Koalisi internasional untuk mengalahkan ISIS memuji upaya pemerintah Suriah dalam mengurangi ancaman yang ditimbulkan oleh kelompok tersebut. Hal itu disampaikan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) melalui pernyataan yang dirilis pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Pernyataan tersebut menyebut Italia dan AS memimpin pertemuan para pejabat senior koalisi internasional untuk mengalahkan ISIS yang berlangsung di Roma, Italia. Pertemuan itu membahas perkembangan upaya bersama dalam menghadapi ancaman kelompok tersebut.
Menurut Departemen Luar Negeri AS, para peserta pertemuan menyambut keberadaan mitra koalisi di Damaskus yang memahami bahaya ISIS dan memiliki tekad untuk bekerja sama dengan koalisi dalam mengurangi ancaman yang ditimbulkannya.
Pernyataan tersebut menunjukkan adanya penekanan terhadap kerja sama antara pemerintah Suriah dan koalisi internasional dalam menangani persoalan keamanan yang berkaitan dengan ISIS.
Komitmen Pendanaan Lebih dari 75 Juta Dolar
Selain membahas kerja sama keamanan, negara-negara anggota koalisi juga menyatakan komitmen pendanaan untuk mendukung sejumlah kebutuhan yang berkaitan dengan penanganan ISIS di Suriah dan Irak.
Departemen Luar Negeri AS menyebut anggota koalisi berjanji menyediakan lebih dari 75 juta dolar AS. Dana tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan Suriah dalam memerangi terorisme, meningkatkan kemampuan penahanan, mempertahankan layanan kesehatan dan sanitasi, serta membantu pengungsi dan tahanan di Suriah dan Irak.
Komitmen tersebut mencakup sejumlah kebutuhan yang berkaitan dengan dampak konflik dan penanganan kelompok ISIS. Dukungan terhadap layanan kesehatan dan sanitasi juga menjadi bagian dari agenda bantuan yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
Baca Artikel Lainnya: PBB: Suriah Dapat Dukungan Internasional, Kini Butuh Langkah Konkret untuk Rekonstruksi
Damaskus Sampaikan Prioritas Penanggulangan Terorisme
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah Suriah disebut menyampaikan sejumlah prioritas dalam upaya memerangi terorisme. Damaskus juga mengidentifikasi berbagai kesenjangan yang masih membutuhkan dukungan dari komunitas internasional.
Menurut pernyataan Departemen Luar Negeri AS, pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya mengoordinasikan dukungan internasional terhadap kebutuhan Suriah dalam menghadapi ancaman ISIS.
Irak, dalam kesempatan yang sama, kembali menegaskan perannya dalam upaya mengalahkan ISIS. Posisi tersebut menempatkan Irak sebagai salah satu pihak yang terus terlibat dalam kerja sama koalisi untuk menghadapi kelompok tersebut.
Pertemuan di Roma berlangsung di tengah upaya memperkuat koordinasi antara anggota koalisi dan mitra di kawasan. Pernyataan AS menyoroti pentingnya keberadaan mitra di Damaskus yang dinilai memahami ancaman ISIS dan bersedia bekerja sama dengan koalisi.
Selain aspek keamanan, dukungan yang dibahas juga mencakup kebutuhan kemanusiaan dan layanan dasar, termasuk kesehatan, sanitasi, serta kebutuhan pengungsi dan tahanan di Suriah dan Irak.
Dengan komitmen pendanaan lebih dari 75 juta dolar AS tersebut, anggota koalisi menyatakan dukungan terhadap berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan penanganan terorisme dan dampak yang ditimbulkannya. Pemerintah Suriah, menurut pernyataan tersebut, menjadi salah satu mitra yang dilibatkan dalam upaya mengurangi ancaman ISIS. (haidar/andalusmedia.id)














