• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Kunjungan Presiden Ahmad Al-Sharaa ke Wilayah Tartous

Ahmad Al-Sharaa Tolak Pujian untuk Dirinya, Masa Memuja Penguasa Sudah Berakhir

4 hari ago
Hubungan AS-Israel

Hubungan AS-Israel Memanas, Trump Tinggalkan Opsi Serangan terhadap Iran

2 jam ago
Hizbullah

Hizbullah Klaim Gagalkan Serangan Israel di Lebanon Selatan, Pertempuran Sengit Pecah di Majdal Zoun

4 jam ago
Pasukan keamanan Suriah menangkap seorang anggota ISIS di provinsi Idlib - 7 Agustus 2025 (Kementerian Dalam Negeri)

Dalam Tiga Bulan Terakhir, Suriah Berhasil Tangkap 235 Anggota ISIS

6 jam ago
Ahmad Al-Sharaa

Ahmad Al-Sharaa Bantah Rumor Suriah Akan Perangi Hizbullah di Lebanon

6 jam ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Sabtu, Juni 13, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Suriah

Ahmad Al-Sharaa Tolak Pujian untuk Dirinya, Masa Memuja Penguasa Sudah Berakhir

Di Wilayah Eks Basis Assad, Ahmad Al-Sharaa Tolak Pujian dan Pilih Mengangkat Martabat Rakyat

by Admin Andalus
4 hari ago
A A
Kunjungan Presiden Ahmad Al-Sharaa ke Wilayah Tartous
2.4k
SHARES
4.7k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Dalam kunjungannya ke Kota Tartus pada Selasa (9/6), Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa mencuri perhatian publik setelah menghentikan pembacaan puisi yang berisi sanjungan untuk dirinya. Di hadapan ratusan warga yang menyambut kedatangannya, Al-Sharaa justru menyampaikan pesan yang tidak biasa dalam tradisi politik Timur Tengah yang selama puluhan tahun identik dengan kultus individu dan pengagungan kepada penguasa.

“Zaman ketika orang-orang membacakan puisi tentang presiden telah berakhir. Sekarang giliran presiden yang membacakan puisi tentang rakyat yang hebat,” ujar Al-Sharaa, disambut tepuk tangan para hadirin.

Pernyataan tersebut segera menyebar luas di media sosial dan memicu beragam tanggapan. Banyak warga menilai ucapan itu mencerminkan semangat baru yang ingin dibangun pemerintahan Suriah pasca tumbangnya rezim Bashar al-Assad, yakni menempatkan rakyat sebagai pusat perhatian negara, bukan lagi pemimpin sebagai objek pujian dan pengagungan.

Kunjungan Al-Sharaa ke Tartus sendiri memiliki arti penting. Kota pesisir itu selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu wilayah yang paling dekat dengan pemerintahan Bashar al-Assad. Karena itu, kehadiran presiden baru Suriah di wilayah tersebut mendapat perhatian besar dari masyarakat maupun pengamat politik.

RelatedPosts

Hubungan AS-Israel Memanas, Trump Tinggalkan Opsi Serangan terhadap Iran

Hizbullah Klaim Gagalkan Serangan Israel di Lebanon Selatan, Pertempuran Sengit Pecah di Majdal Zoun

Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan berbagai aspirasi dan harapan mereka terhadap masa depan negara. Suasana berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Di tengah acara itulah muncul upaya sejumlah peserta untuk membacakan syair pujian kepada presiden.

Alih-alih menikmati sanjungan tersebut, Al-Sharaa justru mengarahkan perhatian kepada rakyat.

Pernyataan itu mencerminkan pendekatan yang berbeda dari pola politik yang selama ini dikenal masyarakat Suriah. Selama beberapa dekade, kehidupan politik Suriah tidak bisa dilepaskan dari kultus individu. Foto-foto penguasa memenuhi ruang publik, nama presiden hadir dalam berbagai slogan, dan pujian kepada penguasa menjadi bagian yang lazim dalam banyak acara resmi.

