Utusan Khusus Presiden Amerika Serikat untuk Suriah dan Irak, Thomas Barak, menyebut Suriah memainkan peran penting dalam mengurangi ketegangan regional di Timur Tengah. Ia menilai negara tersebut menjadi salah satu unsur penting dalam menghadapi dinamika kawasan dan membuka peluang bagi negara-negara di wilayah itu untuk menata kembali hubungan mereka.
Pernyataan tersebut disampaikan Barak setelah bertemu dengan Menteri Luar Negeri dan Urusan Ekspatriat Suriah, Asaad al-Shaibani, di Istanbul, Turki, pada Kamis (8/10/2026). Pertemuan itu membahas hubungan bilateral, perkembangan terbaru di kawasan, serta peluang kerja sama dan koordinasi antara Damaskus dan Washington.
Dalam unggahan di akun X miliknya, Barak menggambarkan Suriah sebagai salah satu elemen penting dalam kompleksitas geopolitik Timur Tengah. Ia mengibaratkan kawasan tersebut seperti kubus Rubik yang membutuhkan pendekatan untuk menyelaraskan berbagai kepentingan yang saling berkaitan.
Menurut Barak, Suriah dapat membantu menemukan pendekatan untuk mengurangi ketegangan di kawasan. Ia juga menyatakan bahwa saat ini terdapat kesempatan bagi negara-negara Timur Tengah untuk menata kembali hubungan dan urusan regional mereka.
Bahas Prioritas Bersama dan Stabilitas Kawasan
Barak menyampaikan bahwa dirinya senang dapat bertemu dengan al-Shaibani untuk membahas sejumlah prioritas bersama, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan dan ancaman regional.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari komunikasi yang berlangsung antara pejabat Suriah dan Amerika Serikat dalam beberapa bulan terakhir. Kedua pihak membicarakan hubungan bilateral serta berbagai persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan stabilitas kawasan.
Kementerian Luar Negeri dan Urusan Ekspatriat Suriah menyatakan bahwa pembicaraan di Istanbul turut membahas prospek penguatan kerja sama dan koordinasi dalam sejumlah isu yang menjadi kepentingan bersama.
Menurut kementerian tersebut, komunikasi itu juga berkaitan dengan upaya mendukung keamanan dan stabilitas regional. Namun, keterangan yang dipublikasikan tidak merinci kesepakatan khusus yang dihasilkan dari pertemuan tersebut.
Pernyataan Barak menunjukkan bahwa Washington memandang Suriah sebagai salah satu pihak yang relevan dalam pembahasan berbagai tantangan di Timur Tengah. Meski demikian, pernyataan tersebut merupakan penilaian pejabat Amerika Serikat mengenai posisi Suriah, bukan pengumuman tentang kesepakatan baru antara kedua negara.
Baca Artikel Lainnya: Wakil Suriah di PBB: Supremasi Hukum Berakar dari Perjuangan Rakyat
Komunikasi Damaskus dan Washington Berlanjut
Pertemuan di Istanbul berlangsung di tengah serangkaian komunikasi antara pejabat Suriah dan Amerika Serikat. Pembahasan sebelumnya mencakup hubungan bilateral, perkembangan regional, serta peluang pemulihan ekonomi Suriah.
Pada 8 September lalu, al-Shaibani dan Barak dilaporkan bertemu di Ankara, Turki, untuk membahas hubungan kedua negara dan perkembangan terkini di kawasan.
Kedua pejabat itu juga mengadakan pertemuan di Istanbul pada 17 Agustus. Menurut laporan tersebut, pembicaraan saat itu mencakup penguatan hubungan Suriah-AS serta prioritas pemulihan ekonomi Suriah, termasuk pencabutan sanksi dan percepatan rekonstruksi.
Rangkaian pertemuan tersebut memperlihatkan bahwa komunikasi kedua pihak tidak terbatas pada isu keamanan regional, tetapi juga mencakup agenda ekonomi dan pembangunan kembali Suriah.
Suriah di Tengah Dinamika Timur Tengah
Barak menilai kesempatan untuk menata kembali hubungan regional saat ini perlu dimanfaatkan oleh negara-negara di Timur Tengah. Dalam pandangannya, Suriah memiliki posisi penting dalam proses tersebut karena keterkaitannya dengan berbagai persoalan kawasan.
Namun, pernyataan itu belum menjelaskan langkah konkret yang akan ditempuh Washington dan Damaskus untuk menerjemahkan pandangan tersebut menjadi kebijakan bersama.
Ke depan, arah hubungan Suriah-AS akan bergantung pada pembahasan lanjutan serta bentuk koordinasi yang disepakati kedua pihak. Pertemuan di Istanbul menjadi salah satu forum untuk membicarakan prioritas tersebut di tengah dinamika politik dan keamanan Timur Tengah. (haidar/andalusmedia.id)














