• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Invasi pasukan pendudukan Israel ke pedesaan Quneitra, Suriah (SANA)

Israel Kian Agresif di Suriah Selatan, Anak-Anak Penggembala Ditahan dan Dipukuli di Quneitra

2 hari ago
Hubungan AS-Israel

Hubungan AS-Israel Memanas, Trump Tinggalkan Opsi Serangan terhadap Iran

5 jam ago
Hizbullah

Hizbullah Klaim Gagalkan Serangan Israel di Lebanon Selatan, Pertempuran Sengit Pecah di Majdal Zoun

7 jam ago
Pasukan keamanan Suriah menangkap seorang anggota ISIS di provinsi Idlib - 7 Agustus 2025 (Kementerian Dalam Negeri)

Dalam Tiga Bulan Terakhir, Suriah Berhasil Tangkap 235 Anggota ISIS

9 jam ago
Ahmad Al-Sharaa

Ahmad Al-Sharaa Bantah Rumor Suriah Akan Perangi Hizbullah di Lebanon

9 jam ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Sabtu, Juni 13, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Kabar Suriah

Israel Kian Agresif di Suriah Selatan, Anak-Anak Penggembala Ditahan dan Dipukuli di Quneitra

Gelombang Pelanggaran Terus Berlanjut di Wilayah Perbatasan Suriah

by Admin Andalus
2 hari ago
A A
Invasi pasukan pendudukan Israel ke pedesaan Quneitra, Suriah (SANA)

Invasi pasukan pendudukan Israel ke pedesaan Quneitra, Suriah (SANA)

2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Situasi di Suriah selatan kembali memanas setelah pasukan pendudukan Israel dilaporkan melakukan serangkaian operasi militer baru di Provinsi Quneitra. Dalam beberapa hari terakhir, warga setempat melaporkan adanya penahanan warga sipil, penyitaan telepon genggam, pendirian pos pemeriksaan sementara, hingga pembatasan akses masyarakat terhadap lahan pertanian dan sumber daya alam.

Insiden terbaru yang memicu kemarahan warga terjadi pada Senin (8/6), ketika empat anak penggembala domba dari Kota Al-Rafid, wilayah barat Quneitra, ditahan oleh pasukan Israel saat berada di lahan pertanian sekitar kota tersebut.

Menurut laporan koresponden Syria TV, anak-anak tersebut sedang menggembalakan ternak seperti biasa ketika pasukan Israel mengepung mereka. Setelah itu, para tentara melakukan penggeledahan, memeriksa identitas mereka, dan menyita telepon seluler yang mereka bawa.

Tidak berhenti sampai di situ, para anak tersebut juga dilaporkan mengalami pemukulan selama proses interogasi lapangan yang dilakukan oleh pasukan Israel.

RelatedPosts

Hubungan AS-Israel Memanas, Trump Tinggalkan Opsi Serangan terhadap Iran

Hizbullah Klaim Gagalkan Serangan Israel di Lebanon Selatan, Pertempuran Sengit Pecah di Majdal Zoun

Warga setempat mengatakan bahwa tangan keempat anak itu diikat menggunakan kabel plastik selama hampir satu jam sebelum akhirnya dilepaskan di sebuah lokasi yang tidak jauh dari Kota Al-Rafid. Seorang warga yang melintas kemudian menemukan mereka dalam kondisi terikat. Ia membantu melepaskan ikatan tersebut dan mengantar mereka kembali kepada keluarga masing-masing.

Foto-foto kabel plastik yang digunakan untuk mengikat tangan anak-anak itu kemudian beredar dan memicu reaksi luas di kalangan masyarakat Suriah.

 

Kawat plastik yang mengikat anak-anak (TV Suriah)
Kawat plastik yang mengikat anak-anak (TV Suriah)

 

Peristiwa ini menambah daftar panjang insiden yang terjadi di wilayah selatan Suriah sejak meningkatnya aktivitas militer Israel di kawasan tersebut.

Tekanan terhadap Warga Sipil Suriah Terus Meningkat

Penduduk Quneitra dan Daraa mengeluhkan semakin sempitnya ruang gerak mereka dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Berbagai laporan menyebutkan bahwa pasukan Israel secara rutin melakukan patroli, operasi keamanan, dan pembatasan akses terhadap wilayah yang selama ini digunakan warga untuk bertani maupun menggembalakan ternak.

