• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
AS - Iran

AS dan Iran Sepakati Perpanjangan Gencatan Senjata 60 Hari, Menunggu Persetujuan Trump

1 minggu ago
Keamanan Suriah berhasil tangkap pemuda alawi atas penghinaannya terhadap ibunda Aisyah

Hina Ibunda Aisyah di Sosial Media, Seorang Pemuda Ditangkap Keamanan Suriah

12 jam ago
Para anggota parlemen AS menyetujui amandemen terhadap anggaran Pentagon untuk Suriah.

DPR AS Setujui Amandemen Anggaran Pentagon untuk Suriah

12 jam ago
Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa

Pemerintahan Ahmad Al-Sharaa, Siapkan Ribuan Bukti Kejahatan Kaki Tangan Rezim Assad

13 jam ago
Mustafa Al-Russi Instruktur Satuan Elit Mujahidin Suriah Al-Asaib Al-Hamra

Tokoh Penting Mujahidin Suriah dari Al-Asaib al-Hamra Dilaporkan Tewas dalam Serangan Misterius di Idlib

13 jam ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Senin, Juni 8, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Iran

AS dan Iran Sepakati Perpanjangan Gencatan Senjata 60 Hari, Menunggu Persetujuan Trump

Washington dan Teheran dikabarkan mencapai kesepakatan awal perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari, dengan isu nuklir Iran dan pelonggaran sanksi menjadi fokus utama perundingan.

by Admin Andalus
1 minggu ago
A A
AS - Iran

AS - Iran Sepakat Perpanjang Gencatan Senjata 60 Hari.

2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Amerika Serikat dan Iran dilaporkan telah mencapai kesepakatan awal untuk memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan yang berlangsung dalam beberapa bulan terakhir. Namun, kesepakatan tersebut masih menunggu persetujuan akhir dari Presiden AS, Donald Trump.

Menurut laporan Reuters dan Axios, para negosiator dari kedua negara telah menyepakati rancangan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang mencakup perpanjangan penghentian sementara aksi militer selama dua bulan.

Selain itu, rancangan kesepakatan juga membuka jalur perundingan baru terkait program nuklir Iran, keamanan kawasan Timur Tengah, serta sejumlah isu strategis yang selama ini menjadi sumber ketegangan antara Washington dan Teheran.

Salah satu fokus utama pembahasan adalah masa depan stok uranium yang diperkaya Iran. Program nuklir Iran selama bertahun-tahun menjadi salah satu isu paling sensitif dalam hubungan kedua negara dan kerap memicu ketegangan diplomatik maupun ancaman konflik militer.

RelatedPosts

Hina Ibunda Aisyah di Sosial Media, Seorang Pemuda Ditangkap Keamanan Suriah

DPR AS Setujui Amandemen Anggaran Pentagon untuk Suriah

Dalam perundingan tersebut, kedua pihak juga membahas kemungkinan pelonggaran sebagian sanksi ekonomi yang selama ini diberlakukan terhadap Iran. Selain itu, terdapat pembahasan mengenai akses Teheran terhadap aset-aset keuangan yang dibekukan di luar negeri.

Meski sebagian besar poin kesepakatan disebut telah dirampungkan, Donald Trump dilaporkan masih melakukan evaluasi sebelum memberikan keputusan final. Sejumlah pejabat Amerika Serikat menyebut presiden masih berkonsultasi dengan tim keamanan nasional terkait dampak politik dan keamanan dari perjanjian tersebut.

Wakil Presiden AS, JD Vance, mengakui bahwa proses negosiasi menunjukkan perkembangan positif. Namun ia menegaskan bahwa kesepakatan permanen antara kedua negara belum sepenuhnya tercapai.

“Kami sudah sangat dekat, tetapi kami belum sampai di titik itu,” kata JD Vance terkait peluang tercapainya perjanjian jangka panjang dengan Iran.

Dalam rancangan kesepakatan yang beredar, kedua negara juga membahas keamanan pelayaran internasional di Selat Hormuz. Jalur laut tersebut merupakan salah satu rute perdagangan energi paling penting di dunia karena menjadi lintasan utama ekspor minyak dari kawasan Teluk.

Baca Artikel Lainnya: Imarah Islam Afghanistan dan Rusia Sepakati Kerja Sama Militer, ISKP Jadi Fokus Utama

Iran dilaporkan diminta menjamin kelancaran lalu lintas kapal dan menghilangkan hambatan yang sempat mengganggu aktivitas pelayaran internasional dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai imbalannya, Amerika Serikat membuka peluang pembahasan lebih lanjut mengenai pengurangan tekanan ekonomi terhadap Teheran.

Perundingan ini berlangsung setelah beberapa bulan diwarnai bentrokan militer, serangan balasan, serta meningkatnya ketegangan terkait program nuklir Iran. Bahkan selama proses diplomasi berlangsung, sejumlah insiden keamanan masih terjadi dan memunculkan kekhawatiran bahwa gencatan senjata dapat runtuh sewaktu-waktu.

Laporan media internasional juga menyebut rancangan kesepakatan tersebut telah dibagikan kepada sejumlah sekutu utama Washington, termasuk Israel. Namun sebagian kalangan politik di Amerika Serikat dikabarkan menilai proposal tersebut terlalu lunak terhadap Iran, terutama terkait isu nuklir dan kemungkinan pelonggaran sanksi.

Meski masih menghadapi berbagai hambatan diplomatik dan politik, perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari ini dinilai sebagai peluang penting untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di Timur Tengah. Jika disetujui oleh Donald Trump dan diterima penuh oleh kepemimpinan Iran, kesepakatan tersebut dapat menjadi fondasi bagi negosiasi jangka panjang guna meredakan permusuhan yang telah berlangsung selama puluhan tahun antara kedua negara. (haidar/andalusmedia.id)

Tags: Amerika Serikatberita Timur Tengah terbaruDiplomasi InternasionalGencatan SenjataIran
Share946Tweet591SendShare
Previous Post

Imarah Islam Afghanistan dan Rusia Sepakati Kerja Sama Militer, ISKP Jadi Fokus Utama

Next Post

Ahmadinejad Jadi Teka-Teki di Tengah Konflik AS-Iran, Muncul Rumor Kematian hingga Spekulasi Politik

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Keamanan Suriah berhasil tangkap pemuda alawi atas penghinaannya terhadap ibunda Aisyah

Hina Ibunda Aisyah di Sosial Media, Seorang Pemuda Ditangkap Keamanan Suriah

8 Juni 2026
Para anggota parlemen AS menyetujui amandemen terhadap anggaran Pentagon untuk Suriah.

DPR AS Setujui Amandemen Anggaran Pentagon untuk Suriah

8 Juni 2026
Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa

Pemerintahan Ahmad Al-Sharaa, Siapkan Ribuan Bukti Kejahatan Kaki Tangan Rezim Assad

7 Juni 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.