• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Sistem pertahanan rudal udara Rusia di pangkalan udara Hmeimim di Suriah barat.

Rusia Bernegosiasi dengan Suriah untuk Menata Ulang Pangkalan Militernya di Suriah

2 hari ago
Hubungan AS-Israel

Hubungan AS-Israel Memanas, Trump Tinggalkan Opsi Serangan terhadap Iran

7 jam ago
Hizbullah

Hizbullah Klaim Gagalkan Serangan Israel di Lebanon Selatan, Pertempuran Sengit Pecah di Majdal Zoun

9 jam ago
Pasukan keamanan Suriah menangkap seorang anggota ISIS di provinsi Idlib - 7 Agustus 2025 (Kementerian Dalam Negeri)

Dalam Tiga Bulan Terakhir, Suriah Berhasil Tangkap 235 Anggota ISIS

10 jam ago
Ahmad Al-Sharaa

Ahmad Al-Sharaa Bantah Rumor Suriah Akan Perangi Hizbullah di Lebanon

10 jam ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Sabtu, Juni 13, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Suriah

Rusia Bernegosiasi dengan Suriah untuk Menata Ulang Pangkalan Militernya di Suriah

Rusia dan Suriah Bahas Masa Depan Pangkalan Militer, Moskow Siap “Menata Ulang” Kehadirannya di Negeri Syam

by Admin Andalus
2 hari ago
A A
Sistem pertahanan rudal udara Rusia di pangkalan udara Hmeimim di Suriah barat.

Sistem pertahanan rudal udara Rusia di pangkalan udara Hmeimim di Suriah barat.

2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Hubungan antara Rusia dan pemerintahan baru Suriah memasuki babak baru. Setelah bertahun-tahun menjadi pendukung utama rezim Bashar al-Assad, Moskow kini terlibat pembicaraan intensif dengan pemerintah Presiden Ahmad Al-Sharaa mengenai masa depan pangkalan militer Rusia di Suriah.

Kementerian Luar Negeri Rusia pada Rabu (10/6) mengonfirmasi bahwa kedua negara sedang membahas kemungkinan “penataan ulang” fungsi pangkalan-pangkalan militer Rusia yang berada di wilayah Suriah. Pernyataan tersebut menjadi sinyal terbaru bahwa hubungan Damaskus-Moskow sedang mengalami proses penyesuaian pasca tumbangnya rezim Assad pada Desember 2024.

Selama lebih dari satu dekade perang Suriah, Rusia menjadikan pangkalan udara Hmeimim di Latakia dan pangkalan laut Tartus sebagai pusat operasi militernya di Timur Tengah. Kedua fasilitas tersebut memiliki nilai strategis yang sangat penting karena merupakan satu-satunya pangkalan militer Rusia di luar wilayah bekas Uni Soviet.

Kini, setelah perubahan politik besar di Damaskus, muncul pertanyaan mengenai bagaimana masa depan kehadiran Rusia di Suriah.

RelatedPosts

Dalam Tiga Bulan Terakhir, Suriah Berhasil Tangkap 235 Anggota ISIS

Ahmad Al-Sharaa Bantah Rumor Suriah Akan Perangi Hizbullah di Lebanon

Dari Pendukung Assad Menjadi Mitra Pemerintahan Baru Suriah

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, menjelaskan bahwa komunikasi dengan pemerintah Suriah berjalan aktif dan konstruktif.

Menurutnya, pembahasan tidak lagi sekadar mengenai keberadaan militer Rusia, tetapi juga menyangkut kemungkinan perubahan fungsi dan peran fasilitas-fasilitas yang selama ini digunakan oleh Moskow.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya spekulasi mengenai posisi Rusia setelah Presiden Ahmad Al-Sharaa mengambil alih kepemimpinan Suriah.

Berbeda dengan masa Assad yang sangat bergantung pada dukungan militer Rusia, pemerintahan baru Suriah berusaha membangun hubungan yang lebih seimbang dengan berbagai kekuatan internasional. Di satu sisi, Damaskus tetap membuka ruang kerja sama dengan Moskow. Namun di sisi lain, pemerintah baru juga menuntut pertanggungjawaban atas berbagai persoalan masa lalu, termasuk permintaan ekstradisi Bashar al-Assad yang saat ini mendapatkan suaka politik di Rusia.

