• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Ahmad al-Sharaa Targetkan Penutupan Kamp Pengungsi Suriah

Ahmad al-Sharaa Targetkan Penutupan Kamp Pengungsi Suriah pada 2027

3 bulan ago
Jenderal Rusia

Jenderal Rusia Peringatkan Konflik Asia Barat Bisa Mengancam Israel

2 hari ago
Negara Teluk

Iran Peringatkan Negara Teluk, Dukungan untuk AS Bisa Dianggap Keterlibatan

2 hari ago
Saudi

Saudi Kecam Serangan Israel ke Abu al-Duhur, Sebut Langgar Kedaulatan Suriah

3 hari ago
Bandara Abu al-Duhur

Israel Bombardir Bandara Abu al-Duhur di Suriah, AS Cegah Bentrokan dengan Turki

3 hari ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Sabtu, Agustus 22, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Suriah

Ahmad al-Sharaa Targetkan Penutupan Kamp Pengungsi Suriah pada 2027

by Admin Andalus
3 bulan ago
A A
Ahmad al-Sharaa Targetkan Penutupan Kamp Pengungsi Suriah

Warga Suriah yang baru saja mengungsi tiba di kamp pengungsi di desa Atimah, provinsi Idlib, Suriah, pada 11 September 2018. Foto oleh Khalil Ashawi/Reuters

2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa menyatakan bahwa pemerintah Suriah menargetkan seluruh kamp pengungsi di negara itu ditutup pada tahun 2027 sebagai bagian dari proyek besar pemulihan nasional pascaperang.

Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad al-Sharaa melalui sambungan video dalam sidang ke-79 Majelis Kesehatan Dunia, forum tertinggi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada Senin (18/5).

Dalam pidatonya dari Damaskus, Ahmad al-Sharaa mengatakan Suriah kini memasuki fase baru yang berfokus pada rekonstruksi negara, keberlanjutan lingkungan, serta keamanan dan stabilitas manusia setelah bertahun-tahun dilanda perang dan krisis kemanusiaan.

“Saya berbicara kepada Anda hari ini dari Damaskus pada saat dunia menghadapi tantangan yang membutuhkan kemauan internasional bersama yang menempatkan kesehatan manusia sebagai prioritas utama,” ujar Ahmad al-Sharaa sebagaimana dikutip kantor berita resmi Suriah.

Ia menegaskan bahwa partisipasi Suriah dalam forum internasional tersebut menunjukkan bahwa Damaskus mulai kembali memainkan peran aktif dalam pembentukan keamanan kesehatan regional dan global.

RelatedPosts

Saudi Kecam Serangan Israel ke Abu al-Duhur, Sebut Langgar Kedaulatan Suriah

Israel Bombardir Bandara Abu al-Duhur di Suriah, AS Cegah Bentrokan dengan Turki

Ahmad al-Sharaa: Stabilitas Manusia Jadi Prioritas Pemerintah Baru

Dalam pidatonya, Ahmad al-Sharaa mengungkapkan bahwa pemerintah Suriah telah menetapkan komitmen nasional untuk mengakhiri keberadaan kamp-kamp pengungsi pada tahun 2027.

Menurutnya, stabilitas manusia merupakan inti utama dari pembangunan berkelanjutan dan pemulihan negara. Karena itu, pemerintah berusaha memindahkan masyarakat dari kondisi kamp pengungsian menuju kehidupan yang lebih aman dan bermartabat.

“Karena stabilitas manusia adalah inti dari keberlanjutan, kami telah membuat komitmen nasional untuk menutup babak kamp-kamp tersebut pada tahun 2027,” kata Ahmad al-Sharaa.

Ia juga mengaitkan proyek penutupan kamp dengan isu perubahan iklim dan kesehatan masyarakat. Menurutnya, masyarakat tidak akan mampu menghadapi dampak perubahan iklim jika masih hidup di lingkungan rapuh dan tidak stabil seperti kamp pengungsian.

“Jalan utama untuk melindungi masyarakat dari dampak perubahan iklim adalah memastikan mereka kembali menuju stabilitas, kehidupan aman, dan martabat manusia,” ujarnya.

Pemerintah Suriah menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari implementasi nyata agenda global mengenai iklim dan kesehatan.

Data lapangan menunjukkan sekitar satu juta pengungsi Suriah masih tinggal di kamp-kamp wilayah utara Suriah. Kamp-kamp itu tersebar di lebih dari 1.100 titik, termasuk sekitar 801 kamp di Idlib dan 349 kamp di wilayah Aleppo.

Mayoritas penghuni kamp merupakan warga sipil yang mengungsi akibat perang panjang sejak 2011, kehancuran kota-kota besar, serta pertempuran antara berbagai pihak yang berlangsung selama lebih dari satu dekade.

Suriah Mulai Fokus pada Rekonstruksi dan Pemulihan Nasional

Ahmad al-Sharaa menegaskan bahwa rekonstruksi Suriah kini menjadi prioritas utama pemerintah transisi setelah runtuhnya pemerintahan Bashar al-Assad pada akhir 2024.

Menurutnya, pembangunan kembali infrastruktur dan layanan publik tidak hanya berkaitan dengan ekonomi, tetapi juga menyangkut stabilitas kesehatan dan lingkungan jangka panjang bagi generasi mendatang.

“Proses rekonstruksi Suriah sedang meletakkan dasar bagi realitas lingkungan dan kesehatan yang berkelanjutan,” kata Ahmad al-Sharaa.

Ia juga menyerukan kerja sama internasional yang lebih luas untuk membantu proses pemulihan Suriah, terutama dalam bidang kesehatan, pembangunan, dan kemanusiaan.

“Suriah hadir hari ini untuk memperkuat kemitraan konstruktif berdasarkan pertukaran keahlian dan sumber daya demi melayani kesehatan manusia,” ujarnya.

Pemerintah Suriah menilai pengalaman panjang menghadapi perang, kehancuran, dan krisis kemanusiaan telah membentuk ketahanan nasional yang besar di tengah berbagai tantangan internasional.

Jutaan warga Suriah sebelumnya terpaksa mengungsi baik ke luar negeri maupun ke berbagai wilayah dalam negeri selama perang yang berlangsung sejak 2011 hingga 2024.

Setelah jatuhnya rezim Bashar al-Assad dan terbentuknya pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Ahmad al-Sharaa pada Januari 2025, Damaskus mulai mengarahkan fokus pada stabilisasi keamanan, pemulihan ekonomi, dan pengembalian masyarakat sipil ke kehidupan normal.

Target penutupan kamp pengungsi pada 2027 kini dipandang sebagai salah satu proyek paling ambisius pemerintahan baru Suriah dalam upaya mengakhiri dampak kemanusiaan perang yang telah berlangsung lebih dari satu dekade. (ahmad/andalusmedia.id)

Tags: Ahmad Al-SharaaAl-Sharaakabar suriahPemerintah Baru Suriahsuriah
Share946Tweet591SendShare
Previous Post

Ahmad Al-Sharaa Larang Produk Israel Masuk ke Damaskus

Next Post

Ahmad al-Sharaa dan Hadiah Parfum dari Donald Trump

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Jenderal Rusia

Jenderal Rusia Peringatkan Konflik Asia Barat Bisa Mengancam Israel

20 Agustus 2026
Negara Teluk

Iran Peringatkan Negara Teluk, Dukungan untuk AS Bisa Dianggap Keterlibatan

20 Agustus 2026
Saudi

Saudi Kecam Serangan Israel ke Abu al-Duhur, Sebut Langgar Kedaulatan Suriah

19 Agustus 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.