Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani melakukan percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan pada Kamis (15/10/2026). Kedua pejabat membahas hubungan bilateral serta perkembangan terbaru di kawasan.
Kementerian Luar Negeri Suriah menyampaikan bahwa kedua menteri menekankan pentingnya menjaga stabilitas di Suriah dan memperkuat kerja sama antara kedua negara. Upaya tersebut, menurut kementerian, diarahkan untuk mendukung kepentingan bersama masyarakat Suriah dan Turki.
Meski demikian, keterangan resmi yang disampaikan tidak merinci isu regional yang dibahas maupun kesepakatan baru yang dicapai dalam percakapan tersebut.
Komunikasi ini menjadi bagian dari rangkaian hubungan diplomatik Damaskus dan Ankara yang terus berkembang, terutama dalam pembahasan stabilitas Suriah dan penguatan koordinasi bilateral.
Pertemuan di Ankara Bahas Penguatan Hubungan
Percakapan telepon tersebut berlangsung sekitar satu pekan setelah al-Shaibani bertemu langsung dengan Hakan Fidan di Ankara pada 8 Oktober 2026.
Dalam pertemuan itu, kedua menteri membahas langkah-langkah untuk memperkuat hubungan bilateral serta perkembangan terbaru terkait pengaktifan komite tinggi bersama antara Suriah dan Turki. Sejumlah persoalan regional juga masuk dalam pembahasan.
Pengaktifan komite bersama tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya kedua negara untuk memperkuat mekanisme komunikasi dan koordinasi. Namun, informasi mengenai agenda lanjutan maupun jadwal pelaksanaan pembahasan berikutnya belum disampaikan secara terperinci.
Pertemuan di Ankara juga berlangsung setelah al-Shaibani mengadakan pertemuan dengan utusan Amerika Serikat. Meski demikian, keterangan yang tersedia tidak menjelaskan adanya keterkaitan langsung antara kedua pertemuan tersebut.
Baca Artikel Lainnya: Suriah-Saudi Intensifkan Diplomasi, Al-Shaibani Pimpin Delegasi Tingkat Tinggi ke Riyadh
Suriah dan Turki Perluas Kerja Sama Pendidikan
Selain komunikasi di tingkat kementerian luar negeri, hubungan Suriah-Turki juga berkembang melalui sektor pendidikan tinggi.
Pada Rabu (14/10/2026), Kementerian Pendidikan Tinggi Suriah dan Dewan Pendidikan Tinggi Turki menandatangani nota kesepahaman yang berkaitan dengan pengaturan perguruan tinggi yang beroperasi di wilayah Suriah utara.
Kesepakatan tersebut ditujukan untuk mengatur kondisi operasional lembaga pendidikan tinggi sekaligus menjamin hak-hak mahasiswa dan para lulusannya.
Kedua pihak juga membahas rencana pendirian universitas internasional Suriah-Turki di Damaskus. Namun, informasi yang tersedia belum memuat rincian mengenai jadwal pendirian, struktur kelembagaan, maupun mekanisme operasional universitas tersebut.
Kerja sama di bidang pendidikan ini menjadi salah satu perkembangan konkret dalam hubungan kedua negara, di samping komunikasi diplomatik yang berfokus pada stabilitas dan persoalan regional.
Stabilitas Suriah Menjadi Perhatian Bersama
Pernyataan Kementerian Luar Negeri Suriah menempatkan stabilitas negara itu sebagai salah satu pokok penting dalam komunikasi antara al-Shaibani dan Fidan.
Penguatan hubungan bilateral, koordinasi melalui mekanisme bersama, serta kerja sama di sektor pendidikan menunjukkan sejumlah bidang yang menjadi perhatian kedua negara.
Meski demikian, belum ada keterangan terperinci mengenai langkah-langkah baru yang disepakati dalam percakapan telepon terbaru tersebut. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada tindak lanjut komunikasi diplomatik dan pelaksanaan kerja sama yang telah dibahas. (haidar/andalusmedia.id)














