• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Taliban

Hekmatyar vs Taliban Memanas, Pendukung Hezb-e Islami Diminta Tentukan Pilihan

2 minggu ago
Yordania dan Prancis

Yordania dan Prancis Tegaskan Dukungan untuk Persatuan dan Kedaulatan Suriah

20 jam ago
Al-Sharaa

Al-Sharaa ke New York, Hubungan Suriah-AS Bergeser dari Sanksi ke Investasi

21 jam ago
Iran

Iran Balas Serangan AS, 20 Rudal Hantam Pangkalan Militer di Yordania

1 minggu ago
Suriah dan Yordania

Suriah dan Yordania Perkuat Kerja Sama, Kecam Serangan Israel dan Iran

1 minggu ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Sabtu, September 19, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Afghanistan

Hekmatyar vs Taliban Memanas, Pendukung Hezb-e Islami Diminta Tentukan Pilihan

Gulbuddin Hekmatyar meminta anggota dan pendukung Hezb-e Islami yang mendukung pemerintahan Taliban untuk memilih sikap dan tidak lagi menggunakan nama partai jika tetap berada di pihak Imarah Islam Afghanistan.

by Admin Andalus
2 minggu ago
A A
Taliban

Gulbuddin Hekmatyar meminta anggota dan pendukung Hezb-e Islami yang mendukung pemerintahan Taliban untuk memilih sikap.

2.4k
SHARES
4.7k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pemimpin Hezb-e Islami Afghanistan, Gulbuddin Hekmatyar, menyerukan kepada anggota dan pendukung partainya agar memutus hubungan dengan pihak-pihak yang mendukung pemerintahan Taliban atau Imarah Islam Afghanistan (IIA).

Seruan tersebut disampaikan Hekmatyar dalam sebuah pesan yang dilaporkan Afghanistan International pada Jumat (4/9/2026). Ia secara khusus meminta anggota Hezb-e Islami yang telah bergabung dengan pemerintahan IIA maupun kelompok politik lain untuk tidak lagi mengatasnamakan partainya.

“Berdirilah dengan tulus bersama kelompok-kelompok itu dan berhentilah menggunakan nama Hezb-e Islami,” ujar Hekmatyar dalam pesan tersebut.

Hekmatyar Minta Anggota Menentukan Pilihan

Dalam pernyataannya, Hekmatyar tidak hanya menyinggung Taliban. Ia meminta anggota partainya menjaga jarak secara organisasi dari berbagai kelompok atau tokoh yang mendukung maupun memuji kebijakan sejumlah pemerintahan dan gerakan politik Afghanistan.

RelatedPosts

Yordania dan Prancis Tegaskan Dukungan untuk Persatuan dan Kedaulatan Suriah

Al-Sharaa ke New York, Hubungan Suriah-AS Bergeser dari Sanksi ke Investasi

Nama-nama yang disebut antara lain pendukung monarki Afghanistan, pemerintahan Mohammad Daoud Khan, kelompok komunis, Jamiat-e Islami, Shura-e Nazar, Taliban serta berbagai gerakan politik lainnya.

Seorang anggota Hezb-e Islami menafsirkan pernyataan tersebut sebagai tuntutan agar kader menentukan pilihan antara tetap mempertahankan afiliasi dengan partai atau memberikan dukungan kepada pemerintahan IIA.

“Pilih menjadi Taliban atau menjadi Hezb-e Islami,” kata anggota tersebut seperti dikutip Afghanistan International.

Hubungan Hekmatyar dan Taliban Berubah

Sikap Hekmatyar terhadap Taliban mengalami perubahan dalam beberapa tahun terakhir. Setelah Taliban kembali menguasai Kabul pada Agustus 2021, Hekmatyar sempat menyambut kembalinya kelompok tersebut.

Namun, hubungan tersebut kemudian semakin renggang. Hekmatyar mulai melontarkan kritik terhadap pemerintahan IIA, terutama terkait pemusatan kekuasaan, pembatasan terhadap masyarakat dan cara pemerintahan Afghanistan dijalankan.

