• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
PBB

PBB Peringatkan 74 Ribu Anak Gaza Berisiko Malnutrisi Akut dalam Setahun

3 hari ago
Asy Syaraa

Asy Syaraa Buka Peluang Kesepakatan dengan Israel, Suriah Utamakan Jaminan Keamanan

8 jam ago
Houthi

Houthi Serang Fasilitas Minyak Arab Saudi, Front Baru Perang AS-Iran Makin Memanas

8 jam ago
Pemimpin Baru Hamas

Pemimpin Baru Hamas Tetapkan 6 Prioritas, Hentikan Serangan Israel Jadi Fokus Utama

3 hari ago
Arab Saudi-Houthi

Blokade Houthi ke Arab Saudi Picu Kekhawatiran Baru bagi Perdagangan Global

4 hari ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Senin, Juli 27, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Kabar Palestina

PBB Peringatkan 74 Ribu Anak Gaza Berisiko Malnutrisi Akut dalam Setahun

PBB menyebut puluhan ribu anak di Gaza berisiko mengalami malnutrisi akut jika pendanaan bantuan kemanusiaan terhenti. Meski kondisi pangan membaik sejak gencatan senjata, krisis masih jauh dari kata usai.

by Admin Andalus
3 hari ago
A A
PBB

1,4 juta warga Palestina masih menghadapi kelaparan akut.

2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan sekitar 74.000 anak di Jalur Gaza terancam mengalami malnutrisi akut dalam 12 bulan ke depan apabila pendanaan bantuan kemanusiaan tidak terus berlanjut. Lembaga-lembaga PBB menilai perbaikan kondisi pangan yang terjadi sejak gencatan senjata masih sangat rapuh dan bisa kembali memburuk sewaktu-waktu.

Peringatan itu disampaikan dalam laporan terbaru yang dirilis bersama oleh Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO), UNICEF, dan Program Pangan Dunia (WFP) pada Kamis (23/7/2026).

Laporan tersebut mengungkapkan sekitar 1,4 juta warga Palestina di Jalur Gaza masih hidup dalam kondisi krisis ketahanan pangan akut atau lebih buruk berdasarkan klasifikasi Integrated Food Security Phase Classification (IPC).

Meski angka tersebut menunjukkan adanya perbaikan dibanding akhir 2025, PBB menegaskan situasi kemanusiaan di Gaza masih berada pada tingkat yang mengkhawatirkan. Saat ini sekitar 67 persen penduduk Gaza berada pada IPC Fase 3 atau lebih tinggi, turun dari sekitar 77 persen pada penghujung tahun lalu.

Di sisi lain, sekitar 212.000 orang masih berada dalam kondisi darurat atau IPC Fase 4, terutama mereka yang tinggal di wilayah dekat zona yang dikuasai militer Israel dan memiliki akses sangat terbatas terhadap bantuan kemanusiaan.

Menurut FAO, UNICEF, dan WFP, perbaikan kondisi pangan terjadi karena distribusi bantuan makanan meningkat setelah gencatan senjata diberlakukan pada Oktober 2025. Selain bantuan pangan, layanan kesehatan, program gizi anak, serta dukungan terhadap sektor pertanian juga mulai kembali berjalan.

Pada Mei 2026, bantuan pangan berhasil menjangkau sekitar 1,5 juta warga Gaza, sementara program nutrisi telah melayani sekitar 60 persen anak berusia di bawah lima tahun.

Namun, badan-badan PBB menegaskan capaian tersebut belum cukup untuk mengakhiri krisis.

Pasokan makanan dinilai masih jauh dari memadai, baik dari sisi jumlah, kualitas, maupun keberagaman gizi. Selain itu, masuknya bahan pangan segar masih sangat terbatas karena akses distribusi bantuan sebagian besar hanya melalui Penyeberangan Kerem Shalom (Abu Salem).

Kondisi ini membuat jutaan warga Palestina tetap bergantung pada bantuan kemanusiaan setiap hari.

