Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi menegaskan solidaritas penuh negaranya terhadap Uni Emirat Arab dalam menghadapi serangan yang dikaitkan dengan Iran. Pernyataan tersebut disampaikan dalam percakapan telepon dengan Presiden UEA, Sheikh Mohammed bin Zayed, pada Selasa (5/5/2026).
Juru bicara Kepresidenan Mesir, Mohammed Al-Shennawi, menyatakan bahwa Presiden Sisi mengecam keras serangan terbaru yang menargetkan wilayah UEA. Ia menilai tindakan tersebut sebagai ancaman serius terhadap keamanan dan stabilitas kawasan Timur Tengah.
Dalam pembicaraan tersebut, Sisi juga menekankan pentingnya meningkatkan upaya diplomatik guna meredakan ketegangan dan mencegah eskalasi konflik lebih lanjut. Menurutnya, stabilitas kawasan harus menjadi prioritas bersama mengingat dampak luas yang dapat ditimbulkan dari konflik berkepanjangan.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan UEA mengungkapkan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat sejumlah serangan dalam gelombang terbaru. Tercatat sebanyak 12 rudal balistik, tiga rudal jelajah, dan empat pesawat nirawak berhasil dihancurkan sebelum mencapai target.
Meski sebagian besar serangan berhasil digagalkan, insiden tersebut tetap menyebabkan korban. Sedikitnya tiga orang dilaporkan mengalami luka ringan hingga sedang akibat dampak serangan.
Sejak awal eskalasi, pemerintah UEA mencatat telah menghadapi ratusan serangan yang mencakup 549 rudal balistik, 29 rudal jelajah, dan 2.260 drone. Data ini menunjukkan intensitas ancaman yang terus meningkat terhadap wilayah negara tersebut.
Baca Artikel Lainnya: PM Irak Ditunjuk Tawarkan Peran Mediasi Iran-AS
Pemerintah UEA mengutuk keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai “aksi teroris” karena menargetkan fasilitas sipil serta mengancam keselamatan warga. Kementerian Luar Negeri UEA menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Di tengah meningkatnya ketegangan, seruan untuk penyelesaian melalui jalur diplomatik semakin menguat. Mesir menilai bahwa pendekatan dialog dan negosiasi menjadi langkah penting untuk mencegah konflik meluas di kawasan.
Pernyataan solidaritas dari Mesir ini juga mencerminkan posisi negara tersebut sebagai salah satu aktor penting di kawasan yang berupaya menjaga stabilitas regional. Dukungan terhadap UEA dinilai sebagai bagian dari upaya kolektif negara-negara Arab dalam menghadapi ancaman keamanan bersama.
Perkembangan situasi ini terus menjadi perhatian internasional, mengingat potensi eskalasi konflik yang dapat berdampak lebih luas, tidak hanya di Timur Tengah tetapi juga terhadap stabilitas global. (haidar/andalusmedia.id)