Bagi sebagian warga Suriah, pengalaman panjang tersebut masih sangat membekas. Karena itu, ucapan Al-Sharaa sebagai pesan bahwa masa depan negara tidak boleh lagi dibangun di atas pengagungan satu tokoh.Mereka menilai seorang pemimpin seharusnya menghormati rakyat yang telah bertahan menghadapi berbagai kesulitan selama bertahun-tahun konflik, krisis ekonomi, dan ketidakstabilan politik.

Sebagian komentar bahkan menyebut bahwa rakyat Suriah selama ini telah membayar harga yang sangat mahal untuk mempertahankan negara mereka. Jutaan warga kehilangan rumah, pekerjaan, anggota keluarga, dan masa depan akibat perang yang berlangsung lebih dari satu dekade. Karena itu, penghargaan kepada rakyat dianggap lebih pantas dibandingkan penghormatan berlebihan kepada pejabat atau pemimpin.

Peristiwa di Tartus juga terjadi ketika Suriah sedang menjalani fase baru dalam sejarah politiknya. Pemerintah berusaha membangun kembali berbagai lembaga negara, memperbaiki layanan publik, menarik investasi, dan memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan pusat.

Tugas tersebut tidak ringan. Selain menghadapi tantangan ekonomi yang besar, pemerintah juga harus meyakinkan warga bahwa negara sedang bergerak menuju arah yang berbeda dibandingkan masa lalu.

Dalam situasi seperti itu, setiap pernyataan pemimpin memiliki makna yang besar bagi masyarakat. Ucapan yang disampaikan Al-Sharaa menunjukkan bahwa pemerintah ingin menghadirkan hubungan yang lebih dekat dengan rakyat dan menjauh dari budaya politik lama yang menempatkan pemimpin sebagai pusat penghormatan.

Bagi banyak warga, perubahan tidak hanya diukur dari kebijakan ekonomi atau pembangunan infrastruktur. Cara seorang pemimpin berbicara kepada rakyat dan memperlakukan masyarakat juga menjadi ukuran penting.

Di tengah upaya negara itu membuka lembaran baru setelah bertahun-tahun konflik, banyak warga berharap penghormatan terhadap rakyat tidak berhenti sebagai slogan, melainkan benar-benar menjadi prinsip dalam menjalankan pemerintahan.

Harapan itu muncul karena bagi sebagian besar rakyat Suriah, merekalah yang selama ini menanggung beban terberat dari perang, kehancuran, pengungsian, dan berbagai krisis yang melanda negara. Jika ada pihak yang layak mendapat penghargaan, menurut banyak warga, maka pihak itu adalah rakyat Suriah sendiri yang tetap bertahan melewati masa-masa paling sulit dalam sejarah modern negeri mereka. (ahmad/andalusmedia.id)

Tags: Ahmad Al-SharaaAl-Sharaaberita Timur Tengah terbarukabar suriahPemerintah Baru Suriahsuriah
Share958Tweet599SendShare
Previous Post

Aparat Suriah Tangkap Tentara Assad Pelaku Pembantaian Warga Suriah

Next Post

Israel Kian Agresif di Suriah Selatan, Anak-Anak Penggembala Ditahan dan Dipukuli di Quneitra

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Hubungan AS-Israel

Hubungan AS-Israel Memanas, Trump Tinggalkan Opsi Serangan terhadap Iran

13 Juni 2026
Hizbullah

Hizbullah Klaim Gagalkan Serangan Israel di Lebanon Selatan, Pertempuran Sengit Pecah di Majdal Zoun

13 Juni 2026
Pasukan keamanan Suriah menangkap seorang anggota ISIS di provinsi Idlib - 7 Agustus 2025 (Kementerian Dalam Negeri)

Dalam Tiga Bulan Terakhir, Suriah Berhasil Tangkap 235 Anggota ISIS

13 Juni 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.