Menteri Luar Negeri dan Urusan Ekspatriat Suriah, Asaad Hassan al-Shaibani, tiba di ibu kota Arab Saudi, Riyadh, pada Kamis (15/10/2026) untuk melakukan kunjungan resmi dengan memimpin delegasi tingkat tinggi.
Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat konsultasi antara Damaskus dan Riyadh sekaligus mengembangkan hubungan bilateral kedua negara. Informasi ini disampaikan Kantor Berita Suriah (SANA), mengutip Departemen Media dan Komunikasi Kementerian Luar Negeri dan Urusan Ekspatriat Suriah.
Namun, pihak kementerian belum mengungkapkan rincian agenda kunjungan maupun pejabat Arab Saudi yang dijadwalkan bertemu dengan al-Shaibani selama berada di kerajaan tersebut.
Kedatangan al-Shaibani berlangsung di tengah meningkatnya komunikasi diplomatik antara Suriah dan Arab Saudi, terutama dalam membahas perkembangan regional serta upaya memperkuat koordinasi di antara kedua negara.
Bahas perkembangan regional dan keamanan
Empat hari sebelum kunjungan tersebut, al-Shaibani melakukan percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Faisal bin Farhan. Dalam komunikasi itu, keduanya membahas perkembangan situasi regional.
Menurut laporan tersebut, al-Shaibani menyampaikan solidaritas Suriah kepada Arab Saudi dalam menghadapi serangan Houthi yang menargetkan fasilitas sipil. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat kerja sama dan koordinasi bersama.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pembahasan keamanan regional menjadi salah satu bagian dari komunikasi diplomatik kedua negara. Meski demikian, belum ada informasi mengenai kesepakatan baru yang dihasilkan dari kunjungan al-Shaibani ke Riyadh kali ini.
Baca Artikel Lainnya: Belanda Gelontorkan 15 Juta Euro untuk Pulihkan Layanan Dasar dan Ekonomi Suriah
Intensitas pertemuan Suriah dan Arab Saudi meningkat
Kunjungan al-Shaibani berlangsung sembilan hari setelah Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa melakukan kunjungan ke Riyadh pada 6 Oktober 2026. Dalam kunjungan tersebut, al-Sharaa bertemu dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.
Kedua pemimpin membahas hubungan bilateral dan langkah-langkah untuk mengembangkannya, serta perkembangan terbaru di kawasan.
Sebelumnya, al-Sharaa juga mengunjungi Arab Saudi pada April 2026 dan bertemu dengan Mohammed bin Salman di Jeddah. Riyadh sendiri menjadi tujuan kunjungan luar negeri pertamanya setelah menjabat sebagai presiden Suriah, yakni pada 2 Februari 2025, ketika ia turut didampingi al-Shaibani.
Rangkaian pertemuan tersebut memperlihatkan intensitas hubungan diplomatik yang terus berkembang antara Damaskus dan Riyadh sejak perubahan politik di Suriah.
Al-Shaibani berulang kali kunjungi Riyadh
Di tingkat diplomatik, al-Shaibani telah beberapa kali mengunjungi Arab Saudi sejak awal 2025. Kunjungan luar negeri pertamanya setelah jatuhnya rezim Bashar al-Assad berlangsung pada awal Januari 2025, ketika ia bertemu dengan sejumlah pejabat Saudi untuk membahas hubungan bilateral dan dukungan bagi fase transisi Suriah.
Ia kemudian kembali mengunjungi Riyadh pada Februari, Maret, dan Juli 2026.
Dalam kunjungannya pada 15 Juli, al-Shaibani bertemu dengan Faisal bin Farhan. Pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan kedua negara, perkembangan regional, serta upaya mendukung keamanan dan stabilitas.
Kunjungan terbaru al-Shaibani menjadi bagian dari rangkaian komunikasi tingkat tinggi antara kedua pemerintahan. Namun, karena rincian agenda dan hasil pertemuan belum diumumkan, perkembangan konkret dari kunjungan tersebut masih menunggu keterangan resmi lebih lanjut. (haidar/andalusmedia.id)














