• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Empat Penantang Netanyahu

Empat Penantang Netanyahu di Pemilu Israel 2026, Siapa Paling Berpeluang Akhiri Dominasi Likud?

2 minggu ago
Asy Syaraa

Asy Syaraa Buka Peluang Kesepakatan dengan Israel, Suriah Utamakan Jaminan Keamanan

8 jam ago
Houthi

Houthi Serang Fasilitas Minyak Arab Saudi, Front Baru Perang AS-Iran Makin Memanas

8 jam ago
PBB

PBB Peringatkan 74 Ribu Anak Gaza Berisiko Malnutrisi Akut dalam Setahun

3 hari ago
Pemimpin Baru Hamas

Pemimpin Baru Hamas Tetapkan 6 Prioritas, Hentikan Serangan Israel Jadi Fokus Utama

3 hari ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Senin, Juli 27, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Israel

Empat Penantang Netanyahu di Pemilu Israel 2026, Siapa Paling Berpeluang Akhiri Dominasi Likud?

Pemilu Israel 2026 diprediksi menjadi salah satu pertarungan politik paling sengit dalam beberapa dekade terakhir. Benjamin Netanyahu kembali maju mempertahankan kursi perdana menteri, namun kali ini ia harus menghadapi empat tokoh berpengaruh yang dinilai memiliki peluang besar mengakhiri dominasinya di politik Israel.

by Admin Andalus
2 minggu ago
A A
Empat Penantang Netanyahu

Dari kiri ke kanan : Pemimpin Partai "Yisrael Beiteinu", Avigdor Lieberman. Pemimpin oposisi "Israel", Yair Lapid. Mantan Perdana Menteri "Israel", Naftali Bennett. Mantan Kepala Staf Militer "Israel", Gadi Eisenkot.

2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pemilu legislatif Israel dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2026. Kontestasi ini akan menjadi ujian besar bagi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang kembali mencalonkan diri setelah menghadapi tekanan politik akibat perang Gaza, krisis keamanan, hingga perpecahan di dalam negeri.

Sesuai ketentuan hukum Israel, masa jabatan Knesset saat ini akan berakhir pada 17 Juli 2026. Penetapan jadwal pemilu membuka peluang bagi pemerintahan Netanyahu menjadi salah satu koalisi yang mampu menyelesaikan masa jabatan penuh selama empat tahun.

Meski begitu, jalan Netanyahu untuk kembali berkuasa diperkirakan tidak akan mudah. Berbagai survei dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan dukungan terhadap pemimpin Partai Likud itu terus mengalami fluktuasi, sementara sejumlah tokoh oposisi mulai memperoleh kepercayaan publik.

Netanyahu yang kini berusia 76 tahun tetap optimistis mampu mempertahankan kekuasaan. Ia bahkan menyatakan ingin membentuk pemerintahan nasional yang lebih luas dan tidak hanya bergantung pada koalisi sayap kanan seperti periode sebelumnya.

RelatedPosts

Asy Syaraa Buka Peluang Kesepakatan dengan Israel, Suriah Utamakan Jaminan Keamanan

Houthi Serang Fasilitas Minyak Arab Saudi, Front Baru Perang AS-Iran Makin Memanas

Gadi Eisenkot Muncul Sebagai Penantang Terkuat

Salah satu nama yang paling banyak diperbincangkan adalah mantan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel, Gadi Eisenkot.

Popularitas Eisenkot meningkat setelah keluarganya menjadi korban perang Gaza. Putranya, Gal Eisenkot, gugur dalam pertempuran, disusul dua keponakannya yang juga meninggal dalam konflik tersebut. Peristiwa itu membuat namanya semakin dikenal di tengah masyarakat Israel.

Eisenkot memiliki pengalaman panjang di militer sebelum memasuki dunia politik. Ia pernah menjadi sekretaris militer bagi mantan Perdana Menteri Ehud Barak dan Ariel Sharon, kemudian bergabung dengan Benny Gantz pada 2022.

Pada 2025, Eisenkot mendirikan Partai Yashar (Lurus). Sejumlah survei bahkan menempatkannya sebagai kandidat yang memiliki tingkat elektabilitas lebih tinggi dibanding Netanyahu.

