GAZA – Aliansi kemanusiaan internasional Global Resilience Flotilla atau Armada Sumud Global melaporkan adanya pergerakan kapal-kapal misterius yang mendekati konvoi mereka saat berlayar menuju Jalur Gaza untuk menembus blokade Israel.
Melalui pernyataan resmi di platform X pada Ahad (17/5/2026), pihak armada menyebut sejumlah kapal tak dikenal mengitari iring-iringan kapal mereka di Laut Mediterania. Kapal tersebut disebut terdiri dari kapal militer dan perahu cepat yang bergerak di bagian depan, belakang, hingga sisi armada kemanusiaan.
Laporan itu muncul setelah Armada Sumud mengumumkan telah memasuki jalur perairan internasional menuju Gaza. Berdasarkan data pelacakan pelayaran, armada tinggal menempuh sekitar 310 mil laut sebelum mencapai pesisir Jalur Gaza.
Di saat bersamaan, media Israel melaporkan militer Israel sedang menyiapkan operasi untuk mencegat armada tersebut dalam dua hingga tiga hari ke depan. Otoritas Israel disebut khawatir misi itu berhasil menembus blokade laut Gaza yang sudah diberlakukan sejak 2007.
Seorang pejabat Israel yang dikutip media lokal menyebut para aktivis kemungkinan akan dipindahkan ke “penjara terapung” apabila armada berhasil dihentikan di laut. Israel juga memperkirakan peserta misi kali ini akan memberikan perlawanan lebih besar dibanding pelayaran sebelumnya.
Armada Sumud berangkat dari Pelabuhan Marmaris, Turki, pada Kamis lalu dengan melibatkan 54 kapal bantuan. Misi tersebut membawa bantuan kemanusiaan, obat-obatan, dan ratusan aktivis solidaritas internasional dari sekitar 70 negara.
Baca Artikel Lainnya: Rasulullah SAW, Teladan Suami Penuh Kasih di Tengah Krisis Rumah Tangga Modern
Beberapa tokoh internasional yang ikut dalam pelayaran di antaranya Saif Abu Kishk, Samira Akdeniz Ordu, hingga Natalia Maria. Mereka menyatakan tujuan utama misi adalah membuka jalur bantuan dan menarik perhatian dunia terhadap krisis kemanusiaan di Gaza.
Misi ini menjadi kelanjutan upaya sebelumnya yang sempat dihentikan Israel di dekat Pulau Kreta, Yunani. Saat itu ratusan aktivis dari puluhan negara dilaporkan ditahan dan sebagian kapal dipaksa kembali sebelum mencapai Gaza.
Blokade Israel terhadap Gaza selama hampir dua dekade telah memicu krisis kemanusiaan berkepanjangan. Kondisi semakin memburuk setelah perang besar yang menghancurkan infrastruktur sipil, rumah sakit, sekolah, dan fasilitas publik di wilayah tersebut.
Armada Sumud menegaskan mereka akan tetap melanjutkan pelayaran selama situasi memungkinkan. Para aktivis juga menyerukan tekanan internasional agar Israel membuka akses bantuan kemanusiaan dan menghentikan pengepungan terhadap warga sipil Gaza. (haidar/andalusmedia.id)














