• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Ahmad Al-Sharaa copot jabatan kedua saudaranya

Ahmad al-Sharaa Copot Jabatan Kedua Saudaranya, Hapus Nepotisme di Pemerintahan Suriah

4 hari ago
Abiy Ahmed

Perang Sudan Kian Panas, Nama Abiy Ahmed Muncul di Balik Dukungan untuk RSF

4 jam ago
Al-Aqsa

Al-Aqsa Memanas Jelang Jumat Nakba, Palestina Sebut Ancaman Israel Paling Berbahaya

5 jam ago
Pemerintah Baru Suriah Desak Lebanon Seret Buronan Rezim Assad

Pemerintah Baru Suriah Tuduh Hizbullah Lindungi Penjahat Rezim Assad di Lebanon

8 jam ago
Hizbullah

Hizbullah Sembunyikan Ratusan Perwira Rezim Assad di Lebanon

8 jam ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Rabu, Mei 13, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Suriah

Ahmad al-Sharaa Copot Jabatan Kedua Saudaranya, Hapus Nepotisme di Pemerintahan Suriah

Ahmad al-Sharaa Copot Kerabat dan Akhiri Nepotisme di Pemerintahan

by Admin Andalus
4 hari ago
A A
Ahmad Al-Sharaa copot jabatan kedua saudaranya

Ahmad al-Sharaa, dan saudaranya Hazem al-Sharaa (Diedit oleh Enab Baladi)

2.4k
SHARES
4.7k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Presiden Ahmad al-Sharaa mulai memperlihatkan arah baru pemerintahannya lewat langkah yang cukup mengejutkan di internal birokrasi Suriah. Dalam beberapa hari terakhir, Damaskus disebut tengah bergerak menuju reformasi besar-besaran yang menyasar praktik nepotisme, rangkap jabatan, hingga pola distribusi kekuasaan berbasis kedekatan keluarga.

Langkah ini mulai menjadi sorotan setelah muncul laporan bahwa Ahmad al-Sharaa tidak lagi ingin pemerintahan dijalankan dengan pola loyalitas semata, melainkan berdasarkan kemampuan dan profesionalisme. Media Suriah Zaman al-Wasl menyebut bahwa presiden Suriah dalam sejumlah pertemuan tertutup menegaskan pentingnya membangun institusi negara yang lebih efisien dan diisi oleh orang-orang yang benar-benar memiliki kapasitas.

Menurut laporan tersebut, masyarakat Suriah akan mulai melihat dampak kebijakan ini secara langsung dalam waktu dekat melalui pergantian pejabat, rotasi jabatan, dan penataan ulang struktur pemerintahan di berbagai lembaga negara. Bahkan keluarga yang selama ini memiliki banyak anggota bekerja di institusi yang sama disebut akan terkena penyesuaian besar.

Ahmad Al-Sharaa Copot Jabatan Kedua Saudaranya

Yang membuat langkah ini semakin menarik adalah fakta bahwa reformasi tersebut disebut dimulai dari lingkaran keluarga presiden sendiri. Ahmad al-Sharaa dikabarkan telah mengeluarkan dua saudaranya, Maher dan Hazem, dari posisi penting yang sebelumnya mereka duduki di pemerintahan.

RelatedPosts

Perang Sudan Kian Panas, Nama Abiy Ahmed Muncul di Balik Dukungan untuk RSF

Al-Aqsa Memanas Jelang Jumat Nakba, Palestina Sebut Ancaman Israel Paling Berbahaya

Maher al-Sharaa sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kepresidenan, sementara Hazem al-Sharaa berada di posisi ekonomi dan konsultasi pemerintahan. Keluarnya dua nama tersebut dipandang sebagai pesan politik yang kuat bahwa kebijakan reformasi birokrasi tidak hanya berlaku untuk pejabat biasa, tetapi juga menyentuh orang-orang terdekat presiden.

Sebagai pengganti Maher, pemerintah menunjuk Abdul Rahman al-A’ma sebagai Sekretaris Jenderal Kepresidenan yang baru. Sebelumnya, Abdul Rahman al-A’ma dikenal melalui perjalanan administratifnya saat menjabat gubernur Homs.

 

Ahmad Al-Sharaa tunjuk Abdul Rahman al-A'ma gantikan jabatan saudaranya
Abdul Rahman al-A’ma ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal Kepresidenan Suriah.

