Pemerintah Imarah Islam Afghanistan dan Rusia resmi menandatangani kesepakatan kerja sama militer dan teknis yang berfokus pada penguatan keamanan serta pemberantasan kelompok Islamic State Khorasan Province.
Perjanjian tersebut ditandatangani pada 27 Mei 2026 dalam forum keamanan internasional di Moskow oleh Menteri Pertahanan Afghanistan, Mullah Mohammad Yaqoub, dan Sekretaris Dewan Keamanan Rusia, Sergei Shoigu.
Meski rincian lengkap kerja sama belum dipublikasikan kepada publik, sejumlah laporan media internasional menyebut kesepakatan itu mencakup pertukaran teknologi militer, bantuan teknis, kerja sama pertahanan, hingga kemungkinan pengembangan proyek militer bersama pada masa mendatang.
Kerja sama tersebut lahir di tengah meningkatnya kekhawatiran Moskow terhadap aktivitas ISKP yang dalam beberapa tahun terakhir berkembang menjadi salah satu kelompok militan paling aktif di Afghanistan dan kawasan Asia Tengah.
Rusia memandang ISKP sebagai ancaman serius bagi keamanan regional, terutama setelah kelompok tersebut mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap Crocus City Hall pada Maret 2024 yang menewaskan hampir 150 orang.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menegaskan pentingnya koordinasi keamanan dan pertukaran informasi intelijen guna menghadapi ancaman terorisme lintas batas yang terus berkembang.
Mullah Mohammad Yaqoub menyatakan hubungan antara Kabul dan Moskow terus mengalami perkembangan positif. Menurutnya, kerja sama kedua pihak kini tidak hanya mencakup sektor diplomatik dan ekonomi, tetapi juga mulai diperluas ke bidang keamanan dan pertahanan.
Sementara itu, Sergei Shoigu menilai ISKP masih menjadi ancaman utama karena kelompok tersebut terus melakukan perekrutan anggota baru serta melancarkan serangan terhadap pemerintah Afghanistan maupun sasaran sipil.
Menurut Shoigu, aktivitas ISKP berpotensi mengganggu stabilitas negara-negara Asia Tengah dan dapat memberikan dampak langsung terhadap kepentingan keamanan nasional Rusia.
Baca Artikel Lainnya: Aktivis Mualaf Keturunan Yahudi Zohar Regev Ditahan Israel usai Ikut Freedom Flotilla ke Gaza
Kesepakatan terbaru ini juga mencerminkan semakin eratnya hubungan antara Rusia dan pemerintahan Afghanistan dalam beberapa tahun terakhir. Moskow menjadi salah satu negara yang secara bertahap meningkatkan hubungan resmi dengan Kabul setelah memperluas kerja sama diplomatik dan politik pasca-perubahan pemerintahan di Afghanistan.
Para pengamat menilai ancaman bersama dari ISKP menjadi faktor utama yang mendorong kedekatan kedua pihak. Kelompok tersebut tidak hanya memusuhi Rusia, tetapi juga terus melakukan serangan terhadap pemerintahan Afghanistan sejak Taliban kembali berkuasa pada Agustus 2021.
ISKP selama ini menuduh Taliban terlalu terbuka terhadap hubungan dengan negara-negara asing. Sebaliknya, pemerintah Afghanistan menganggap kelompok itu sebagai ancaman terbesar terhadap stabilitas keamanan nasional.
Sejumlah analis memperkirakan kerja sama baru antara Kabul dan Moskow dapat mencakup pelatihan militer, dukungan logistik, transfer teknologi pertahanan, peningkatan kemampuan intelijen, hingga kemungkinan pengadaan perlengkapan militer tertentu.
Selain berdampak pada sektor keamanan, kesepakatan tersebut juga diperkirakan akan memengaruhi dinamika geopolitik kawasan. Hubungan Afghanistan dengan negara-negara seperti Pakistan, Tiongkok, serta negara-negara Asia Tengah diperkirakan akan ikut terpengaruh oleh perkembangan kerja sama strategis tersebut.
Meski demikian, fokus utama hubungan Moskow dan Kabul saat ini tetap diarahkan pada upaya menekan aktivitas ISKP yang dianggap sebagai ancaman bersama bagi stabilitas regional. Dengan latar belakang meningkatnya serangan kelompok tersebut dalam beberapa tahun terakhir, perjanjian ini menandai babak baru hubungan strategis Afghanistan dan Rusia yang semakin didorong oleh kepentingan keamanan bersama. (haidar/andalusmedia.id)














