• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Ahmad al-Sharaa

Ahmad al-Sharaa dan Hadiah Parfum dari Donald Trump

24 jam ago
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa (tengah kanan) pada Mei 2025.Shutterstock

Ahmad al-Sharaa Diundang ke KTT G7 di Prancis

35 menit ago
Gaza

Krisis Gaza Memburuk, Bantuan Rekonstruksi Internasional Dinilai Sangat Lambat

10 jam ago
Ben-Gvir

Israel Cegat Flotilla Gaza, Sikap Ben-Gvir terhadap Aktivis Tuai Kritik Keras

11 jam ago
Suriah

Visa dan Mastercard Kembali Aktif di Suriah

23 jam ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Kamis, Mei 21, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Suriah

Ahmad al-Sharaa dan Hadiah Parfum dari Donald Trump

by Admin Andalus
24 jam ago
A A
Ahmad al-Sharaa

Parfum hadiah dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa yang diunggah melalui akun resmi X milik Ahmad al-Sharaa (@AH_AlSharaa).

2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa kembali menjadi sorotan setelah mengunggah foto hadiah dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump berupa parfum bermerek “Trump Victory” dan surat bertanda tangan resmi Gedung Putih.

Unggahan tersebut dipublikasikan melalui akun resmi Ahmad al-Sharaa di platform X dan dengan cepat menyebar luas di media sosial Arab. Dalam foto yang diunggah, terlihat dua botol parfum berwarna emas bertuliskan “Trump Victory” disertai kartu pribadi dari Donald Trump.

Dalam pesan itu, Trump menulis dengan nada santai bahwa semua orang membicarakan foto pertemuan mereka ketika ia memberikan parfum tersebut kepada Ahmad al-Sharaa, “untuk berjaga-jaga jika Anda kehabisan.”

Menanggapi hadiah tersebut, Ahmad al-Sharaa menulis kalimat diplomatis yang kemudian menjadi viral di akun X pribadinya.

RelatedPosts

Ahmad al-Sharaa Diundang ke KTT G7 di Prancis

Visa dan Mastercard Kembali Aktif di Suriah

“Sebagian pertemuan meninggalkan kesan, tetapi pertemuan kita meninggalkan aroma yang abadi,” tulis Presiden Suriah tersebut sambil mengucapkan terima kasih kepada Trump atas “kemurahan hati” dan “hadiah berharga” yang diberikan kepadanya.

Bagi sebagian orang, unggahan itu terlihat sederhana dan tidak lebih dari gestur diplomatik biasa. Namun di dunia Arab, terutama di tengah agresi Israel atas Gaza dan dukungan Amerika Serikat terhadap Israel, unggahan tersebut memicu gelombang kritik dan perdebatan yang cukup besar.

Sebagian aktivis menilai Ahmad al-Sharaa terlalu menunjukkan kedekatan personal dengan Donald Trump. Mereka mempertanyakan mengapa hubungan semacam itu dipublikasikan secara terbuka di saat rakyat Gaza masih menghadapi penderitaan akibat agresi yang didukung penuh oleh Washington.

Namun di sisi lain, banyak pengamat justru membela langkah Ahmad al-Sharaa. Mereka menilai kemarahan terhadap unggahan parfum tersebut terlalu emosional dan tidak melihat konteks diplomasi yang lebih luas.

Diplomasi Ahmad al-Sharaa dan Pendekatan terhadap Trump

Menurut pandangan para pengamat, hadiah parfum maupun unggahan tersebut tidak mengandung sesuatu yang haram atau melanggar syariat. Menurut mereka, yang sebenarnya dipermasalahkan sebagian orang hanyalah gaya diplomasi “simbolik” dan “personal” antara Ahmad al-Sharaa dengan Donald Trump.

Padahal, menurut mereka, hubungan yang terlihat “akrab” itu justru membantu Suriah mendapatkan sejumlah keuntungan strategis dalam beberapa bulan terakhir.

Pendekatan tersebut turut membantu mengurangi tekanan militer Israel terhadap Suriah, membuka peluang pencabutan sanksi, menarik investasi asing, hingga memengaruhi kebijakan Amerika Serikat terhadap kelompok Kurdi SDF/Qasad.

Mereka juga menilai bahwa Ahmad al-Sharaa memahami karakter Donald Trump yang dikenal memiliki ego besar dan lebih berpikir layaknya pengusaha dibanding politisi konvensional.