Meski permintaan tersebut belum menunjukkan perkembangan berarti, kedua negara tampaknya memilih memisahkan isu politik itu dari hubungan strategis yang lebih luas.

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah pertemuan tingkat tinggi antara pejabat Suriah dan Rusia terus berlangsung. Kedua pihak sama-sama menyadari bahwa mereka masih memiliki kepentingan bersama, terutama dalam bidang keamanan, ekonomi, energi, dan perdagangan.

Hmeimim dan Tartus Tetap Penting

Perhatian terbesar tertuju pada pangkalan udara Hmeimim dan pangkalan laut Tartus.

Sejak intervensi Rusia di Suriah pada tahun 2015, dua fasilitas tersebut menjadi simbol pengaruh Moskow di Timur Tengah. Dari Hmeimim, Rusia menjalankan berbagai operasi udara yang membantu mempertahankan rezim Assad selama perang. Sementara Tartus menjadi pusat logistik utama bagi armada laut Rusia di kawasan Mediterania.

Namun situasi kini telah berubah.

Beberapa laporan media Barat menyebut Rusia sedang berupaya mempertahankan jejak militernya dengan pendekatan yang lebih fleksibel. Alih-alih mempertahankan model lama yang identik dengan operasi militer besar-besaran, Moskow disebut mempertimbangkan transformasi sebagian fasilitas menjadi pusat logistik, perdagangan, dan dukungan teknis.

Laporan Wall Street Journal bahkan menyebut sebuah kapal kargo Rusia yang terkena sanksi Amerika Serikat sempat merapat di Tartus bulan lalu untuk mengirimkan peralatan dan logistik baru.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada rincian resmi mengenai bentuk penataan ulang yang sedang dibahas.

Baik pihak Suriah maupun Rusia tampaknya masih menjaga kerahasiaan detail negosiasi tersebut.

Yang jelas, keberadaan Rusia di Suriah saat ini berada pada fase berbeda dibanding era Assad. Jika sebelumnya hubungan kedua negara dibangun atas dasar kebutuhan militer dan kelangsungan rezim, kini kerja sama tersebut harus menyesuaikan diri dengan realitas politik baru yang berkembang di Damaskus.

Bagi Rusia, mempertahankan akses ke Tartus dan Hmeimim berarti menjaga pengaruhnya di Laut Mediterania dan Timur Tengah. Sementara bagi Suriah, hubungan dengan Moskow tetap memiliki nilai strategis, terutama dalam bidang investasi, energi, dan pembangunan pascaperang.

Karena itu, banyak pengamat menilai bahwa yang sedang terjadi bukanlah proses pengakhiran kehadiran Rusia di Suriah, melainkan upaya merumuskan format hubungan baru yang lebih sesuai dengan kondisi politik pasca-Assad.

Negosiasi yang berlangsung saat ini akan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah hubungan Damaskus dan Moskow pada tahun-tahun mendatang. Hasil akhirnya bukan hanya berdampak pada kedua negara, tetapi juga berpengaruh terhadap keseimbangan geopolitik kawasan Timur Tengah yang terus berubah setelah berakhirnya era Bashar al-Assad. (ahmad/andalusmedia.id)

Tags: Ahmad Al-Sharaakabar suriahPemerintah Baru Suriahrusia
Share946Tweet591SendShare
Previous Post

Donald Trump Dorong Presiden Ahmad Al-Sharaa Lucuti Senjata Hizbullah

Next Post

Erdogan: Serangan Israel terhadap Suriah dan Lebanon merupakan ancaman bagi Turki

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Hubungan AS-Israel

Hubungan AS-Israel Memanas, Trump Tinggalkan Opsi Serangan terhadap Iran

13 Juni 2026
Hizbullah

Hizbullah Klaim Gagalkan Serangan Israel di Lebanon Selatan, Pertempuran Sengit Pecah di Majdal Zoun

13 Juni 2026
Pasukan keamanan Suriah menangkap seorang anggota ISIS di provinsi Idlib - 7 Agustus 2025 (Kementerian Dalam Negeri)

Dalam Tiga Bulan Terakhir, Suriah Berhasil Tangkap 235 Anggota ISIS

13 Juni 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.