• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Pengungsi Sweida

Pengungsi Sweida Beri Ultimatum 5 Hari kepada Garda Nasional untuk Wujudkan Kepulangan

1 minggu ago
Anggota Majelis Rakyat

Asy Syaraa Resmikan 210 Anggota Majelis Rakyat Suriah, Era Baru Parlemen Pascajatuhnya Assad Dimulai

4 jam ago
Pasukan Israel

Pasukan Israel Dilaporkan Tembaki Warga Sipil dan Bombardir Desa Abdeen di Suriah Selatan

2 hari ago
Hubungan AS dan Israel

Hubungan AS dan Israel Mulai Berubah, Trump Dinilai Lebih Dahulukan Kepentingan Amerika

2 hari ago
Pidato Netanyahu

Pidato Netanyahu Disela Teriakan Mundur dalam Wisuda Perwira Tempur Israel

4 hari ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Rabu, Juli 1, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Kabar Suriah

Pengungsi Sweida Beri Ultimatum 5 Hari kepada Garda Nasional untuk Wujudkan Kepulangan

Ratusan pengungsi dari desa-desa di Sweida menuntut kepastian untuk kembali ke rumah mereka setelah hampir setahun hidup di pengungsian. Mereka memberi tenggat lima hari kepada Garda Nasional dan Dewan Administrasi Sweida untuk mengambil langkah nyata terkait proses pemulangan.

by Admin Andalus
1 minggu ago
A A
Pengungsi Sweida

Warga pedesaan As-Suwayda bagian barat menuntut untuk kembali ke rumah mereka.

2.4k
SHARES
4.7k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Harapan ribuan pengungsi asal pedesaan Provinsi Sweida untuk kembali ke kampung halaman mereka kembali mengemuka setelah digelarnya aksi protes di Kota Sweida pada Sabtu (20/6/2026). Para peserta aksi menuntut langkah konkret dari pihak berwenang untuk merealisasikan kepulangan mereka setelah hampir satu tahun hidup dalam pengungsian akibat peristiwa kekerasan yang mengguncang wilayah tersebut pada Juli 2025.

Dilansir dari Syria TV, aksi berlangsung di sekitar Bundaran Thala dan diikuti oleh warga yang berasal dari sejumlah desa di wilayah barat dan utara Sweida. Dalam aksi tersebut, para pengungsi menyampaikan ultimatum selama lima hari kepada Dewan Administrasi Sweida dan milisi Garda Nasional (National Guard) agar segera memulai proses nyata yang memungkinkan mereka kembali ke rumah dan lahan pertanian yang telah mereka tinggalkan.

Para demonstran menegaskan bahwa kehidupan di pengungsian semakin sulit. Selain kehilangan rumah dan sumber penghasilan, mereka juga harus menghadapi tingginya biaya hidup yang terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut para peserta aksi, banyak keluarga pengungsi saat ini tinggal di rumah-rumah sewaan di Kota Sweida dengan biaya yang cukup besar. Harga sewa rumah disebut berkisar antara 100 hingga 200 dolar AS per bulan, angka yang dianggap memberatkan bagi sebagian besar keluarga yang kehilangan mata pencaharian akibat konflik.

Pengungsi Kehilangan Kesabaran

Dalam berbagai orasi yang disampaikan selama aksi berlangsung, para pengungsi mengaku mulai kehilangan kesabaran karena belum melihat adanya perkembangan signifikan terkait proses pemulangan.

Mereka juga mengkritik pihak-pihak yang selama ini disebut sebagai “negara-negara penjamin” yang dianggap gagal menghadirkan solusi nyata bagi para korban pengungsian.

Menurut laporan Suwayda 24 yang dikutip Syria TV, banyak warga menilai berbagai janji yang pernah disampaikan selama setahun terakhir belum menghasilkan perubahan yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sebagian pengungsi bahkan menyatakan bahwa kondisi mereka saat ini semakin sulit dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Selain persoalan ekonomi, banyak keluarga juga mengalami tekanan sosial dan psikologis akibat ketidakpastian mengenai masa depan mereka.

“Kami ingin kembali ke rumah kami. Kami tidak ingin terus hidup sebagai pengungsi di tanah kami sendiri,” menjadi salah satu pesan yang berulang kali disampaikan para peserta aksi.

Garda Nasional Janjikan Kepulangan Mulai Juli

Menjelang berakhirnya aksi duduk tersebut, sejumlah perwakilan Garda Nasional mendatangi lokasi demonstrasi untuk berdialog dengan para pengungsi.

