• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Izzuddin Al-Haddad

Kematian Izzuddin Al-Haddad Picu Kekhawatiran Perang Gaza Kian Meluas

2 hari ago
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa (tengah kanan) pada Mei 2025.Shutterstock

Ahmad al-Sharaa Diundang ke KTT G7 di Prancis

1 jam ago
Gaza

Krisis Gaza Memburuk, Bantuan Rekonstruksi Internasional Dinilai Sangat Lambat

11 jam ago
Ben-Gvir

Israel Cegat Flotilla Gaza, Sikap Ben-Gvir terhadap Aktivis Tuai Kritik Keras

12 jam ago
Suriah

Visa dan Mastercard Kembali Aktif di Suriah

23 jam ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Kamis, Mei 21, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Kabar Palestina

Kematian Izzuddin Al-Haddad Picu Kekhawatiran Perang Gaza Kian Meluas

Kematian komandan senior Brigade Al-Qassam, Izzuddin Al-Haddad, berpotensi memicu eskalasi baru di Gaza di tengah rapuhnya gencatan senjata dan meningkatkan tekanan militer Israel.

by Admin Andalus
2 hari ago
A A
Izzuddin Al-Haddad

Warga menghadiri upacara pemakaman korban serangan udara Israel di depan potret pemimpin militer tertinggi Hamas, Haddad, di Kota Gaza, wilayah Palestina.

2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

GAZA — Situasi keamanan di Jalur Gaza kembali memanas setelah komandan senior Brigade Al-Qassam, Izzuddin Al-Haddad, dilaporkan tewas dalam serangan pada Jumat (15/5/2026). Kematian tokoh yang dijuluki “Sang Hantu” oleh Israel dinilai dapat memperbesar eskalasi konflik di tengah rapuhnya kesepakatan gencatan senjata.

Al-Haddad dikenal sebagai salah satu tokoh militer Hamas yang paling lama diburu aparat keamanan Israel. Selama bertahun-tahun, ia berhasil lolos dari sejumlah percobaan pembunuhan dan memainkan peran penting dalam struktur militer Brigade Al-Qassam di Gaza.

Sejumlah sumber Palestina menyebut Al-Haddad memiliki pengaruh besar dalam pengembangan strategi militer Hamas, terutama dalam penguatan jaringan pertahanan dan koordinasi operasi di wilayah Gaza utara. Namanya mulai dikenal luas sejak meningkatnya konfrontasi antara Hamas dan Israel dalam beberapa tahun terakhir.

Pimpinan senior Hamas, Osama Hamdan, menilai pembunuhan tersebut merupakan bagian dari upaya Israel untuk memperoleh kemenangan moral di tengah tekanan perang yang berkepanjangan. Menurutnya, langkah itu juga dimaksudkan untuk menekan Hamas agar menerima tuntutan pelucutan senjata dalam proses negosiasi internasional.

Dalam keterangannya kepada media, Hamdan menegaskan Hamas tetap membuka ruang diplomasi selama jalur perundingan tidak dihancurkan sepenuhnya oleh tindakan militer Israel.

“Negosiasi bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari perjuangan politik yang berjalan seiring dengan perlawanan,” ujarnya.

Hamas juga meminta mediator internasional dan komunitas global meningkatkan tekanan kepada Israel agar mematuhi kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya. Kelompok tersebut menyebut pembunuhan Al-Haddad sebagai tindakan yang dapat merusak peluang terciptanya ketenangan di Gaza.

Di sisi lain, berbagai kalangan internasional memiliki pandangan berbeda terkait dampak peristiwa ini. Sebagian analis menilai eskalasi kemungkinan masih berada dalam skala terbatas, namun ada pula yang memperingatkan potensi konflik lebih luas jika ketegangan terus meningkat.

Di Amerika Serikat, belum ada pernyataan resmi pemerintah terkait tingginya Al-Haddad. Namun sejumlah media dan pengamat di Washington peristiwa itu dengan dinamika perang Gaza pasca-serangan 7 Oktober yang hingga kini masih mempengaruhi kebijakan luar negeri AS terhadap Israel dan Palestina.

Baca Artikel Lainnya: Wartawan Indonesia Ditahan Israel usai Armada Bantuan Gaza Dicegat di Laut Mediterania

Pengamat hubungan internasional di Washington, Hassan Mneimneh, menilai kebijakan Amerika Serikat masih berangkat dari pandangan bahwa Hamas harus dilemahkan secara politik maupun militer. Oleh karena itu, tekanan diplomatik internasional lebih banyak diarahkan kepada Hamas dibandingkan pemerintah Israel.

Sementara itu, kondisi kemanusiaan di Gaza terus memburuk akibat serangan yang belum sepenuhnya berhenti. Serangan udara terbaru dilaporkan menyebabkan jatuhnya korban sipil, termasuk seorang janin berusia delapan bulan yang meninggal setelah ibunya terkena dampak serangan di kawasan Al-Rimal, Kota Gaza.

Rumah sakit di Gaza juga melaporkan kembali mengirimkan menangani korban luka di tengah keterbatasan obat-obatan, listrik, dan bahan bakar. Organisasi kesejahteraan internasional memperingatkan bahwa situasi sipil di Gaza semakin mendekati titik kritis jika akses bantuan terus terhambat.

Jenazah Al-Haddad dimakamkan di Gaza dengan dihadiri ribuan warga Palestina yang membawa bendera perlawanan dan mengirimkan dukungan terhadap Brigade Al-Qassam. Suasana pemakaman berlangsung penuh emosi dan pengamanan ketat di tengah kekhawatiran akan kemungkinan serangan lanjutan.

RelatedPosts

Ahmad al-Sharaa Diundang ke KTT G7 di Prancis

Krisis Gaza Memburuk, Bantuan Rekonstruksi Internasional Dinilai Sangat Lambat

Sebelum terbunuh, Al-Haddad diketahui pernah memimpin Brigade Gaza dan disebut menjadi salah satu komandan utama Al-Qassam setelah sejumlah petinggi Hamas lainnya gugur dalam konflik yang terus berlangsung hingga sekarang. (haidar/andalusmedia.id)

Tags: berita Timur Tengah terbaruBrigade Al-QassamGazaHamasIzzuddin Al-Haddad
Share946Tweet591SendShare
Previous Post

Wartawan Indonesia Ditahan Israel usai Armada Bantuan Gaza Dicegat di Laut Mediterania

Next Post

Kemlu RI Siapkan Langkah Pemulangan WNI yang Ditahan Israel dalam Misi Flotilla Gaza

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Ahmad al-Sharaa

Ahmad al-Sharaa Rombak Kabinet Suriah, Kritik Rakyat Mulai Dijawab

11 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa (tengah kanan) pada Mei 2025.Shutterstock

Ahmad al-Sharaa Diundang ke KTT G7 di Prancis

21 Mei 2026
Gaza

Krisis Gaza Memburuk, Bantuan Rekonstruksi Internasional Dinilai Sangat Lambat

21 Mei 2026
Ben-Gvir

Israel Cegat Flotilla Gaza, Sikap Ben-Gvir terhadap Aktivis Tuai Kritik Keras

21 Mei 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.