• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Menteri Dalam Negeri Suriah, Anas Khattab, bertemu dengan komandan Keamanan Internal di Hasaka,

Pemerintah Baru Suriah Mulai Integrasikan Pejuang Wanita Kurdi

1 jam ago
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

17 menit ago
Keamanan Suriah Berhasil Tangkap Mantan Sipir Penjara Saydnaya

Keamanan Suriah Berhasil Tangkap Mantan Sipir Penjara Saydnaya

1 jam ago
Presiden Suriah Ahmad Al Sharaa dan Bashar Assad

Zionis Lebih Nyaman dengan Assad daripada Pemerintahan Baru Suriah

2 jam ago
Warga Australia Eks ISIS

Australia Mulai Pulangkan Lagi Keluarga Eks ISIS dari Suriah

2 jam ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Sabtu, Mei 23, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Suriah

Pemerintah Baru Suriah Mulai Integrasikan Pejuang Wanita Kurdi

Pemerintah Suriah Mulai Bahas Integrasi Pejuang Wanita Kurdi ke Institusi Negara

by Admin Andalus
1 jam ago
A A
Menteri Dalam Negeri Suriah, Anas Khattab, bertemu dengan komandan Keamanan Internal di Hasaka,

Menteri Dalam Negeri Suriah, Anas Khattab, bertemu dengan komandan Keamanan Internal di Hasaka, Marwan Al-Ali, wakilnya Mahmoud Khalil Ali, dan sejumlah pemimpin dari Pasukan Keamanan Internal – Wanita, dan Unit Perlindungan Wanita, di ibu kota Damaskus.

2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah Suriah mulai membuka babak baru dalam hubungan dengan kelompok Kurdi di timur laut negara itu. Untuk pertama kalinya sejak runtuhnya rezim Bashar al-Assad, Damaskus secara serius membahas integrasi pejuang wanita Kurdi ke dalam institusi resmi negara.

Langkah ini muncul setelah berlangsungnya pertemuan penting di markas Kementrian Dalam Negeri di Damaskus pada Kamis lalu (21/5).

Menteri Dalam Negeri Suriah, Anas Khattab, menerima delegasi keamanan dari Provinsi Hasakah yang datang bersama sejumlah pejabat keamanan dan tokoh militer Kurdi.

Delegasi tersebut dipimpin Brigadir Marwan al-Ali dan wakilnya Mahmoud Khalil atau yang dikenal dengan nama “Siamand Afrin”. Hadir pula tokoh militer perempuan Kurdi Nasreen al-Abdullah bersama dua rekannya.

RelatedPosts

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

Keamanan Suriah Berhasil Tangkap Mantan Sipir Penjara Saydnaya

Meski terlihat seperti pertemuan keamanan biasa, isi pembahasannya ternyata jauh lebih besar: masa depan pejuang wanita Kurdi dan posisi mereka dalam struktur negara Suriah baru.

Pemerintah Suriah Mulai Ambil Alih Struktur Keamanan Kurdi

Menurut sumber dari kantor Menteri Dalam Negeri yang dikutip Al Arabiya, pembahasan utama dalam pertemuan itu adalah kemungkinan memasukkan pejuang perempuan Asayish ke dalam struktur resmi Kementerian Dalam Negeri Suriah.

Asayish selama ini dikenal sebagai aparat keamanan internal di wilayah yang dikuasai Pasukan Demokratik Suriah (SDF). Mereka menjalankan fungsi seperti polisi, patroli keamanan, pengawasan penjara, hingga pengamanan kota-kota di wilayah Kurdi.

Yang menarik, delegasi perempuan yang hadir dalam pertemuan itu bukan berasal dari YPJ atau Unit Perlindungan Wanita, melainkan dari Asayish.

Ini dianggap penting karena pemerintah Suriah tampaknya sedang mencoba membedakan antara pasukan keamanan sipil dan unit militer bersenjata Kurdi.

Damaskus disebut lebih mudah menerima pejuang perempuan Asayish karena mereka dianggap punya fungsi kepolisian, bukan kekuatan tempur independen.

