• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Suriah

Suriah Kejar Bashar al-Assad, Damaskus Minta Rusia Serahkan Assad

20 jam ago
Mladenov

Hamas Soroti Rencana Mladenov, Pelucutan Senjata Dinilai Untungkan Israel

49 menit ago
Afghanistan

Dewan Suku Afghanistan Berhasil Mediasi Gencatan Senjata Taliban dan Pakistan

3 jam ago
Mahmoud Abbas

Mahmoud Abbas Terpilih Lagi, Fatah Siapkan Era Politik Pascaperang Gaza

3 jam ago
Suriah

Suriah Ingin Perjanjian Keamanan Bukan Normalisasi dengan Israel

20 jam ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Jumat, Mei 15, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Suriah

Suriah Kejar Bashar al-Assad, Damaskus Minta Rusia Serahkan Assad

Pemerintah Baru Suriah Mulai Bangun Jalur Keadilan Transisional untuk Mengadili Tokoh Rezim Assad

by Admin Andalus
20 jam ago
A A
Suriah

Sebuah gambar yang dirilis oleh Agensi Berita Arab Suriah (SANA) pada 15 Januari 2015 menunjukkan Presiden Suriah Bashar al-Assad memberikan wawancara kepada koran Eterarna Novina dari Ceko di Damaskus.

2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah baru Suriah mulai memperjelas arah proses keadilan transisional pasca runtuhnya rezim Assad, dengan fokus utama pada penuntutan para tokoh lama pemerintahan, termasuk mantan presiden Suriah Bashar al-Assad.

Dilansir dari Al Jazeera Arabic pada 12 Mei 2026, otoritas Suriah mengungkap bahwa Damaskus kini tengah berkoordinasi dengan Interpol internasional serta mencoba memperoleh kerja sama Rusia untuk menyerahkan Bashar al-Assad ke Suriah.

Pernyataan itu menjadi salah satu sinyal paling tegas sejauh ini bahwa pemerintahan baru Suriah ingin membawa tokoh-tokoh utama rezim Assad ke meja pengadilan.

Damaskus Mulai Bangun Jalur Hukum

Dalam program “Lel Qissa Baqiyyah” yang ditayangkan Al Jazeera pada 11 Mei 2026, Wakil Menteri Dalam Negeri Suriah, Mayor Jenderal Abdul Qader al-Tahhan, mengatakan bahwa pengadilan terhadap mantan kepala Cabang Keamanan Politik Daraa, Atef Najib, merupakan awal perubahan besar dalam pendekatan negara terhadap kejahatan era rezim Assad.

RelatedPosts

Hamas Soroti Rencana Mladenov, Pelucutan Senjata Dinilai Untungkan Israel

Dewan Suku Afghanistan Berhasil Mediasi Gencatan Senjata Taliban dan Pakistan

Menurut Al-Tahhan, Suriah kini bergerak dari “fase pengelolaan konflik menuju pembangunan jalur hukum dan kelembagaan untuk pertanggungjawaban.”

Ia menegaskan bahwa keadilan transisional tidak hanya sebatas mengadili individu tertentu, tetapi juga mencakup pengungkapan fakta, pertanggungjawaban hukum, pemulihan korban, serta jaminan agar pelanggaran serupa tidak kembali terulang.

“Kami sedang memburu semua pihak yang terlibat dalam kejahatan besar terhadap rakyat Suriah,” ujarnya.

Bashar al-Assad Masuk Daftar Buronan

Dalam wawancara tersebut, Al-Tahhan mengungkap bahwa pemerintah Suriah telah mulai menjalankan prosedur internasional melalui Interpol untuk mengejar sejumlah tokoh rezim Assad yang melarikan diri ke luar negeri.

Nama Bashar al-Assad disebut akan berada di posisi teratas daftar pencarian.

Menurutnya, Assad dianggap sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas berbagai kejahatan yang terjadi selama perang Suriah berlangsung.

Al-Tahhan juga mengungkap bahwa pemerintah Suriah secara resmi telah meminta Rusia menyerahkan Bashar al-Assad kepada Damaskus.