Dalam pertemuan itu, para pemimpin milisi menyampaikan bahwa proses pemulangan warga ke desa-desa mereka direncanakan mulai berjalan pada Juli 2026.

Mereka menjelaskan bahwa langkah tersebut berkaitan dengan sejumlah kesepahaman yang disebut telah dicapai dengan pihak Israel. Namun hingga kini tidak ada rincian resmi yang dipublikasikan mengenai isi kesepahaman tersebut maupun mekanisme pelaksanaannya.

Pernyataan itu sempat memberikan sedikit harapan bagi sebagian peserta aksi. Namun banyak warga tetap merespons dengan hati-hati karena berbagai janji serupa sebelumnya belum pernah benar-benar diwujudkan.

Sejumlah pengungsi mengaku baru akan percaya apabila melihat langkah nyata di lapangan, termasuk pembukaan akses ke desa-desa mereka dan jaminan keamanan untuk kembali menetap.

Baca Artikel Lainnya: ISIS Klaim Tewaskan Dua Tentara Suriah di Manbij, Ancaman Keamanan Kembali Jadi Sorotan

Kritik terhadap Kepemimpinan Lokal

Selain menuntut pemulangan, para demonstran juga menyampaikan kritik terhadap sejumlah pihak yang dianggap bertanggung jawab atas lambannya proses penyelesaian masalah pengungsi.

Laporan Suwayda 24 menyebut sebagian warga menilai kepemimpinan Garda Nasional dan kantor keamanan yang memiliki hubungan dengan Salman al-Hijri belum berhasil memenuhi berbagai komitmen yang pernah diberikan kepada masyarakat.

Kritik tersebut mencerminkan meningkatnya tekanan publik terhadap otoritas lokal yang selama ini berperan dalam mengelola situasi pasca-konflik di Sweida.

Dampak Besar Konflik Sweida

Aksi protes ini terjadi hanya beberapa hari setelah muncul laporan investigasi internasional yang mengungkap besarnya dampak tragedi yang terjadi di Sweida pada Juli 2025.

RelatedPosts

Asy Syaraa Resmikan 210 Anggota Majelis Rakyat Suriah, Era Baru Parlemen Pascajatuhnya Assad Dimulai

Pasukan Israel Dilaporkan Tembaki Warga Sipil dan Bombardir Desa Abdeen di Suriah Selatan

Menurut laporan tersebut, lebih dari 1.700 orang dilaporkan tewas selama gelombang kekerasan yang melanda wilayah itu. Selain korban jiwa, ratusan ribu warga juga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mencari perlindungan di daerah lain yang dianggap lebih aman.

Peristiwa tersebut menjadi salah satu krisis kemanusiaan terbesar yang pernah dialami wilayah Sweida dalam beberapa tahun terakhir.

Hingga saat ini, isu pemulangan pengungsi, rekonsiliasi sosial, dan pemulihan kehidupan masyarakat masih menjadi tantangan utama yang dihadapi wilayah tersebut.

Banyak pengamat menilai keberhasilan proses pemulangan akan menjadi ujian penting bagi stabilitas Sweida ke depan. Tanpa solusi yang jelas, ketidakpuasan masyarakat berpotensi terus meningkat dan menghambat upaya pemulihan pasca-konflik yang sedang berlangsung.

Dengan tenggat lima hari yang diberikan para pengungsi, perhatian kini tertuju pada langkah yang akan diambil Garda Nasional dan Dewan Administrasi Sweida dalam menjawab tuntutan ribuan warga yang ingin kembali ke rumah mereka. (haidar/andalusmedia.id)

Tags: berita Timur Tengah terbaruGarda NasionalPengungsi SuriahsuriahSweida
Share949Tweet593SendShare
Previous Post

ISIS Klaim Tewaskan Dua Tentara Suriah di Manbij, Ancaman Keamanan Kembali Jadi Sorotan

Next Post

Perundingan AS-Iran Alami Kemajuan, Kesepakatan Final Ditargetkan Rampung 60 Hari

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Anggota Majelis Rakyat

Asy Syaraa Resmikan 210 Anggota Majelis Rakyat Suriah, Era Baru Parlemen Pascajatuhnya Assad Dimulai

1 Juli 2026
Pasukan Israel

Pasukan Israel Dilaporkan Tembaki Warga Sipil dan Bombardir Desa Abdeen di Suriah Selatan

29 Juni 2026
Hubungan AS dan Israel

Hubungan AS dan Israel Mulai Berubah, Trump Dinilai Lebih Dahulukan Kepentingan Amerika

29 Juni 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.