Naftali Bennett Siap Comeback

Mantan Perdana Menteri Naftali Bennett juga diperkirakan menjadi pesaing serius.

Bennett dikenal sebagai tokoh yang berhasil mengakhiri dominasi Netanyahu pada 2021 setelah membentuk koalisi lintas partai. Meski pemerintahannya hanya bertahan sekitar satu tahun, banyak pemilih menilai Bennett memiliki gaya kepemimpinan yang lebih pragmatis.

Dalam isu keamanan, Bennett tetap dikenal memiliki sikap keras terhadap Palestina. Namun sebagian kalangan melihat pendekatannya lebih fleksibel dalam mengelola pemerintahan dibanding Netanyahu.

 

Baca Artikel Lainnya: Aturan Baru Pemilu Mahmoud Abbas Picu Polemik, Masa Depan Politik Palestina Kembali Dipertanyakan

 

Yair Lapid Masih Jadi Andalan Oposisi

Nama lain yang tak bisa diabaikan adalah Yair Lapid, pemimpin Partai Yesh Atid.

Lapid pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan, Menteri Luar Negeri, hingga Perdana Menteri Israel pada 2022 melalui sistem rotasi pemerintahan.

Selama beberapa tahun terakhir, ia menjadi tokoh utama yang memimpin kritik terhadap reformasi sistem peradilan yang diusung pemerintahan Netanyahu. Sikap tersebut membuat Lapid memperoleh dukungan dari kelompok liberal dan masyarakat perkotaan.

Lieberman Tetap Jadi Ancaman

Mantan Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman juga diprediksi kembali meramaikan persaingan.

Pendiri Partai Yisrael Beiteinu itu pernah menjadi sekutu dekat Netanyahu sebelum akhirnya berbalik menjadi salah satu pengkritik paling keras.

Lieberman secara konsisten menentang berbagai kebijakan pemerintah yang dianggap terlalu mengakomodasi komunitas Yahudi ultra-Ortodoks (Haredi). Ia terus mendorong pemberlakuan wajib militer bagi kalangan Haredi sebagai bagian dari agenda politiknya.

Kritik dari Tokoh Agama

Tantangan Netanyahu tidak hanya datang dari lawan politik, tetapi juga dari kalangan agama.

Mantan Rabi Agung Israel, Yitzhak Yosef, dikabarkan mengkritik Netanyahu karena dianggap tidak memenuhi janji terkait pembebasan pelajar sekolah agama dari kewajiban wajib militer.

Dalam laporan Radio Militer Israel, Yosef bahkan disebut membuka peluang memberikan dukungan kepada Partai Yashar yang dipimpin Gadi Eisenkot dibanding kembali mendukung Partai Likud.

Di sisi lain, Partai Likud dijadwalkan menggelar pemilihan pendahuluan pada 4 Agustus 2026 guna menetapkan daftar calon anggota Knesset sekaligus mengukuhkan kepemimpinan partai menjelang pemilu.

Dengan banyaknya tokoh yang siap bertarung, pemilu legislatif Israel tahun ini diperkirakan menjadi salah satu yang paling menentukan dalam sejarah politik modern negara tersebut. Hasilnya bukan hanya menentukan siapa yang akan memimpin pemerintahan berikutnya, tetapi juga akan memengaruhi arah kebijakan Israel terkait perang, keamanan nasional, dan hubungan luar negeri di tengah dinamika Timur Tengah yang terus berubah. (haidar/andalusmedia.id)

Tags: Benjamin Netanyahuberita Timur Tengah terbaruPartai LikudPemilu Israel 2026Politik Israel
Share945Tweet591SendShare
Previous Post

Resmi Dibentuk, Majelis Rakyat Suriah Siap Memulai Tugasnya

Next Post

Nasihat Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa kepada Majelis Rakyat

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Asy Syaraa

Asy Syaraa Buka Peluang Kesepakatan dengan Israel, Suriah Utamakan Jaminan Keamanan

27 Juli 2026
Houthi

Houthi Serang Fasilitas Minyak Arab Saudi, Front Baru Perang AS-Iran Makin Memanas

27 Juli 2026
PBB

PBB Peringatkan 74 Ribu Anak Gaza Berisiko Malnutrisi Akut dalam Setahun

24 Juli 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.