Namun hingga kini, permintaan tersebut belum mendapat respons yang menghasilkan penyerahan resmi.

Pernyataan itu menjadi konfirmasi pertama dari pejabat Suriah mengenai adanya upaya langsung untuk memperoleh kerja sama Rusia dalam kasus Bashar al-Assad.

Surat Penangkapan dan Pembekuan Aset

Sementara itu, Jaksa Agung Suriah Hassan al-Turba mengatakan pemerintah telah mengeluarkan surat penangkapan in absentia terhadap sejumlah tokoh rezim Assad.

Ia menjelaskan bahwa Damaskus bekerja sama dengan Interpol dan sejumlah negara lain untuk mengejar para buronan dan menyerahkan mereka ke pengadilan Suriah.

Menurut Al-Turba, Kementerian Kehakiman Suriah kini menggunakan pendekatan politik, hukum, dan hak asasi manusia secara bersamaan agar para pelaku tidak lolos dari hukuman.

Langkah-langkah yang disiapkan mencakup:

  • Pembekuan aset,
  • Larangan bepergian,
  • Perlindungan saksi,
  • Hingga mendorong para korban untuk mengajukan pengaduan resmi.

Arsip Rezim Assad Berhasil Diamankan

Dalam perkembangan lain, Al-Tahhan mengungkap bahwa setelah jatuhnya rezim Assad, Kementerian Dalam Negeri berhasil menguasai sekitar 90 hingga 95 persen arsip pemerintahan lama.

Dokumen-dokumen itu disebut mencakup arsip keamanan, catatan intelijen, serta bukti yang berkaitan dengan operasi militer dan penahanan selama perang Suriah.

Pemerintah Suriah juga membentuk unit khusus untuk menjaga dan mengelola arsip tersebut agar dapat digunakan dalam proses investigasi dan persidangan.

Menurut Al-Tahhan, otoritas Suriah tidak hanya bergantung pada pengakuan para tersangka, tetapi juga memiliki “jumlah dokumen yang sangat besar” yang dapat menjerat pejabat militer dan keamanan rezim Assad.

Jalan Panjang Keadilan Suriah

Meski demikian, pejabat Suriah mengakui bahwa proses keadilan transisional tidak akan berlangsung cepat.

Al-Tahhan mengatakan besarnya jumlah pelanggaran yang terjadi selama lebih dari lima dekade kekuasaan keluarga Assad membuat mustahil menentukan tenggat waktu pasti untuk menyelesaikan seluruh proses hukum.

Ia menyebut tahun 2030 mungkin dapat menjadi “awal nyata pemulihan nasional dan pembangunan kembali kontrak sosial Suriah”, jika negara berhasil membangun sistem hukum yang transparan dan institusional.

Langkah Damaskus mengejar Bashar al-Assad kini menjadi salah satu ujian terbesar bagi pemerintahan baru Suriah: apakah mereka mampu mengubah tuntutan revolusi menjadi proses hukum nyata, atau justru menghadapi hambatan politik internasional yang panjang dan rumit. (ahmad/andalusmedia.id)

Tags: Bashar Assadberita Timur Tengah terbarukabar suriahPemerintah Baru Suriahsuriah
Share946Tweet592SendShare
Previous Post

Suriah Ingin Perjanjian Keamanan Bukan Normalisasi dengan Israel

Next Post

Mahmoud Abbas Terpilih Lagi, Fatah Siapkan Era Politik Pascaperang Gaza

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Ahmad al-Sharaa

Ahmad al-Sharaa Rombak Kabinet Suriah, Kritik Rakyat Mulai Dijawab

11 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Mladenov

Hamas Soroti Rencana Mladenov, Pelucutan Senjata Dinilai Untungkan Israel

15 Mei 2026
Afghanistan

Dewan Suku Afghanistan Berhasil Mediasi Gencatan Senjata Taliban dan Pakistan

15 Mei 2026
Mahmoud Abbas

Mahmoud Abbas Terpilih Lagi, Fatah Siapkan Era Politik Pascaperang Gaza

15 Mei 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.