Pergantian ini dianggap sejalan dengan arah baru pemerintahan Ahmad al-Sharaa yang ingin memisahkan urusan negara dari hubungan keluarga. Pemerintah disebut ingin menegaskan bahwa jabatan publik bukan lagi ruang distribusi kekuasaan bagi kerabat, melainkan amanah yang harus dipegang oleh figur yang dianggap mampu menjalankan tugas secara profesional.

Selain soal kerabat presiden, pemerintah Suriah juga mulai menerapkan prinsip “satu orang satu jabatan.” Dalam kebijakan baru ini, pejabat negara tidak lagi diperbolehkan memegang banyak posisi sekaligus, meskipun memiliki pengaruh politik atau kedekatan dengan elite pemerintahan.

Tujuannya adalah menciptakan birokrasi yang lebih fokus dan mudah diawasi. Setiap pejabat nantinya hanya bertanggung jawab pada satu bidang tertentu agar kinerja mereka lebih maksimal dan tidak terjadi penumpukan kekuasaan pada segelintir orang.

Seorang sumber senior yang dikutip media Suriah menggambarkan suasana reformasi ini dengan kalimat yang cukup tajam: “Dari menteri hingga penjaga malam, semua harus menyentuh kepala mereka pagi dan petang.” Ungkapan tersebut dipahami sebagai simbol bahwa seluruh pejabat kini berada di bawah pengawasan ketat dan dituntut bekerja dengan penuh tanggung jawab.

Selama bertahun-tahun, birokrasi Suriah memang kerap dikritik karena dipenuhi pola patronase, loyalitas kelompok, dan jaringan keluarga. Banyak jabatan strategis disebut lebih sering diberikan berdasarkan kedekatan dibanding kompetensi. Karena itu, langkah Ahmad al-Sharaa mulai dipandang sebagai upaya membangun citra pemerintahan yang berbeda dari masa sebelumnya.

Di tengah proses pemulihan pascaperang, reformasi birokrasi menjadi salah satu tantangan terbesar Damaskus. Pemerintah tidak hanya harus membangun kembali institusi negara yang melemah akibat konflik panjang, tetapi juga memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pemerintahan.

Dalam beberapa bulan terakhir, pemerintahan Ahmad al-Sharaa memang terlihat semakin aktif melakukan restrukturisasi di berbagai sektor, mulai dari keamanan, militer, pelayanan publik, hingga hubungan diplomatik regional. Gelombang pergantian pejabat yang mulai terjadi memperkuat dugaan bahwa Suriah sedang memasuki fase baru dalam tata kelola negara.

Meski begitu, banyak pihak menilai reformasi ini tidak akan berjalan mudah. Praktik loyalitas kelompok dan jaringan keluarga telah lama mengakar dalam birokrasi Suriah. Karena itu, perubahan besar seperti ini kemungkinan akan menghadapi resistensi dari pihak-pihak yang selama ini diuntungkan oleh sistem lama.

Namun jika dijalankan secara konsisten, langkah Ahmad al-Sharaa ini bisa menjadi titik awal perubahan besar dalam wajah pemerintahan Suriah modern , dari sistem berbasis loyalitas menuju negara yang lebih profesional, dinamis, dan berorientasi pada institusi. (ahmad/andalusmedia.id)

Tags: Ahmad Al-SharaaAl-Sharaaberita Timur Tengah terbarukabar suriahPemerintah Baru Suriahsuriah
Share951Tweet595SendShare
Previous Post

Kiai Ashari Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan Puluhan Santriwati di Pati

Next Post

Turki Dikabarkan Akan Undang Ahmad al-Sharaa ke KTT NATO di Ankara

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Ahmad al-Sharaa

Ahmad al-Sharaa Rombak Kabinet Suriah, Kritik Rakyat Mulai Dijawab

11 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Abiy Ahmed

Perang Sudan Kian Panas, Nama Abiy Ahmed Muncul di Balik Dukungan untuk RSF

13 Mei 2026
Al-Aqsa

Al-Aqsa Memanas Jelang Jumat Nakba, Palestina Sebut Ancaman Israel Paling Berbahaya

13 Mei 2026
Pemerintah Baru Suriah Desak Lebanon Seret Buronan Rezim Assad

Pemerintah Baru Suriah Tuduh Hizbullah Lindungi Penjahat Rezim Assad di Lebanon

13 Mei 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.