• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Anggota Majelis Rakyat

Asy Syaraa Resmikan 210 Anggota Majelis Rakyat Suriah, Era Baru Parlemen Pascajatuhnya Assad Dimulai

2 bulan ago
Jenderal Rusia

Jenderal Rusia Peringatkan Konflik Asia Barat Bisa Mengancam Israel

2 hari ago
Negara Teluk

Iran Peringatkan Negara Teluk, Dukungan untuk AS Bisa Dianggap Keterlibatan

2 hari ago
Saudi

Saudi Kecam Serangan Israel ke Abu al-Duhur, Sebut Langgar Kedaulatan Suriah

3 hari ago
Bandara Abu al-Duhur

Israel Bombardir Bandara Abu al-Duhur di Suriah, AS Cegah Bentrokan dengan Turki

3 hari ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Sabtu, Agustus 22, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Kabar Suriah

Asy Syaraa Resmikan 210 Anggota Majelis Rakyat Suriah, Era Baru Parlemen Pascajatuhnya Assad Dimulai

Presiden Suriah Ahmad Asy Syaraa akan mengumumkan 70 anggota parlemen pilihannya untuk melengkapi Majelis Rakyat Suriah yang beranggotakan 210 orang. Langkah ini menjadi penanda terbentuknya parlemen pertama sejak berakhirnya pemerintahan Bashar al-Assad dan dimulainya babak baru transisi politik di Suriah.

by Admin Andalus
2 bulan ago
A A
Anggota Majelis Rakyat

Suriah mulai memilih anggota parlemen transisi perdana pada Minggu, 5 Oktober 2025.

2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Presiden Suriah Ahmad Asy Syaraa dijadwalkan mengumumkan 70 anggota Majelis Rakyat yang ditunjuk langsung olehnya pada Rabu (1/7/2026). Pengumuman tersebut akan melengkapi seluruh komposisi parlemen transisi Suriah yang berjumlah 210 kursi.

Langkah ini menjadi salah satu tahapan penting dalam proses transisi politik Suriah setelah runtuhnya pemerintahan Bashar al-Assad pada Desember 2024. Dengan lengkapnya keanggotaan parlemen, Suriah untuk pertama kalinya memiliki lembaga legislatif baru yang dibentuk pada era pemerintahan pasca-Assad.

Sesuai deklarasi konstitusi sementara yang ditandatangani Asy Syaraa pada Maret 2025, presiden memiliki kewenangan menunjuk sepertiga anggota parlemen atau sebanyak 70 orang. Sementara dua pertiga kursi lainnya, yakni 140 anggota, telah dipilih melalui mekanisme pemilihan tidak langsung yang dilakukan komite elektoral bentukan pemerintah selama periode 2025 hingga 2026.

Setelah nama-nama anggota pilihan presiden diumumkan, Majelis Rakyat Suriah akan resmi terbentuk dan dapat segera memulai sidang perdana untuk menjalankan fungsi legislasi, pengawasan terhadap pemerintahan transisi, serta pembahasan berbagai agenda reformasi nasional.

RelatedPosts

Jenderal Rusia Peringatkan Konflik Asia Barat Bisa Mengancam Israel

Iran Peringatkan Negara Teluk, Dukungan untuk AS Bisa Dianggap Keterlibatan

Juru Bicara Komite Tinggi Pemilihan Majelis Rakyat, Nawar Najma, mengatakan penyelesaian struktur parlemen merupakan tonggak penting dalam perjalanan politik Suriah menuju pemerintahan yang lebih stabil.

“Dengan diumumkannya anggota yang ditunjuk presiden, Majelis Rakyat akan lengkap dan siap memulai sidang pertamanya untuk menjalankan tugas-tugas legislatif pada masa transisi,” ujar Najma, seperti dikutip North Press Agency.

Pemerintah Suriah menjelaskan bahwa mekanisme penunjukan oleh presiden bertujuan menjaga keterwakilan berbagai unsur masyarakat. Anggota yang ditunjuk disebut berasal dari beragam latar belakang, termasuk kalangan perempuan, tokoh agama, akademisi, profesional, hingga perwakilan komunitas lokal yang dinilai memiliki pengalaman dan kompetensi.

Menurut pemerintah, model tersebut dipilih agar parlemen dapat merepresentasikan berbagai kelompok masyarakat di tengah kondisi negara yang masih menjalani proses pemulihan pascaperang.

Meski demikian, proses pembentukan parlemen tetap menuai kritik dari sejumlah pengamat politik dan kelompok oposisi. Mereka menilai mekanisme yang digunakan belum sepenuhnya mencerminkan kompetisi politik yang terbuka karena sebagian besar anggota dipilih melalui komite elektoral serta penunjukan presiden.

Beberapa pengkritik juga menilai komposisi parlemen masih didominasi figur-figur yang dekat dengan pemerintahan transisi sehingga dinilai belum sepenuhnya merepresentasikan seluruh spektrum politik Suriah.

 

Baca Artikel Lainnya: Pasukan Israel Dilaporkan Tembaki Warga Sipil dan Bombardir Desa Abdeen di Suriah Selatan

 

Selain kritik dari dalam negeri, sejumlah pihak internasional turut mempertanyakan mekanisme pembentukan Majelis Rakyat Suriah. Mereka menyoroti tidak adanya pemilihan umum langsung yang melibatkan seluruh warga negara sebagaimana praktik demokrasi pada umumnya.

Namun pemerintah Suriah menegaskan bahwa sistem tersebut hanya bersifat sementara. Otoritas Damaskus beralasan kondisi keamanan di sejumlah wilayah masih belum memungkinkan pelaksanaan pemilu nasional secara langsung.

Pemerintah juga menyebut jutaan warga Suriah masih berada di luar negeri atau tinggal di wilayah yang terdampak konflik sehingga penyelenggaraan pemilu secara menyeluruh dinilai belum realistis pada tahap transisi saat ini.

Majelis Rakyat Suriah nantinya akan memegang sejumlah tugas penting, mulai dari membahas rancangan undang-undang, mengawasi jalannya pemerintahan transisi, mengevaluasi reformasi lembaga negara, hingga mempersiapkan kerangka hukum bagi pemilu nasional yang direncanakan digelar setelah masa transisi lima tahun berakhir.

Pembentukan parlemen ini menjadi salah satu indikator bahwa pemerintahan baru Suriah mulai membangun kembali institusi-institusi negara setelah bertahun-tahun dilanda perang. Meski masih menghadapi kritik dan tantangan, pemerintah berharap keberadaan Majelis Rakyat dapat menjadi fondasi bagi proses rekonstruksi politik, ekonomi, dan kelembagaan menuju Suriah yang lebih stabil. (haidar/andalusmedia.id)

Tags: Ahmad Al-Sharaaberita Timur Tengah terbaruMajelis Rakyat SuriahParlemen Suriahsuriah
Share948Tweet592SendShare
Previous Post

Pasukan Israel Dilaporkan Tembaki Warga Sipil dan Bombardir Desa Abdeen di Suriah Selatan

Next Post

Aturan Baru Pemilu Mahmoud Abbas Picu Polemik, Masa Depan Politik Palestina Kembali Dipertanyakan

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Jenderal Rusia

Jenderal Rusia Peringatkan Konflik Asia Barat Bisa Mengancam Israel

20 Agustus 2026
Negara Teluk

Iran Peringatkan Negara Teluk, Dukungan untuk AS Bisa Dianggap Keterlibatan

20 Agustus 2026
Saudi

Saudi Kecam Serangan Israel ke Abu al-Duhur, Sebut Langgar Kedaulatan Suriah

19 Agustus 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.