Sumber tersebut mengatakan kementerian sedang mempelajari kemungkinan memberi mereka pangkat resmi dan memasukkan mereka ke dalam struktur keamanan negara.

YPJ Masih Jadi Persoalan Besar

Meski pembahasan dengan Asayish mulai bergerak, persoalan terbesar sebenarnya masih berada pada YPJ.

YPJ selama ini menjadi simbol kekuatan perempuan Kurdi bersenjata di Suriah. Mereka ikut bertempur dalam perang melawan ISIS dan menjadi bagian penting dari struktur militer SDF.

Namun Damaskus masih keberatan menerima YPJ sebagai unit militer independen di dalam tentara Suriah. Pemerintah Suriah ingin seluruh kelompok bersenjata akhirnya kembali berada di bawah satu komando negara tanpa struktur militer terpisah.

Karena itu, Damaskus lebih memilih jika pejuang perempuan Kurdi dimasukkan ke dalam institusi kepolisian atau keamanan internal, bukan menjadi brigade khusus dalam tentara.

Di sisi lain, pihak Kurdi ingin para pejuang YPJ tetap diakui sebagai bagian dari kekuatan militer resmi. Inilah yang membuat negosiasi berjalan alot.

Sudah Ada Pertemuan dengan Menteri Pertahanan

Sebelum pertemuan terbaru ini, pimpinan YPJ Rohlat Afrin sebenarnya sudah lebih dulu bertemu Menteri Pertahanan Suriah Marhaf Abu Qasra beberapa minggu lalu.

Namun hingga kini belum ada kesepakatan final.

Pembicaraan antara kedua pihak masih berlangsung, terutama soal bagaimana status para pejuang perempuan itu nantinya: apakah menjadi bagian dari tentara, kepolisian, atau dibubarkan sepenuhnya ke dalam struktur negara.

Meski belum ada hasil resmi, pertemuan di Damaskus menunjukkan bahwa komunikasi antara pemerintah Suriah dan pihak Kurdi masih terus berjalan dan belum mengalami kebuntuan total.

Suriah Baru Sedang Dibentuk

Sejak jatuhnya Bashar al-Assad pada Desember 2024, pemerintah baru Suriah menghadapi pekerjaan sangat besar, menyatukan kembali negara yang selama bertahun-tahun terpecah akibat perang.

Di banyak wilayah, terutama timur laut Suriah, struktur keamanan selama perang berkembang sendiri-sendiri, ada pasukan Kurdi, milisi lokal, aparat keamanan daerah, hingga kelompok oposisi bersenjata yang selama ini berdiri di luar kendali Damaskus.

Kini pemerintah pusat mencoba menarik semuanya kembali ke bawah institusi negara. Karena itu, isu integrasi pejuang Kurdi bukan sekadar soal administrasi keamanan biasa, ini adalah bagian dari proses besar pembentukan ulang Suriah pasca pembebasan.

Damaskus tampaknya ingin mengirim pesan bahwa negara Suriah baru tidak lagi dibangun dengan model lama era Assad yang penuh dominasi aparat keamanan brutal dan konflik berkepanjangan.

Namun di saat yang sama, pemerintah juga tidak ingin ada kekuatan bersenjata independen yang tetap berdiri di luar kontrol negara. (ahmad/andalusmedia.id)

Tags: kabar suriahKurdiPemerintah Baru SuriahSDFsuriahYPJ
Share944Tweet590SendShare
Previous Post

Keamanan Suriah Berhasil Tangkap Mantan Sipir Penjara Saydnaya

Next Post

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Ahmad al-Sharaa

Ahmad al-Sharaa Rombak Kabinet Suriah, Kritik Rakyat Mulai Dijawab

11 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Menteri Dalam Negeri Suriah, Anas Khattab, bertemu dengan komandan Keamanan Internal di Hasaka,

Pemerintah Baru Suriah Mulai Integrasikan Pejuang Wanita Kurdi

23 Mei 2026
Keamanan Suriah Berhasil Tangkap Mantan Sipir Penjara Saydnaya

Keamanan Suriah Berhasil Tangkap Mantan Sipir Penjara Saydnaya

23 Mei 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.