• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Teheran Tuduh AS

Teheran Tuduh AS Langgar MoU Lewat Serangan Militer, Kepatuhan Resmi Dihentikan

2 minggu ago
Asy Syaraa

Asy Syaraa Buka Peluang Kesepakatan dengan Israel, Suriah Utamakan Jaminan Keamanan

8 jam ago
Houthi

Houthi Serang Fasilitas Minyak Arab Saudi, Front Baru Perang AS-Iran Makin Memanas

8 jam ago
PBB

PBB Peringatkan 74 Ribu Anak Gaza Berisiko Malnutrisi Akut dalam Setahun

3 hari ago
Pemimpin Baru Hamas

Pemimpin Baru Hamas Tetapkan 6 Prioritas, Hentikan Serangan Israel Jadi Fokus Utama

3 hari ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Senin, Juli 27, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Iran

Teheran Tuduh AS Langgar MoU Lewat Serangan Militer, Kepatuhan Resmi Dihentikan

Teheran menyatakan pelaksanaan nota kesepahaman dengan Amerika Serikat ditangguhkan setelah menuding Washington melanggar komitmen melalui aksi militer. Meski begitu, Iran menegaskan jalur diplomasi masih terbuka.

by Admin Andalus
2 minggu ago
A A
Teheran Tuduh AS

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei.

2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah Iran resmi menangguhkan kepatuhannya terhadap nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani dengan Amerika Serikat pada 17 Juni 2026. Keputusan itu diambil setelah Teheran menuduh Washington berulang kali melanggar isi kesepakatan melalui operasi militer yang menyasar sejumlah wilayah strategis di Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, dalam konferensi pers di Teheran pada Senin (13/7/2026). Ia mengatakan nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan itu kini telah memasuki “fase krisis” karena Amerika Serikat dinilai tidak lagi menjalankan komitmen yang telah disepakati bersama.

Menurut Baqaei, sejak awal Iran menegaskan bahwa implementasi MoU harus berjalan berdasarkan prinsip timbal balik. Artinya, setiap kewajiban yang dijalankan Iran harus diimbangi dengan kepatuhan Amerika Serikat terhadap seluruh poin dalam kesepakatan.

“Kami telah mengatakan sejak awal bahwa ini adalah soal komitmen dibalas komitmen. Jika pihak lain mematuhi komitmennya, kami juga akan memenuhi komitmen kami,” kata Baqaei.

Ia menegaskan bahwa selama Washington masih melanggar isi nota kesepahaman, Iran juga tidak akan menjalankan kewajiban yang tercantum dalam dokumen tersebut. Meski demikian, Teheran belum menyatakan keluar dari MoU dan masih mengakui keberadaan kesepakatan itu secara resmi.

Pemerintah Iran menuduh Amerika Serikat melakukan serangkaian serangan terhadap wilayah selatan negara itu dalam beberapa pekan terakhir. Serangan tersebut disebut menyasar kawasan strategis seperti Chabahar, Bandar Abbas, Bushehr, dan Provinsi Hormozgan.

Selain menyerang pelabuhan dan infrastruktur transportasi, Washington juga dituduh menargetkan kapal nelayan, kapal kargo, hingga fasilitas meteorologi yang berada di wilayah pesisir Teluk.

Teheran menilai tindakan tersebut bertentangan dengan semangat deeskalasi yang menjadi dasar lahirnya nota kesepahaman. Iran juga menuding campur tangan Amerika Serikat dalam pengaturan pelayaran di Selat Hormuz memperburuk stabilitas kawasan dan mengancam jalur perdagangan energi internasional.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa nota kesepahaman tersebut telah berakhir. Meski begitu, Trump tetap membuka peluang bagi kelanjutan dialog antara Washington dan Teheran apabila kedua pihak bersedia kembali ke meja perundingan.

Sebagai respons atas serangan yang dituduhkan kepada Amerika Serikat, Iran mengaku telah melancarkan operasi militer terhadap sejumlah fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.

Baca Artikel Lainnya: Empat Penantang Netanyahu di Pemilu Israel 2026, Siapa Paling Berpeluang Akhiri Dominasi Likud?

Menurut Baqaei, sasaran operasi meliputi pangkalan militer, sistem radar, depot bahan bakar, serta fasilitas logistik Amerika Serikat yang berada di Yordania, Bahrain, Kuwait, dan Oman.

Ia menegaskan operasi tersebut hanya menyasar instalasi militer yang digunakan untuk mendukung serangan terhadap Iran dan bukan ditujukan kepada negara-negara tempat pangkalan itu berada.

“Kami tidak menyerang negara mana pun di kawasan ini, dan kami tidak akan menyerang mereka,” ujarnya.

Namun, Baqaei juga memperingatkan bahwa setiap wilayah yang digunakan sebagai basis operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran akan dianggap sebagai target yang sah dalam kerangka hak membela diri.

RelatedPosts

Asy Syaraa Buka Peluang Kesepakatan dengan Israel, Suriah Utamakan Jaminan Keamanan

Houthi Serang Fasilitas Minyak Arab Saudi, Front Baru Perang AS-Iran Makin Memanas

Meski ketegangan kembali meningkat, Iran menegaskan pintu diplomasi belum ditutup. Pemerintah Iran mengaku masih menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah negara yang terlibat dalam proses mediasi, termasuk Qatar, Oman, dan Pakistan.

Pakistan sendiri menjadi salah satu mediator utama dalam proses yang menghasilkan penandatanganan nota kesepahaman antara Iran dan Amerika Serikat pada pertengahan Juni lalu. Kesepakatan itu sebelumnya diproyeksikan menjadi landasan bagi perundingan yang lebih luas mengenai keamanan kawasan, stabilitas Selat Hormuz, hingga berbagai isu strategis lainnya.

Namun, perkembangan terbaru menunjukkan implementasi kesepakatan tersebut kini menghadapi hambatan serius. Iran menilai tindakan militer Washington telah mengikis kepercayaan yang menjadi fondasi utama perundingan.

Meski pelaksanaan MoU saat ini dibekukan, Teheran menegaskan keputusan tersebut bersifat sementara. Iran menyatakan siap kembali menjalankan seluruh kewajibannya apabila Amerika Serikat terlebih dahulu memenuhi komitmen yang telah disepakati dalam nota kesepahaman tersebut. (haidar/andalusmedia.id)

Tags: Amerika Serikatberita Timur Tengah terbaruDonald TrumpIranMoU Iran AS
Share945Tweet591SendShare
Previous Post

Nasihat Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa kepada Majelis Rakyat

Next Post

Arab Saudi-Houthi Kembali Saling Serang, Yaman Terancam Masuk Babak Baru Konflik

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Asy Syaraa

Asy Syaraa Buka Peluang Kesepakatan dengan Israel, Suriah Utamakan Jaminan Keamanan

27 Juli 2026
Houthi

Houthi Serang Fasilitas Minyak Arab Saudi, Front Baru Perang AS-Iran Makin Memanas

27 Juli 2026
PBB

PBB Peringatkan 74 Ribu Anak Gaza Berisiko Malnutrisi Akut dalam Setahun

24 Juli 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.