• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Rezim Assad

200 Mantan Perwira Rezim Assad Dipantau Intelijen Lebanon

21 jam ago
Mladenov

Hamas Soroti Rencana Mladenov, Pelucutan Senjata Dinilai Untungkan Israel

2 jam ago
Afghanistan

Dewan Suku Afghanistan Berhasil Mediasi Gencatan Senjata Taliban dan Pakistan

4 jam ago
Mahmoud Abbas

Mahmoud Abbas Terpilih Lagi, Fatah Siapkan Era Politik Pascaperang Gaza

4 jam ago
Suriah

Suriah Kejar Bashar al-Assad, Damaskus Minta Rusia Serahkan Assad

21 jam ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Jumat, Mei 15, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Suriah

200 Mantan Perwira Rezim Assad Dipantau Intelijen Lebanon

Diduga Bersembunyi di Wilayah Sensitif, Beirut dan Damaskus Siapkan Mekanisme Penyerahan

by Admin Andalus
21 jam ago
A A
Rezim Assad
2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Otoritas keamanan Lebanon dilaporkan tengah memantau secara ketat sekitar 200 mantan perwira yang sebelumnya bertugas di bawah rezim Assad. Mereka disebut tersebar di sejumlah wilayah sensitif di Lebanon setelah melarikan diri dari Suriah pasca runtuhnya pemerintahan Bashar al-Assad.

Dilansir dari Al Arabiya Net pada Kamis, 14 Mei 2026, sumber keamanan mengungkap bahwa nama-nama para mantan perwira itu kini masuk dalam daftar pemantauan intelijen Lebanon. Mereka diawasi sambil menunggu penyelesaian prosedur hukum dan keamanan yang sedang dibahas antara Beirut dan Damaskus.

Laporan tersebut kembali menyoroti bagaimana sisa-sisa jaringan rezim Assad masih berusaha bertahan di luar Suriah, terutama melalui hubungan lama dengan kelompok-kelompok sekutu di Lebanon.

Masuk Lewat Jalur Ilegal

Menurut sumber keamanan yang dikutip media tersebut, sebagian besar mantan perwira rezim Assad memasuki Lebanon melalui jalur penyelundupan dan perbatasan tidak resmi di kawasan Bekaa dan Lebanon Utara.

RelatedPosts

Hamas Soroti Rencana Mladenov, Pelucutan Senjata Dinilai Untungkan Israel

Dewan Suku Afghanistan Berhasil Mediasi Gencatan Senjata Taliban dan Pakistan

Mereka disebut menyeberang secara bertahap setelah jatuhnya Bashar al-Assad dan runtuhnya struktur militer lama Suriah. Banyak dari mereka memilih melarikan diri karena khawatir ditangkap dalam operasi pemburuan terhadap tokoh-tokoh militer rezim Assad yang diduga terlibat dalam pemboman, penahanan massal, dan operasi keamanan selama perang Suriah.

Baca Artikel Lainnya:  Pemerintah Baru Suriah Tuduh Hizbullah Lindungi Penjahat Rezim Assad di Lebanon

Sumber yang sama menyebut bahwa aparat Lebanon kini menempatkan “Daftar 200” di bawah pengawasan penuh. Langkah itu dilakukan karena adanya kekhawatiran bahwa sebagian mantan perwira masih memiliki jaringan keamanan dan kemampuan koordinasi militer.

Laporan intelijen bahkan memperingatkan adanya upaya sebagian “sisa unsur militer” rezim Assad untuk membangun kembali struktur mereka dengan tujuan mengganggu stabilitas Suriah dari wilayah Lebanon.

Tersebar di Bekaa hingga Jabal Mohsen

Informasi yang diperoleh Al Arabiya Net menunjukkan bahwa para mantan perwira tersebut kini tersebar di beberapa wilayah yang dikenal sensitif secara politik dan keamanan.

Sebagian besar disebut berada di kawasan Bekaa dan Lebanon Utara. Sementara lainnya dilaporkan menetap di Jabal Mohsen, Tripoli, serta sejumlah desa di Provinsi Akkar, termasuk wilayah perbatasan Hikr al-Dhahiri.

