Sedikitnya sembilan warga Palestina, termasuk seorang anak, dilaporkan terluka setelah pesawat tempur Israel membombardir sebuah rumah di kamp pengungsi Al-Shati, sebelah barat Kota Gaza, pada Jumat malam (9/5/2026).
Menurut otoritas pertahanan sipil di Jalur Gaza, rumah milik keluarga Al-Adham menjadi sasaran serangan setelah penghuni dan warga sekitar diperintahkan untuk mengungsi dari kawasan tersebut.
“Pesawat Israel mengebom rumah tersebut hingga hancur total dan menyebabkan sejumlah warga sipil terluka,” demikian pernyataan pertahanan sipil Gaza.
Sumber medis menyebut para korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza barat untuk mendapatkan perawatan, termasuk seorang anak yang mengalami luka-luka akibat ledakan.
Saksi mata mengatakan tentara Israel sebelumnya mengeluarkan ancaman untuk menyerang rumah tersebut dan memerintahkan evakuasi blok permukiman di sekitarnya.
Tak lama kemudian, sebuah pesawat pengintai dilaporkan menembakkan rudal peringatan yang tidak meledak sebelum jet tempur Israel melancarkan serangan kedua yang menghancurkan bangunan dan memicu kebakaran besar.
Ledakan juga merusak puluhan rumah di sekitar lokasi dan menyebabkan beberapa bangunan lain ikut terbakar akibat dampak serangan.
Warga setempat menyebut banyak keluarga yang sebelumnya tinggal di tenda pengungsian atau rumah rusak akibat perang kembali mengungsi karena khawatir serangan akan meluas ke wilayah lain.
Wilayah barat Gaza kini menjadi kawasan yang sangat padat penduduk setelah tentara Israel menguasai lebih dari 50 persen wilayah Jalur Gaza, terutama di bagian timur.
Di wilayah selatan Gaza, sumber lokal Palestina melaporkan tank Israel melepaskan tembakan intensif ke arah timur Khan Younis, disertai penembakan artileri di sejumlah titik lainnya.
Baca Artikel Lainnya: Komite Perlindungan Jurnalis Desak AS Buka Kembali Kasus Pembunuhan Shireen Abu Akleh
Kapal perang Israel juga disebut menembakkan senapan mesin berat ke arah pesisir barat Kota Gaza, sementara artileri Israel menembaki area sekitar Jembatan Wadi Gaza dekat kamp Nuseirat dan Bureij.
Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Gaza menyatakan tiga petugas keamanan tewas dan seorang lainnya mengalami luka serius dalam serangan udara Israel sehari sebelumnya yang menargetkan pos keamanan di barat Kota Gaza.
Menurut kementerian, sejumlah warga sipil juga mengalami luka-luka dalam serangan tersebut.
Serangan terbaru ini terjadi di tengah tuduhan pelanggaran berulang terhadap perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku sejak 10 Oktober 2025.
Kementerian Kesehatan Gaza menyebut pelanggaran Israel sejak kesepakatan itu diberlakukan telah menyebabkan sedikitnya 846 warga Palestina tewas dan 2.418 lainnya terluka.
Perang yang berlangsung sejak Oktober 2023 disebut telah menewaskan lebih dari 72 ribu warga Palestina dan melukai lebih dari 172 ribu lainnya. Konflik tersebut juga menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur sipil di Jalur Gaza, termasuk rumah, sekolah, fasilitas kesehatan, dan jaringan layanan dasar.
Situasi kemanusiaan di Gaza hingga kini masih terus memburuk di tengah keterbatasan bantuan dan meningkatnya jumlah pengungsi internal akibat serangan yang berulang. (haidar/andalusmedia.id)