Karena itu, Ahmad al-Sharaa sengaja menggunakan pendekatan komunikasi yang fleksibel dan personal demi membuka jalur hubungan yang menguntungkan Suriah.

“Presiden al-Sharaa memahami bagaimana berbicara dengan Trump dan memainkan nada yang tepat,” tulis salah satu komentator Suriah yang membela unggahan tersebut.

Meski demikian, tidak semua tindakan Ahmad al-Sharaa selalu benar atau penuh “kelicikan politik”. Mereka mengatakan dukungan terhadap diplomasi ini hanya didasarkan pada hasil nyata yang mulai terlihat dalam hubungan luar negeri Suriah.

Sebagian pengamat juga menilai unggahan tersebut mengandung pesan politik terselubung kepada banyak pihak di kawasan, termasuk Irak, Hizbullah, sisa kelompok SDF di Hasakah, hingga berbagai aktor regional lain.

Pesan itu ingin menunjukkan bahwa Suriah kini memiliki jalur komunikasi langsung dengan Amerika Serikat dan Gedung Putih, sesuatu yang tidak dimiliki banyak pemimpin kawasan.

Di tengah kontroversi tersebut, sebagian kalangan Islamis juga membandingkan situasi ini dengan sejarah Islam klasik. Mereka mengingatkan bahwa dalam banyak catatan sejarah, para pemimpin Islam tetap melakukan diplomasi dan pertukaran hadiah bahkan dengan musuh mereka.

Nama Salahuddin al-Ayyubi sering disebut dalam perdebatan ini. Banyak orang memuji diplomasi Salahuddin ketika membaca kisah-kisah Perang Salib, termasuk pertukaran hadiah dengan lawan politiknya. Namun menurut mereka, standar berbeda justru diterapkan ketika diplomasi modern dilakukan oleh pemimpin Muslim masa kini.

Meski begitu, para pengamat ini mengakui bahwa rakyat Gaza tetap memiliki luka mendalam akibat kebijakan Amerika Serikat dan dukungannya terhadap Israel.

Karena itu, mereka menegaskan bahwa pembelaan terhadap langkah diplomatik Suriah bukan berarti mengabaikan penderitaan Palestina. Sebaliknya, mereka meminta publik memahami bahwa negara-negara di kawasan saat ini berada dalam situasi yang rumit dan sering kali dipaksa mengambil jalur diplomasi yang kompleks demi menjaga stabilitas dan kepentingan nasional.

Hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai perubahan besar hubungan Suriah-Amerika Serikat. Namun unggahan parfum tersebut memperlihatkan satu hal yang jelas: pemerintahan Ahmad al-Sharaa sedang membangun hubungan yang jauh lebih terbuka dengan Washington dibanding periode-periode sebelumnya.

Bagi pendukungnya, itu adalah bentuk diplomasi realistis yang diperlukan Suriah untuk keluar dari isolasi dan kehancuran pascaperang. Sementara bagi para pengkritiknya, kedekatan simbolik dengan Donald Trump tetap dianggap problematis selama perang Gaza masih berlangsung dan Amerika Serikat terus mendukung Israel.

Perdebatan itu kemungkinan akan terus berlanjut. Namun satu hal yang tidak bisa dipungkiri, Ahmad al-Sharaa kini berhasil menjadikan setiap langkah diplomasinya sebagai perhatian besar dunia Arab dan internasional. (ahmad/andalusmedia.id)

Tags: Ahmad Al-SharaaAl-SharaaDonald Trumpsuriah
Share946Tweet592SendShare
Previous Post

Ahmad al-Sharaa Targetkan Penutupan Kamp Pengungsi Suriah pada 2027

Next Post

Tentara Suriah Ikut Latihan Militer EFES di Turki

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Ahmad al-Sharaa

Ahmad al-Sharaa Rombak Kabinet Suriah, Kritik Rakyat Mulai Dijawab

11 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa (tengah kanan) pada Mei 2025.Shutterstock

Ahmad al-Sharaa Diundang ke KTT G7 di Prancis

21 Mei 2026
Gaza

Krisis Gaza Memburuk, Bantuan Rekonstruksi Internasional Dinilai Sangat Lambat

21 Mei 2026
Ben-Gvir

Israel Cegat Flotilla Gaza, Sikap Ben-Gvir terhadap Aktivis Tuai Kritik Keras

21 Mei 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.