Selain itu, beberapa mantan perwira rezim Assad juga disebut berada di desa-desa di Provinsi Baalbek-Hermel di Lebanon timur.

Baca Artikel Lainnya: Hizbullah Sembunyikan Ratusan Perwira Rezim Assad di Lebanon

Wilayah-wilayah tersebut selama ini dikenal sebagai area yang memiliki hubungan erat dengan sekutu lama Damaskus, baik dari kalangan komunitas Alawi maupun kelompok bersenjata yang selama perang Suriah mendukung pemerintahan Assad.

Menurut sumber keamanan, para mantan perwira itu sengaja memilih wilayah yang dianggap aman dan memiliki jaringan sosial maupun politik yang masih loyal terhadap rezim Assad.

Kekhawatiran Aktivitas Jaringan Lama

Keberadaan ratusan mantan perwira itu memicu kekhawatiran baru di kalangan aparat keamanan Lebanon. Intelijen Lebanon disebut khawatir sebagian dari mereka masih menyimpan akses terhadap jaringan persenjataan, komunikasi, dan mantan anggota militer yang dulu aktif di bawah rezim Assad.

Beberapa laporan juga menyebut adanya kekhawatiran bahwa wilayah Lebanon dapat digunakan sebagai titik konsolidasi bagi sisa-sisa aparat rezim lama yang berusaha menghindari penangkapan di Suriah.

Pasca jatuhnya Bashar al-Assad, pemerintah baru Suriah memang meningkatkan operasi pencarian terhadap mantan pejabat keamanan, pilot militer, serta tokoh-tokoh intelijen yang dianggap terlibat dalam berbagai pelanggaran selama perang.

Banyak nama yang sebelumnya menjadi bagian penting dari struktur keamanan rezim Assad kini dilaporkan berpindah-pindah lokasi untuk menghindari penangkapan.

Lebanon dan Suriah Siapkan Kesepakatan

Di tengah situasi tersebut, sumber keamanan mengungkap bahwa Lebanon dan Suriah sedang mempersiapkan kesepakatan resmi terkait penyerahan para mantan perwira rezim Assad.

Kesepakatan itu disebut sedang dibahas oleh kementerian dalam negeri dan kementerian kehakiman kedua negara. Tujuannya adalah membangun mekanisme hukum dan keamanan agar proses penyerahan dapat dilakukan secara resmi.

Meski belum ada pengumuman terbuka dari pemerintah Lebanon maupun Suriah, sumber tersebut menyebut pembicaraan berlangsung cukup serius.

Jika kesepakatan itu benar-benar diterapkan, maka ratusan mantan perwira rezim Assad yang saat ini berada di Lebanon berpotensi menghadapi proses hukum dan investigasi lebih lanjut di Suriah.

Perkembangan ini sekaligus memperlihatkan bahwa dampak runtuhnya rezim Assad belum sepenuhnya berakhir. Jaringan lama pemerintahan Bashar al-Assad masih tersebar di berbagai wilayah, sementara negara-negara sekitar mulai memperketat pengawasan terhadap pergerakan para mantan pejabat dan perwira militernya. (ahmad/andalusmedia.id)

Tags: berita Timur Tengah terbaruHizbullahkabar suriahLebanonsuriah
Share946Tweet591SendShare
Previous Post

Mladenov Beberkan Peta Jalan Baru Gaza, Pemerintahan Hamas Terancam Diganti

Next Post

Suriah Ingin Perjanjian Keamanan Bukan Normalisasi dengan Israel

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Ahmad al-Sharaa

Ahmad al-Sharaa Rombak Kabinet Suriah, Kritik Rakyat Mulai Dijawab

11 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Mladenov

Hamas Soroti Rencana Mladenov, Pelucutan Senjata Dinilai Untungkan Israel

15 Mei 2026
Afghanistan

Dewan Suku Afghanistan Berhasil Mediasi Gencatan Senjata Taliban dan Pakistan

15 Mei 2026
Mahmoud Abbas

Mahmoud Abbas Terpilih Lagi, Fatah Siapkan Era Politik Pascaperang Gaza

15 Mei 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.