Yordania dan Prancis kembali menyatakan dukungan mereka terhadap persatuan, kedaulatan, keamanan, dan stabilitas Suriah. Kedua negara juga menekankan pentingnya pelaksanaan peta jalan untuk menyelesaikan krisis di Suwaida serta mendukung upaya diplomatik Suriah dalam mencapai kesepakatan keamanan dengan ‘Israel’.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pernyataan bersama yang diterbitkan Istana Kerajaan Hashemite pada Kamis (17/9/2026), setelah pertemuan Raja Abdullah II dari Yordania dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Dalam pertemuan tersebut, Abdullah II dan Macron menegaskan dukungan kedua negara terhadap keutuhan wilayah Suriah serta upaya pemerintah Suriah membangun kembali institusi negara.
Keduanya menyatakan dukungan terhadap proses pembangunan Suriah yang didasarkan pada persatuan dan kedaulatan negara, sekaligus memenuhi aspirasi rakyat Suriah serta menjamin hak-hak seluruh masyarakat.
Dorong Implementasi Peta Jalan Suwaida
Yordania dan Prancis secara khusus menyoroti situasi di Suwaida dan wilayah selatan Suriah. Kedua negara menyerukan implementasi peta jalan yang bertujuan mengakhiri krisis di Suwaida dan menciptakan kondisi yang lebih stabil di Suriah bagian selatan.
Peta jalan tersebut sebelumnya disepakati oleh Suriah, Yordania, dan Amerika Serikat pada 16 September 2025. Implementasinya dipandang sebagai salah satu langkah untuk meredakan ketegangan serta memperkuat stabilitas di kawasan selatan Suriah.
Dalam pernyataan bersama itu, Yordania dan Prancis juga menekankan bahwa stabilitas Suriah menjadi bagian penting dari keamanan regional.
Kedua negara menyatakan bahwa pemerintah Suriah saat ini tengah memusatkan perhatian pada rekonstruksi, pemulihan institusi, serta penguatan keamanan dan stabilitas nasional.
Serukan Penghentian Serangan ‘Israel’
Yordania dan Prancis turut menyerukan penghentian serangan yang dilakukan ‘Israel’ terhadap wilayah Suriah. Mereka memperingatkan bahwa berlanjutnya serangan dan aktivitas militer tersebut dapat berdampak terhadap stabilitas Suriah maupun keamanan kawasan.
Kedua negara juga menyerukan agar ‘Israel’ menarik pasukannya dari wilayah Suriah yang diduduki dan menghormati Perjanjian Pelepasan Pasukan 1974.
Baca Artikel Lainnya: Al-Sharaa ke New York, Hubungan Suriah-AS Bergeser dari Sanksi ke Investasi
Perjanjian tersebut menjadi salah satu kerangka utama yang mengatur pemisahan pasukan Suriah dan ‘Israel’ di kawasan Golan setelah konflik sebelumnya.
Di tengah ketegangan tersebut, Suriah disebut terus menempuh jalur diplomatik untuk menyelesaikan persoalan keamanan yang masih belum terselesaikan. Upaya itu diarahkan pada tercapainya kesepakatan keamanan yang dapat menjadi landasan bagi pembicaraan menuju pengaturan yang lebih luas di masa mendatang.
Aktivitas Militer di Suriah Selatan
Pernyataan Yordania dan Prancis disampaikan ketika aktivitas militer ‘Israel’ di wilayah selatan Suriah masih berlangsung.
Pasukan ‘Israel’ dilaporkan melakukan penyusupan dan operasi di sejumlah wilayah pedesaan Damaskus dan Quneitra. Aktivitas tersebut antara lain mencakup pendirian pos pemeriksaan sementara, penggeledahan warga, penggerebekan rumah, serta penahanan sejumlah warga Suriah.
Pada 16 September, pasukan ‘Israel’ dilaporkan menembakkan empat peluru artileri ke wilayah pinggiran Beit Jinn, di pedesaan barat Damaskus. Dua hari sebelumnya, pada 13 September, Bukit Harbon di sebelah barat Beit Jinn juga dilaporkan menjadi sasaran empat peluru artileri.
Serangan tersebut berlangsung bersamaan dengan aktivitas dan pergerakan militer di sekitar kawasan Beit Jinn.
Pemerintah Suriah telah menyatakan penolakannya terhadap aktivitas militer tersebut dan kembali menuntut penarikan pasukan ‘Israel’ dari wilayah Suriah serta penghormatan terhadap Perjanjian Pelepasan Pasukan 1974.
Pertemuan Abdullah II dan Macron sendiri berlangsung di sela-sela pertemuan Aqaba yang kembali digelar di Paris. Pertemuan tersebut turut dihadiri Presiden Lebanon Joseph Aoun dan membahas dukungan terhadap tentara Lebanon serta peningkatan kemampuannya dalam menjaga keamanan dan kedaulatan Lebanon. (haidar/andalusmedia.id)