Bagi masyarakat pedesaan di wilayah tersebut, lahan pertanian bukan sekadar sumber pendapatan, tetapi juga penopang utama kehidupan keluarga. Karena itu, berbagai pembatasan yang diberlakukan dinilai semakin memperburuk kondisi ekonomi warga yang selama bertahun-tahun telah terdampak konflik.

Sejumlah organisasi lokal juga mencatat meningkatnya rasa takut di kalangan masyarakat akibat seringnya operasi militer mendadak yang dilakukan di desa-desa sekitar garis pemisah.

Data yang dihimpun media lokal menunjukkan bahwa dalam beberapa bulan terakhir puluhan warga sipil tewas atau terluka akibat tembakan maupun serangan artileri Israel di wilayah selatan Suriah.

Salah satu insiden paling mematikan terjadi di Kota Beit Jinn, di lereng Gunung Hermon, yang menewaskan sedikitnya 13 warga dan melukai sekitar 25 orang lainnya.

Serangan Baru dan Pos Pemeriksaan Dadakan

Belum genap dua hari setelah penahanan empat anak tersebut, pasukan Israel kembali melakukan operasi baru di pedesaan Quneitra.

Pada Rabu (10/6), tiga kendaraan militer Israel dilaporkan memasuki jalan yang menghubungkan Desa Saida Al-Golan dengan Al-Muqraz di wilayah selatan provinsi tersebut.

Sumber-sumber lokal mengatakan bahwa pasukan Israel mendirikan pos pemeriksaan sementara dan menghentikan sejumlah warga yang melintas. Beberapa orang diperiksa sebelum pasukan akhirnya meninggalkan lokasi beberapa waktu kemudian.

Operasi ini terjadi sehari setelah seorang pemuda Suriah ditahan di kawasan pertanian Umm Al-Luqs. Ia dibawa untuk diperiksa selama beberapa jam sebelum akhirnya dilepaskan.

Rangkaian kejadian tersebut memperkuat kekhawatiran warga bahwa aktivitas militer Israel di wilayah selatan Suriah terus meningkat dari waktu ke waktu.

Lebih dari 700 Operasi Sejak Jatuhnya Rezim Assad

Menurut data yang dipublikasikan Radio Golan FM, media yang mendokumentasikan berbagai pelanggaran Israel di Suriah, tentara Israel telah melaksanakan lebih dari 700 operasi keamanan dan militer di wilayah Suriah sejak runtuhnya rezim Bashar al-Assad.

Operasi-operasi tersebut mencakup patroli darat, penahanan warga, pendirian pos militer sementara, hingga berbagai bentuk intervensi keamanan lainnya di kawasan perbatasan.

Pemerintah Suriah berulang kali menegaskan bahwa seluruh aktivitas militer Israel di wilayah selatan Suriah tidak memiliki dasar hukum dan bertentangan dengan hukum internasional.

Damaskus juga kembali menyerukan kepada masyarakat internasional agar mengambil langkah nyata untuk menghentikan pelanggaran yang terus berlangsung dan mendorong penarikan penuh pasukan Israel dari wilayah Suriah.

Di tengah ketidakpastian situasi keamanan, warga Quneitra dan Daraa kini hidup dalam bayang-bayang operasi militer yang bisa terjadi kapan saja. Bagi banyak keluarga, terutama mereka yang bergantung pada pertanian dan peternakan, tantangan terbesar bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga bagaimana menjalani kehidupan sehari-hari di tengah meningkatnya tekanan dan ketegangan yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. (ahmad/andalusmedia.id)

Tags: berita Timur Tengah terbaruisraelkabar suriahsuriah
Share945Tweet591SendShare
Previous Post

Ahmad Al-Sharaa Tolak Pujian untuk Dirinya, Masa Memuja Penguasa Sudah Berakhir

Next Post

Donald Trump Dorong Presiden Ahmad Al-Sharaa Lucuti Senjata Hizbullah

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Hubungan AS-Israel

Hubungan AS-Israel Memanas, Trump Tinggalkan Opsi Serangan terhadap Iran

13 Juni 2026
Hizbullah

Hizbullah Klaim Gagalkan Serangan Israel di Lebanon Selatan, Pertempuran Sengit Pecah di Majdal Zoun

13 Juni 2026
Pasukan keamanan Suriah menangkap seorang anggota ISIS di provinsi Idlib - 7 Agustus 2025 (Kementerian Dalam Negeri)

Dalam Tiga Bulan Terakhir, Suriah Berhasil Tangkap 235 Anggota ISIS

13 Juni 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.