• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Israel khawatir dengan sistem radar HTRS-100 Turki yang ada di Bandara Internasional Damaskus

Israel Khawatir Radar Turki di Bandara Damaskus Perkuat Posisi Suriah

2 minggu ago
Asy Syaraa

Asy Syaraa Buka Peluang Kesepakatan dengan Israel, Suriah Utamakan Jaminan Keamanan

8 jam ago
Houthi

Houthi Serang Fasilitas Minyak Arab Saudi, Front Baru Perang AS-Iran Makin Memanas

8 jam ago
PBB

PBB Peringatkan 74 Ribu Anak Gaza Berisiko Malnutrisi Akut dalam Setahun

3 hari ago
Pemimpin Baru Hamas

Pemimpin Baru Hamas Tetapkan 6 Prioritas, Hentikan Serangan Israel Jadi Fokus Utama

3 hari ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Senin, Juli 27, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Israel

Israel Khawatir Radar Turki di Bandara Damaskus Perkuat Posisi Suriah

Radar Sipil Turki Picu Kekhawatiran Militer Israel

by Admin Andalus
2 minggu ago
A A
Israel khawatir dengan sistem radar HTRS-100 Turki yang ada di Bandara Internasional Damaskus
2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sebuah laporan yang diterbitkan lembaga riset Israel Alma Research and Education Center mengungkapkan kekhawatiran Tel Aviv terhadap pemasangan sistem radar buatan Turki di Bandara Internasional Damaskus. Meski pemerintah Suriah dan Turki menegaskan radar tersebut dipasang untuk meningkatkan keselamatan penerbangan sipil, namun Israel menilai teknologi itu berpotensi dimanfaatkan untuk kepentingan militer dan intelijen.

Menurut laporan tersebut, Turki telah memasang radar HTRS-100 buatan perusahaan pertahanan ASELSAN di Bandara Damaskus pada awal Januari 2026. Secara resmi, proyek ini diumumkan sebagai bagian dari modernisasi sistem navigasi udara Suriah yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan akibat perang.

Pihak Otoritas Penerbangan Sipil Suriah bersama Duta Besar Turki di Damaskus, Nuh Yilmaz, sebelumnya menegaskan bahwa pemasangan radar bertujuan meningkatkan keselamatan penerbangan, memperbaiki manajemen lalu lintas udara, serta mendukung pemulihan sektor transportasi sipil Suriah.

Namun, lembaga Alma menilai kemampuan teknis radar tersebut jauh melampaui kebutuhan penerbangan sipil.

RelatedPosts

Asy Syaraa Buka Peluang Kesepakatan dengan Israel, Suriah Utamakan Jaminan Keamanan

Trump Kembali Desak Suriah Hadapi Hizbullah, Damaskus Tetap Tolak Intervensi Militer

Menurut analisis mereka, sistem HTRS-100 mampu memantau ruang udara hingga radius sekitar 150–185 kilometer, sehingga tidak hanya mencakup wilayah Damaskus, tetapi juga sebagian besar Lebanon bahkan menjangkau wilayah Israel bagian utara.

Inilah yang menjadi sumber kekhawatiran utama Israel.

Suriah Bangun Infrastruktur, Israel Khawatir Kebebasan Operasi Militernya Berkurang

Dalam laporannya, Alma mengklaim radar HTRS-100 memiliki kemampuan menghasilkan pemetaan udara tiga dimensi secara real-time dengan tingkat akurasi tinggi. Sistem tersebut juga dilengkapi radar primer pita S (S-Band), radar sekunder, serta teknologi Identification Friend or Foe (IFF) yang lazim digunakan dalam sistem pertahanan udara modern.

Selain itu, radar ini disebut memiliki sistem cadangan yang memungkinkan perangkat tetap beroperasi meski sebagian komponennya mengalami kerusakan atau mendapat gangguan peperangan elektronik.

Bagi Israel, kemampuan tersebut dapat memperkuat kemampuan Turki maupun Suriah dalam memantau aktivitas udara di kawasan.

Laporan itu bahkan menyebut radar tersebut berpotensi menjadi sarana pengumpulan data intelijen yang dapat mengawasi lalu lintas pesawat militer Israel di sekitar Suriah, Lebanon, hingga kawasan utara wilayah Israel.

Karena itu, Tel Aviv memandang pemasangan radar ini sebagai tantangan baru terhadap kebebasan operasi udara yang selama bertahun-tahun dimiliki Israel di wilayah Suriah.

Sejak pecahnya perang Suriah, Israel berkali-kali melancarkan serangan udara ke berbagai lokasi di Suriah dengan alasan mencegah pengiriman senjata kepada Hizbullah atau menargetkan fasilitas militer Iran. Dominasi udara tersebut selama ini relatif berlangsung tanpa hambatan berarti.

Namun, meningkatnya kerja sama antara Suriah dan Turki, khususnya di bidang infrastruktur penerbangan dan teknologi, mulai dipandang Israel sebagai perkembangan strategis yang perlu diawasi.

Di sisi lain, pemerintah Suriah membantah tudingan bahwa radar tersebut memiliki fungsi militer.

Otoritas Penerbangan Sipil Suriah sebelumnya menegaskan bahwa HTRS-100 merupakan bagian dari proyek rehabilitasi Bandara Internasional Damaskus yang bertujuan memulihkan pelayanan penerbangan sipil setelah bertahun-tahun rusak akibat konflik.

Modernisasi bandara menjadi salah satu prioritas pemerintah Suriah dalam menghidupkan kembali konektivitas internasional, memperlancar arus investasi, perdagangan, bantuan kemanusiaan, serta mendukung proses rekonstruksi nasional.

Bagi Damaskus, pembangunan infrastruktur sipil merupakan kebutuhan mendesak setelah lebih dari 14 tahun perang menghancurkan banyak fasilitas publik, termasuk bandara, jalan raya, jaringan listrik, dan sistem transportasi.

Sementara itu, laporan Alma menunjukkan bahwa setiap peningkatan kemampuan teknologi di Suriah kini menjadi perhatian serius bagi Israel, terutama jika melibatkan negara-negara seperti Turki yang memiliki kapasitas industri pertahanan maju.

Meski hingga kini belum ada bukti yang dipublikasikan bahwa radar tersebut digunakan untuk operasi militer, kekhawatiran Israel menggambarkan bagaimana persaingan geopolitik di kawasan tidak lagi hanya berlangsung melalui kekuatan militer, tetapi juga melalui pembangunan infrastruktur strategis dan penguasaan teknologi. (ahmad/andalusmedia.id)

Tags: Damaskusisraelkabar suriahKabar Timur Tengahsuriahturki
Share946Tweet591SendShare
Previous Post

Presiden Ahmad Al Sharaa Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Ayah Emir Qatar

Next Post

Resmi Dibentuk, Majelis Rakyat Suriah Siap Memulai Tugasnya

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Asy Syaraa

Asy Syaraa Buka Peluang Kesepakatan dengan Israel, Suriah Utamakan Jaminan Keamanan

27 Juli 2026
Houthi

Houthi Serang Fasilitas Minyak Arab Saudi, Front Baru Perang AS-Iran Makin Memanas

27 Juli 2026
PBB

PBB Peringatkan 74 Ribu Anak Gaza Berisiko Malnutrisi Akut dalam Setahun

24 Juli 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.