• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Pengiriman Pasukan

Suriah Klarifikasi Isu Pengiriman Pasukan ke Yaman, Tegaskan Prioritas pada Stabilitas

2 minggu ago
Menlu Suriah

Menlu Suriah: Keamanan Arab Saudi Bagian dari Keamanan Suriah dan Kawasan

6 hari ago
Suriah dan Turki

Menlu Suriah dan Turki Bahas Stabilitas Regional serta Penguatan Kerja Sama Bilateral

6 hari ago
Suriah-Saudi

Suriah-Saudi Intensifkan Diplomasi, Al-Shaibani Pimpin Delegasi Tingkat Tinggi ke Riyadh

1 minggu ago
Belanda

Belanda Gelontorkan 15 Juta Euro untuk Pulihkan Layanan Dasar dan Ekonomi Suriah

1 minggu ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Sabtu, Oktober 24, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Kabar Suriah

Suriah Klarifikasi Isu Pengiriman Pasukan ke Yaman, Tegaskan Prioritas pada Stabilitas

Kementerian Informasi Suriah menegaskan kebijakan Damaskus berfokus pada stabilitas dan rekonstruksi, sementara laporan Reuters dan Axios menyebut opsi bantuan militer ke Arab Saudi masih dibahas.

by Admin Andalus
2 minggu ago
A A
Pengiriman Pasukan

Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman saat pertemuan mereka di Riyadh, 6 Oktober 2026 - SPA

2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah Suriah memberikan klarifikasi terkait laporan mengenai kemungkinan pengiriman pasukan ke Yaman untuk membantu Arab Saudi menghadapi kelompok Houthi. Damaskus menegaskan bahwa kebijakan regionalnya saat ini berfokus pada stabilitas, perdamaian, dan kerja sama, bukan membuka front konflik baru.

Klarifikasi tersebut disampaikan Kementerian Informasi Suriah pada Rabu, 7 Oktober 2026, setelah muncul laporan bahwa Riyadh meminta bantuan militer Suriah di tengah meningkatnya pertempuran dengan Houthi di Yaman.

Melalui akun Syrian Response yang berafiliasi dengan Departemen Media Asing Kementerian Informasi, Damaskus menyatakan posisinya jelas dan menegaskan solidaritas terhadap Arab Saudi dalam menghadapi ancaman terhadap keamanan dan stabilitasnya.

Kementerian juga menyatakan bahwa prioritas Suriah saat ini adalah membangun kembali negara, memperkuat institusi, serta bekerja sama dengan mitra dalam proses rekonstruksi dan peningkatan kehidupan masyarakat. Setiap bentuk kerja sama militer dengan negara mitra, menurut kementerian, hanya akan dilakukan melalui saluran resmi dan kerangka bilateral yang berlaku.

RelatedPosts

Menlu Suriah: Keamanan Arab Saudi Bagian dari Keamanan Suriah dan Kawasan

Suriah-Saudi Intensifkan Diplomasi, Al-Shaibani Pimpin Delegasi Tingkat Tinggi ke Riyadh

Reuters: Opsi Bantuan Militer Masih Dipertimbangkan

Laporan mengenai kemungkinan keterlibatan Suriah sebelumnya muncul setelah Reuters mengutip seorang pejabat Amerika Serikat yang menyebut Arab Saudi meminta Damaskus mengerahkan pasukan untuk membantu pertempuran melawan Houthi.

Reuters juga melaporkan bahwa Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa membahas kemungkinan bantuan militer tersebut selama kunjungannya ke Riyadh. Dua sumber yang dikutip Reuters menyebut Damaskus masih mempertimbangkan opsi tersebut dan belum mengambil keputusan akhir.

Di sisi lain, seorang diplomat Suriah yang dikutip Reuters mengatakan Damaskus saat ini masih berfokus pada prioritas internal. Jika terdapat permintaan kerja sama militer dari Riyadh, pembahasannya akan dilakukan melalui saluran resmi.

Kementerian Luar Negeri Suriah kemudian mengonfirmasi kepada Syria TV mengenai keakuratan informasi dan pernyataan yang dilaporkan Reuters atas nama diplomat Suriah. Namun, penjajakan bantuan militer tersebut tidak berarti Suriah telah memutuskan untuk memasuki perang atau mengirim pasukan ke wilayah Yaman.

Axios Sebut Opsi Pengiriman 10.000–20.000 Tentara

Perkembangan terbaru datang dari laporan Axios yang mengutip tiga pejabat AS. Media tersebut menyebut Arab Saudi dan Suriah sedang membahas kemungkinan pengerahan pasukan Suriah ke Yaman untuk mendukung operasi terhadap Houthi.

