Fasilitas Minyak Arab Saudi, Front Baru Perang AS-Iran Makin Memanas

27 Juli 2026
PBB

PBB Peringatkan 74 Ribu Anak Gaza Berisiko Malnutrisi Akut dalam Setahun

24 Juli 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.