• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Irak

Polemik Senjata di Irak Memanas, Kataib Hizbullah Tolak Pelucutan Jelang Tenggat Pemerintah

2 minggu ago
Jenderal Rusia

Jenderal Rusia Peringatkan Konflik Asia Barat Bisa Mengancam Israel

2 hari ago
Negara Teluk

Iran Peringatkan Negara Teluk, Dukungan untuk AS Bisa Dianggap Keterlibatan

2 hari ago
Saudi

Saudi Kecam Serangan Israel ke Abu al-Duhur, Sebut Langgar Kedaulatan Suriah

3 hari ago
Bandara Abu al-Duhur

Israel Bombardir Bandara Abu al-Duhur di Suriah, AS Cegah Bentrokan dengan Turki

3 hari ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Sabtu, Agustus 22, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Irak

Polemik Senjata di Irak Memanas, Kataib Hizbullah Tolak Pelucutan Jelang Tenggat Pemerintah

Penolakan Kataib Hizbullah terhadap rencana pelucutan senjata memperbesar tantangan pemerintah Irak dalam mengonsolidasikan seluruh kekuatan bersenjata di bawah otoritas negara.

by Admin Andalus
2 minggu ago
A A
Irak

Pemakaman seorang prajurit dari milisi Irak Kataib Hizbullah yang tewas dalam serangan udara AS di provinsi Basra.

2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Polemik pelucutan senjata di Irak semakin memanas menjelang batas waktu yang ditetapkan pemerintah pada 30 September mendatang. Penolakan terbuka dari Kataib Hizbullah terhadap rencana penyerahan senjata memicu kekhawatiran akan meningkatnya ketegangan politik serta potensi konflik internal.

Perdana Menteri Irak, Ali Al-Zaidi, sebelumnya menetapkan tenggat waktu bagi kelompok-kelompok bersenjata untuk menyerahkan persenjataan mereka kepada negara sebagai bagian dari upaya memperkuat otoritas pemerintah dan mengakhiri keberadaan senjata di luar kendali negara.

Namun, kurang dari dua bulan menjelang batas akhir tersebut, Kataib Hizbullah, yang dikenal sebagai salah satu faksi bersenjata terbesar dan terkuat di Irak, menegaskan tidak akan menyerahkan apa yang mereka sebut sebagai “senjata perlawanan”. Kelompok itu bahkan menyatakan akan terus memperkuat kemampuan militernya.

Sikap tersebut dinilai semakin memperumit upaya pemerintah dalam mengonsolidasikan seluruh kekuatan bersenjata di bawah kendali negara.

Meski demikian, pemerintah sebelumnya mengklaim telah memperoleh komitmen dari sejumlah kelompok di bawah payung Hashd Al-Shaabi (Mobilisasi Populer), seperti Saraya Al-Salam, Asaib Ahl Al-Haq, dan Kataib Imam Ali, untuk menyerahkan persenjataan mereka melalui mekanisme yang telah disepakati.

Dalam program diskusi politik Ma Wara Al-Khabar, sejumlah analis menilai pemerintah masih memiliki peluang menyelesaikan persoalan tersebut melalui jalur dialog.

Peneliti politik Ali Al-Nasir menyebut Irak sedang memasuki salah satu fase politik paling menentukan sejak 2003.

Menurutnya, monopoli penggunaan senjata oleh negara tetap menjadi tujuan yang harus dicapai, namun prosesnya memerlukan pendekatan politik dan negosiasi dengan kelompok-kelompok bersenjata.

“Al-Zaidi dihadapkan pada dua pilihan mutlak: menegakkan kedaulatan negara lewat penguasaan senjata atau menghadapi sanksi dan ancaman penghentian ekspor minyak,” ujar Al-Nasir.

Baca Artikel Lainnya: PBB Catat Juli 2026 Jadi Bulan Paling Mematikan di Gaza, Lebih dari 150 Warga Palestina Gugur

Ia memperkirakan pemerintah kemungkinan akan memperpanjang tenggat waktu hingga akhir tahun guna menghindari benturan langsung dengan kelompok yang menolak kebijakan tersebut.

Sementara itu, analis politik Kazem Al-Hajj berpendapat bahwa pembahasan mengenai pelucutan senjata tidak dapat dipisahkan dari kondisi keamanan Irak yang masih menghadapi ancaman eksternal.

Menurutnya, tekanan untuk melucuti kelompok-kelompok bersenjata lebih banyak didorong oleh kepentingan Amerika Serikat agar Irak masuk dalam strategi penangkalan terhadap Iran, tanpa diiringi peningkatan kemampuan pertahanan udara Irak.

Di sisi lain, Guru Besar Pemikiran Politik Talib Muhammad Karim menegaskan bahwa agenda pemerintah bertujuan memperkuat kewibawaan negara dan mengakhiri dualisme kekuasaan.

RelatedPosts

Jenderal Rusia Peringatkan Konflik Asia Barat Bisa Mengancam Israel

Iran Peringatkan Negara Teluk, Dukungan untuk AS Bisa Dianggap Keterlibatan

Menurut Karim, kelompok-kelompok bersenjata memiliki peran penting dalam menghadapi terorisme pada masa lalu, namun pengelolaan keamanan nasional harus tetap berada di bawah otoritas pemerintah.

Ia juga menilai tenggat waktu yang ditetapkan pemerintah lebih realistis dimanfaatkan sebagai ruang dialog dan proses integrasi faksi-faksi bersenjata ke dalam struktur negara, mengingat masih kuatnya krisis kepercayaan antara pemerintah dan kelompok-kelompok tersebut.

Dengan semakin dekatnya batas waktu pelucutan senjata, perkembangan sikap faksi-faksi utama diperkirakan akan menjadi salah satu penentu arah stabilitas politik dan keamanan Irak dalam beberapa bulan mendatang. (haidar/andalusmedia.id)

Tags: berita Timur Tengah terbaruIrakKataib Hizbullahpolitik Irak
Share946Tweet592SendShare
Previous Post

PBB Catat Juli 2026 Jadi Bulan Paling Mematikan di Gaza, Lebih dari 150 Warga Palestina Gugur

Next Post

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam, Ankara Protes Keras ke Rusia dan Ukraina

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Jenderal Rusia

Jenderal Rusia Peringatkan Konflik Asia Barat Bisa Mengancam Israel

20 Agustus 2026
Negara Teluk

Iran Peringatkan Negara Teluk, Dukungan untuk AS Bisa Dianggap Keterlibatan

20 Agustus 2026
Saudi

Saudi Kecam Serangan Israel ke Abu al-Duhur, Sebut Langgar Kedaulatan Suriah

19 Agustus 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.