Dalam laporannya, PBB memperkirakan sekitar 74.000 anak akan membutuhkan perawatan akibat malnutrisi akut selama satu tahun ke depan. Dari jumlah tersebut, lebih dari 11.000 anak diperkirakan mengalami malnutrisi akut berat yang memerlukan penanganan medis intensif agar dapat bertahan hidup.

Baca Artikel Lainnya: Pemimpin Baru Hamas Tetapkan 6 Prioritas, Hentikan Serangan Israel Jadi Fokus Utama

Tak hanya anak-anak, sekitar 25.000 perempuan hamil dan menyusui juga diperkirakan membutuhkan dukungan gizi khusus untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi.

Laporan itu juga mengungkap kondisi konsumsi pangan masyarakat yang masih memprihatinkan. Saat ini hanya satu dari lima anak di Gaza yang memperoleh pola makan sesuai kebutuhan gizinya.

Masalah lain muncul dari terbatasnya akses terhadap air bersih. Sekitar separuh rumah tangga di Gaza hanya memperoleh pasokan air kurang dari 15 liter per orang per hari, jauh di bawah standar minimum yang direkomendasikan untuk kebutuhan dasar.

Di sektor ekonomi, proses pemulihan berjalan sangat lambat akibat kerusakan yang ditinggalkan perang.

RelatedPosts

Asy Syaraa Buka Peluang Kesepakatan dengan Israel, Suriah Utamakan Jaminan Keamanan

Houthi Serang Fasilitas Minyak Arab Saudi, Front Baru Perang AS-Iran Makin Memanas

Lebih dari 70 persen lahan pertanian dilaporkan rusak atau tidak dapat diakses. Aktivitas melaut bagi nelayan juga masih dibatasi sehingga mengurangi pasokan ikan sebagai salah satu sumber protein masyarakat.

PBB memperkirakan total kerusakan infrastruktur di Gaza telah mencapai sekitar 35,2 miliar dolar AS, sedangkan kebutuhan untuk membangun kembali wilayah tersebut diperkirakan menyentuh 71,4 miliar dolar AS.

Situasi semakin rumit karena bantuan internasional terus mengalami penurunan sejak Februari 2026 akibat krisis pendanaan yang melanda berbagai lembaga kemanusiaan.

FAO, UNICEF, dan WFP mengingatkan bahwa jika pendanaan dan distribusi bantuan tidak dipertahankan, sekitar 1,9 juta warga Gaza, atau hampir 90 persen populasi, berisiko kembali masuk ke dalam kategori krisis pangan akut sebelum akhir tahun.

Karena itu, ketiga badan PBB tersebut mendesak pembukaan akses kemanusiaan yang lebih luas melalui berbagai jalur penyeberangan di utara maupun selatan Gaza, termasuk rute dari Mesir, Yordania, dan Israel. Mereka juga meminta agar bahan bakar, gas memasak, material tempat tinggal, obat-obatan, serta kebutuhan pokok lainnya dapat masuk tanpa hambatan guna mencegah krisis kemanusiaan semakin memburuk. (haidar/andalusmedia.id)

Tags: berita Timur Tengah terbaruGazaMalnutrisi AnakpalestinaPBB
Share945Tweet591SendShare
Previous Post

Pemimpin Baru Hamas Tetapkan 6 Prioritas, Hentikan Serangan Israel Jadi Fokus Utama

Next Post

Houthi Serang Fasilitas Minyak Arab Saudi, Front Baru Perang AS-Iran Makin Memanas

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Asy Syaraa

Asy Syaraa Buka Peluang Kesepakatan dengan Israel, Suriah Utamakan Jaminan Keamanan

27 Juli 2026
Houthi

Houthi Serang Fasilitas Minyak Arab Saudi, Front Baru Perang AS-Iran Makin Memanas

27 Juli 2026
PBB

PBB Peringatkan 74 Ribu Anak Gaza Berisiko Malnutrisi Akut dalam Setahun

24 Juli 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.