Perubahan sikap itu berlangsung di tengah meningkatnya pembatasan terhadap aktivitas politik di Afghanistan. Radio Free Europe/Radio Liberty melaporkan pada 2024 bahwa IIA melarang aktivitas seluruh partai politik.

Tekanan terhadap Hekmatyar juga disebut meningkat. Rumah yang sebelumnya diberikan pemerintah kepadanya dikosongkan, sementara kegiatan ceramahnya mengalami pembatasan.

 

Baca Artikel Lainnya: Ben-Gvir Rancang Pemindahan 1,86 Juta Warga Palestina dari Gaza

 

Kantor Hezb-e Islami Ditutup

Tekanan terhadap organisasi yang dipimpin Hekmatyar dilaporkan terus berlanjut.

Afghanistan International pada Mei 2026 melaporkan bahwa kantor-kantor Hezb-e Islami diperintahkan untuk ditutup. Sejumlah anggota partai juga disebut ditangkap, sedangkan properti dan perlengkapan organisasi dilaporkan disita.

Hekmatyar sendiri disebut telah meninggalkan Afghanistan dan dalam beberapa bulan terakhir berada di Malaysia.

Kondisi tersebut semakin memperlihatkan memburuknya hubungan antara Hekmatyar dan pemerintahan IIA. Seruan terbaru untuk memutus hubungan dengan pihak yang mendukung Taliban sekaligus menegaskan kembali posisi politik Hekmatyar di tengah lingkungan politik Afghanistan yang semakin terbatas bagi partai-partai.

Hekmatyar dan Sejarah Konflik Afghanistan

Gulbuddin Hekmatyar merupakan salah satu tokoh paling dikenal dalam sejarah konflik Afghanistan modern. Ia mendirikan dan memimpin Hezb-e Islami, salah satu kelompok utama yang melawan pendudukan Uni Soviet pada dekade 1980-an.

Setelah periode panjang konflik dengan pemerintahan Afghanistan, Hekmatyar kemudian menandatangani kesepakatan perdamaian dengan pemerintahan Presiden Ashraf Ghani pada 2016. Setahun kemudian, ia kembali ke Kabul dan memasuki arena politik secara terbuka.

Perserikatan Bangsa-Bangsa kemudian mencatat keterlibatannya dalam proses politik Afghanistan, termasuk seruan agar pemilu digunakan sebagai mekanisme untuk menentukan pemerintahan negara tersebut.

Hubungan antara Hezb-e Islami dan Taliban sendiri memiliki sejarah persaingan yang panjang. Keduanya pernah menjadi kekuatan bersenjata yang berhadapan dengan pemerintahan Afghanistan sebelumnya serta pasukan asing.

Namun, setelah Taliban mengambil alih Afghanistan pada 2021, sejumlah mantan anggota Hezb-e Islami kemudian bergabung dengan pemerintahan IIA.

Seruan terbaru Hekmatyar menunjukkan bahwa persaingan dan perbedaan politik antara kedua kubu masih berlanjut, meskipun sebagian mantan anggota kelompoknya telah memilih bergabung dengan pemerintahan Taliban. (haidar/andalusmedia.id)

Tags: Afghanistanberita Timur Tengah terbaruGulbuddin HekmatyarHezb-e IslamiTaliban
Share955Tweet597SendShare
Previous Post

Ben-Gvir Rancang Pemindahan 1,86 Juta Warga Palestina dari Gaza

Next Post

AS Hadapi Tantangan Baru Usai Integrasi SDF ke Pemerintah Suriah

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Yordania dan Prancis

Yordania dan Prancis Tegaskan Dukungan untuk Persatuan dan Kedaulatan Suriah

18 September 2026
Al-Sharaa

Al-Sharaa ke New York, Hubungan Suriah-AS Bergeser dari Sanksi ke Investasi

18 September 2026
Iran

Iran Balas Serangan AS, 20 Rudal Hantam Pangkalan Militer di Yordania

10 September 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.