• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Houthi Gempur Bandara Abha

Houthi Gempur Bandara Abha, Balas Serangan Saudi ke Bandara Sanaa

1 bulan ago
Netanyahu

Netanyahu Sebut Inggris Bisa Jadi Republik Islam, Politisi hingga Akademisi Bereaksi Keras

3 hari ago
Perdana Menteri 'Israel'

Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu Sindir Inggris, Sebut Republik Islam dengan Senjata Nuklir

4 hari ago
Saudi

Saudi Resmi Bentuk Aliansi Maritim 39 Negara, Laut Merah Jadi Titik Pertahanan Baru

4 hari ago
Anggota ISIS

Suriah Tangkap 9 Terduga Anggota ISIS Dekat Zona Demiliterisasi Israel

1 minggu ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Selasa, Agustus 18, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Arab Saudi

Houthi Gempur Bandara Abha, Balas Serangan Saudi ke Bandara Sanaa

Houthi meluncurkan rudal balistik dan drone ke Bandara Abha setelah Bandara Sanaa diserang. Eskalasi terbaru memicu kekhawatiran Yaman kembali memasuki fase perang terbuka dan mengancam proses perdamaian yang telah berjalan sejak 2022.

by Admin Andalus
1 bulan ago
A A
Houthi Gempur Bandara Abha

Serangan Arab Saudi terhadap Bandara Internasional Sanaa di Yaman, pada Senin (13/07/2026).

2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kelompok Houthi melancarkan serangan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) ke Bandara Internasional Abha, Arab Saudi, sebagai balasan atas serangan udara yang menghantam Bandara Internasional Sanaa. Aksi saling serang ini menjadi eskalasi paling serius dalam beberapa tahun terakhir dan memunculkan kekhawatiran bahwa Yaman kembali memasuki babak baru konflik bersenjata.

Menurut laporan Al Jazeera dan Associated Press, serangan terhadap Bandara Internasional Sanaa terjadi ketika sebuah pesawat Iran yang membawa delegasi Houthi bersiap mendarat di ibu kota Yaman. Pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi menyatakan tindakan tersebut dilakukan untuk mencegah penerbangan yang dianggap tidak memenuhi ketentuan penerbangan sipil yang berlaku.

Tak lama setelah insiden itu, Houthi mengumumkan operasi balasan dengan meluncurkan rudal balistik dan drone ke Bandara Internasional Abha di wilayah selatan Arab Saudi.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Saree, mengatakan kelompoknya tidak akan membiarkan serangan terhadap Bandara Sanaa tanpa balasan.

“Serangan terhadap Bandara Sanaa merupakan agresi terang-terangan dan fase deeskalasi telah berakhir. Arab Saudi harus menanggung konsekuensi dari tindakan ini,” ujar Yahya Saree.

Pernyataan tersebut menandai perubahan sikap Houthi setelah beberapa tahun relatif menahan diri sejak gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mulai berlaku pada 2022.

Di pihak lain, pemerintah Arab Saudi menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat seluruh rudal yang ditembakkan Houthi sebelum mencapai sasaran.

Juru bicara koalisi militer pimpinan Saudi, Turki al-Malki, mengatakan seluruh proyektil yang diarahkan ke wilayah selatan Arab Saudi berhasil dihancurkan di udara sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan besar.

Menurut Riyadh, kesiapan sistem pertahanan udara menjadi faktor utama yang menggagalkan serangan tersebut.

Meski demikian, insiden ini menjadi salah satu bentrokan lintas perbatasan paling serius sejak gencatan senjata diberlakukan empat tahun lalu.

Bandara Abha sebelumnya memang beberapa kali menjadi target serangan Houthi selama perang Yaman. Namun, frekuensi serangan menurun drastis setelah upaya perdamaian mulai menunjukkan perkembangan positif.

Ketegangan terbaru tidak hanya dipicu oleh serangan udara, tetapi juga sengketa mengenai penerbangan Iran menuju Sanaa.

Pemerintah Yaman menuduh Teheran memanfaatkan jalur penerbangan tersebut untuk memperkuat hubungan dengan Houthi sekaligus meningkatkan pengaruhnya di wilayah yang dikuasai kelompok itu.

Baca Artikel Lainnya: Arab Saudi-Houthi Kembali Saling Serang, Yaman Terancam Masuk Babak Baru Konflik

Wakil Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman, Abdullah al-Alimi, menegaskan bahwa penerbangan tersebut melanggar aturan yang berlaku.

“Penerbangan-penerbangan ini merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Yaman dan digunakan untuk mendukung kelompok Houthi,” katanya.

Di sisi lain, Houthi membantah tuduhan tersebut dan menyebut penerbangan Iran merupakan bagian dari aktivitas sipil yang sah. Kelompok itu juga menilai serangan terhadap Bandara Sanaa sebagai pelanggaran terhadap fasilitas sipil yang tidak dapat dibenarkan.

Para pengamat menilai insiden ini berpotensi menggagalkan proses perdamaian yang selama beberapa tahun terakhir terus diupayakan melalui mediasi regional dan internasional.

RelatedPosts

Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu Sindir Inggris, Sebut Republik Islam dengan Senjata Nuklir

Saudi Resmi Bentuk Aliansi Maritim 39 Negara, Laut Merah Jadi Titik Pertahanan Baru

Hubungan Arab Saudi dan Houthi sebenarnya menunjukkan tanda-tanda membaik setelah Riyadh membuka jalur dialog langsung dengan kelompok tersebut. Namun, perkembangan terbaru memperlihatkan bahwa situasi keamanan di Yaman masih sangat rapuh.

Perserikatan Bangsa-Bangsa pun menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan dan menyerukan semua pihak agar menahan diri demi mencegah konflik meluas.

Dewan Keamanan PBB dilaporkan menggelar pertemuan darurat untuk membahas situasi terbaru di Yaman serta dampaknya terhadap stabilitas kawasan.

Selain mengancam proses perdamaian, eskalasi ini juga dikhawatirkan memengaruhi keamanan jalur pelayaran internasional di Laut Merah yang selama ini menjadi salah satu titik strategis perdagangan dunia.

Dalam beberapa bulan terakhir, Houthi juga terus melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang melintas di kawasan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina di tengah perang Gaza.

Jika aksi saling serang antara Arab Saudi dan Houthi terus berlanjut, para analis memperingatkan Yaman berisiko kembali terjerumus ke perang berskala besar. Kondisi itu diperkirakan akan memperburuk krisis kemanusiaan yang telah berlangsung lebih dari satu dekade dan menghambat berbagai upaya rekonstruksi di negara tersebut. (haidar/andalusmedia.id)

Tags: Arab SaudiBandara Abhaberita Timur Tengah terbaruHouthiYaman
Share946Tweet591SendShare
Previous Post

Arab Saudi-Houthi Kembali Saling Serang, Yaman Terancam Masuk Babak Baru Konflik

Next Post

Dilema Israel di Tengah Eskalasi AS-Iran: Diuntungkan Tekanan, Khawatir Iran Bangkit Lebih Kuat

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Netanyahu

Netanyahu Sebut Inggris Bisa Jadi Republik Islam, Politisi hingga Akademisi Bereaksi Keras

15 Agustus 2026
Perdana Menteri 'Israel'

Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu Sindir Inggris, Sebut Republik Islam dengan Senjata Nuklir

14 Agustus 2026
Saudi

Saudi Resmi Bentuk Aliansi Maritim 39 Negara, Laut Merah Jadi Titik Pertahanan Baru

14 Agustus 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.