Menurut Axios, Al-Sharaa disebut serius mempertimbangkan proposal tersebut, tetapi belum membuat keputusan final. Pembahasan terutama berlangsung antara Riyadh dan Damaskus, sementara pemerintahan Presiden AS Donald Trump disebut telah mendapat informasi mengenai pembicaraan tersebut.

Axios juga mengutip sumber yang mengetahui pembahasan tersebut mengenai kemungkinan jumlah pasukan yang dikirim. Angkanya disebut berada di kisaran 10.000 hingga 20.000 tentara.

Namun, Kementerian Pertahanan Suriah belum mengeluarkan pernyataan yang mengonfirmasi jumlah pasukan maupun nama unit yang disebut dalam laporan Axios.

Washington Disebut Tidak Menentang

Axios melaporkan bahwa sejumlah pejabat AS menyatakan Washington tidak menentang kemungkinan pengerahan pasukan Suriah ke Yaman. Menurut laporan tersebut, langkah itu dinilai dapat memberikan tambahan dukungan terhadap operasi yang didukung Saudi tanpa memperluas keterlibatan militer AS.

Dua pejabat AS juga disebut mengatakan bahwa Komando Pusat AS (CENTCOM) telah dimintai pendapat mengenai kemungkinan mekanisme pengerahan pasukan Suriah. Meski demikian, Gedung Putih dan CENTCOM menolak memberikan komentar kepada Axios.

 

Baca Artikel Lainnya: Al-Sharaa dan Mohammed bin Salman Bahas Rekonstruksi Suriah dan Investasi

 

Pembahasan Berlangsung di Tengah Eskalasi Saudi-Houthi

Wacana keterlibatan Suriah muncul ketika operasi militer antara Arab Saudi dan Houthi kembali meningkat. Menurut laporan Axios, pasukan pemerintah Yaman yang didukung Riyadh sedang menjalankan operasi untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai Houthi.

Houthi juga dilaporkan meningkatkan serangan rudal dan drone terhadap sejumlah sasaran di Arab Saudi, termasuk bandara, fasilitas minyak, dan instalasi militer.

Damaskus sebelumnya telah menyatakan solidaritasnya kepada Riyadh. Kementerian Luar Negeri Suriah mengutuk serangan Houthi terhadap sejumlah bandara Saudi dan menyatakan dukungan terhadap keamanan serta fasilitas sipil Arab Saudi.

Suriah Pertimbangkan Perjanjian Mekah

Pembahasan mengenai kemungkinan kerja sama militer juga berlangsung bersamaan dengan pertimbangan Suriah untuk bergabung dengan Perjanjian Mekah untuk Pertahanan Bersama, yang melibatkan Arab Saudi, Turki, dan Pakistan.

Menteri Luar Negeri Suriah Asaad al-Shaibani sebelumnya menyatakan pada Agustus bahwa Damaskus sedang mempertimbangkan keikutsertaan dalam perjanjian tersebut, tetapi belum mengambil keputusan final. Perjanjian itu mencakup peningkatan koordinasi militer dan intelijen serta kerja sama industri pertahanan.

Meski demikian, posisi terbaru Kementerian Informasi menunjukkan bahwa prioritas pemerintah Suriah tetap berada pada pembangunan kembali negara dan penguatan institusi. Setiap kemungkinan kerja sama militer dengan mitra akan bergantung pada keputusan resmi dan mekanisme bilateral yang berlaku. (haidar/andalusmedia.id)

Tags: Ahmed al-SharaaArab Saudiberita Timur Tengah terbarusuriahYaman
Share945Tweet591SendShare
Previous Post

Al-Sharaa dan Mohammed bin Salman Bahas Rekonstruksi Suriah dan Investasi

Next Post

Wakil Suriah di PBB: Supremasi Hukum Berakar dari Perjuangan Rakyat

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Menlu Suriah

Menlu Suriah: Keamanan Arab Saudi Bagian dari Keamanan Suriah dan Kawasan

17 Oktober 2026
Suriah dan Turki

Menlu Suriah dan Turki Bahas Stabilitas Regional serta Penguatan Kerja Sama Bilateral

17 Oktober 2026
Suriah-Saudi

Suriah-Saudi Intensifkan Diplomasi, Al-Shaibani Pimpin Delegasi Tingkat Tinggi ke Riyadh

16 Oktober 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.