Ratusan massa pro-Palestina menggelar aksi di depan Gedung Putih, Amerika Serikat, saat Perdana Menteri “Israel” Benjamin Netanyahu bertemu Presiden Donald Trump. Demonstran menuntut Washington menghentikan bantuan senjata kepada “Israel” dan meminta pertanggungjawaban atas operasi militer yang terus berlangsung di Jalur Gaza.
Aksi berlangsung di Washington DC pada Senin hingga Selasa waktu setempat. Para peserta membawa bendera Palestina, spanduk bertuliskan “Free Palestine”, serta meneriakkan tuntutan agar pemerintah Amerika Serikat mengakhiri dukungan militer kepada “Israel”.
Dilansir Anadolu Agency, demonstrasi digelar bertepatan dengan pertemuan Trump dan Netanyahu yang membahas perkembangan perang di Gaza, situasi keamanan kawasan, serta hubungan regional di Timur Tengah.
Massa menilai dukungan militer Washington telah memperpanjang konflik yang sejak Oktober 2023 menimbulkan korban sipil dalam jumlah besar. Mereka juga mengkritik Amerika Serikat yang tetap menjadi pemasok utama persenjataan bagi “Israel” meski tekanan internasional terhadap perang di Gaza terus meningkat.
Dalam aksi tersebut, sejumlah demonstran membawa poster yang menyerukan penangkapan Netanyahu. Seruan itu menguat setelah hasil jajak pendapat yang dikutip peserta aksi menunjukkan sekitar 49 persen responden mendukung penangkapan pemimpin “Israel” tersebut apabila terdapat dasar hukum yang memungkinkan.
“Kami ingin pemerintah Amerika menghentikan pengiriman senjata ke Israel. Uang pajak kami tidak boleh digunakan untuk mendukung penderitaan warga sipil,” ujar salah seorang demonstran.
Baca Artikel Lainnya: Yaman Siap Hadapi Eskalasi Houthi, Khawatir Blokade Bab al-Mandeb Ancam Jalur Minyak Dunia
Pernyataan itu mencerminkan tuntutan utama para peserta aksi yang meminta perubahan kebijakan luar negeri Amerika Serikat terhadap konflik Palestina-“Israel”.
Gelombang demonstrasi menentang Netanyahu bukan kali pertama terjadi di Amerika Serikat. Dalam beberapa kunjungan sebelumnya, ribuan aktivis pro-Palestina juga turun ke jalan di Washington maupun New York untuk menuntut gencatan senjata permanen serta penghentian bantuan militer AS kepada “Israel”.
Kunjungan Netanyahu kali ini berlangsung di tengah meningkatnya perdebatan di dalam negeri Amerika Serikat mengenai kelanjutan bantuan pertahanan kepada Tel Aviv. Sejumlah anggota parlemen, aktivis, dan organisasi hak asasi manusia terus mendesak pemerintah melakukan evaluasi terhadap kebijakan tersebut.
Meski mendapat pengamanan ketat dari aparat keamanan di sekitar Gedung Putih, demonstrasi berlangsung relatif damai. Namun aksi tersebut kembali menunjukkan bahwa perang Gaza dan dukungan Amerika Serikat terhadap “Israel” masih menjadi isu yang memicu perdebatan tajam sekaligus mobilisasi massa di berbagai kota di AS. (haidar/andalusmedia.id)














