Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, menyampaikan ucapan selamat kepada Ali Faleh Al-Zaidi atas penunjukannya sebagai Perdana Menteri Irak. Ucapan tersebut disampaikan melalui percakapan telepon, sebagaimana diumumkan dalam pernyataan resmi Amiri Diwan pada Sabtu (2/5/2026).
Dalam pembicaraan itu, Sheikh Tamim menyatakan harapannya agar Al-Zaidi berhasil menjalankan tugasnya membentuk pemerintahan baru yang mampu merespons kebutuhan rakyat Irak. Ia menekankan pentingnya kepemimpinan yang efektif untuk menghadapi berbagai tantangan, termasuk di bidang ekonomi, keamanan, dan kesejahteraan sosial.
Emir Qatar juga menegaskan komitmen negaranya untuk terus mendukung Irak dalam menjaga stabilitas nasional dan mendorong pembangunan. Dukungan tersebut mencakup peluang kerja sama di berbagai sektor, seperti ekonomi, energi, dan investasi.
Menurut pernyataan tersebut, Qatar memandang Irak sebagai mitra strategis di kawasan Timur Tengah. Oleh karena itu, penguatan hubungan bilateral dinilai penting untuk menciptakan stabilitas regional yang lebih luas.
Sheikh Tamim juga menyampaikan harapannya agar hubungan antara Qatar dan Irak terus berkembang dan memberikan manfaat bagi kedua negara. Ia menilai kerja sama yang erat dapat menjadi salah satu faktor pendukung dalam menghadapi dinamika kawasan yang terus berkembang.
Sementara itu, Ali Faleh Al-Zaidi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas ucapan selamat serta dukungan dari Emir Qatar. Ia menegaskan bahwa hubungan bilateral antara Irak dan Qatar memiliki peran penting dalam mendukung stabilitas dan pembangunan di kawasan.
Al-Zaidi juga menyatakan komitmennya untuk memperkuat kerja sama dengan Qatar di berbagai bidang, termasuk perdagangan dan investasi. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat memberikan kontribusi positif bagi pemulihan ekonomi dan pembangunan nasional Irak.
Baca Artikel Lainya: Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit
Penunjukan Al-Zaidi sebagai Perdana Menteri Irak menjadi perhatian sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu membawa perubahan positif, khususnya dalam menciptakan pemerintahan yang lebih stabil dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dalam beberapa tahun terakhir, Irak menghadapi berbagai tantangan, mulai dari dinamika politik domestik hingga tekanan ekonomi dan isu keamanan. Oleh karena itu, dukungan dari negara mitra dinilai penting dalam mendukung proses stabilisasi dan pembangunan.
Qatar, sebagai salah satu negara yang aktif dalam diplomasi regional, menunjukkan komitmennya untuk berperan dalam mendukung Irak. Hubungan yang terjalin antara kedua negara diharapkan dapat semakin kuat melalui kerja sama yang berkelanjutan.
Komunikasi antara Sheikh Tamim dan Al-Zaidi menjadi salah satu indikasi awal penguatan hubungan bilateral pascapenunjukan perdana menteri baru Irak. Ke depan, kedua negara diperkirakan akan meningkatkan koordinasi dalam berbagai bidang strategis.
Langkah-langkah yang akan diambil oleh pemerintahan Al-Zaidi selanjutnya akan menjadi perhatian, baik di tingkat domestik maupun internasional. Dukungan dari mitra regional seperti Qatar diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap stabilitas dan kemajuan Irak. (haidar/andalusmedia.id)