• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Pemerintah Baru Suriah

Pemerintah Baru Suriah Kembali Buru Tokoh Rezim Assad

4 hari ago
Abiy Ahmed

Perang Sudan Kian Panas, Nama Abiy Ahmed Muncul di Balik Dukungan untuk RSF

5 jam ago
Al-Aqsa

Al-Aqsa Memanas Jelang Jumat Nakba, Palestina Sebut Ancaman Israel Paling Berbahaya

5 jam ago
Pemerintah Baru Suriah Desak Lebanon Seret Buronan Rezim Assad

Pemerintah Baru Suriah Tuduh Hizbullah Lindungi Penjahat Rezim Assad di Lebanon

8 jam ago
Hizbullah

Hizbullah Sembunyikan Ratusan Perwira Rezim Assad di Lebanon

8 jam ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Rabu, Mei 13, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Suriah

Pemerintah Baru Suriah Kembali Buru Tokoh Rezim Assad

Mantan Jenderal Assad Ditangkap, Suriah Buka Kembali Kasus Kejahatan Perang

by Admin Andalus
4 hari ago
A A
Pemerintah Baru Suriah

Mantan Brigjen Khardal Ahmad Dioub ditangkap, dituduh berperan dalam pembunuhan, penghasutan, dan serangan kimia Ghouta yang terkenal kejam. (Kementerian Dalam Negeri)

2.4k
SHARES
4.7k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah baru Suriah mulai mempercepat operasi penangkapan terhadap mantan pejabat militer dan intelijen rezim Bashar al-Assad yang terlibat dalam kejahatan perang selama revolusi Suriah. Dalam beberapa minggu terakhir, aparat keamanan mengumumkan penangkapan sejumlah tokoh penting yang selama bertahun-tahun dikenal sebagai bagian dari mesin represif rezim Assad.

Langkah ini sebagai salah satu fase paling serius dalam upaya membuka kembali kasus-kasus pembantaian, penyiksaan, penghilangan paksa, dan serangan kimia yang terjadi selama perang Suriah.

Salah satu nama paling menonjol yang berhasil ditangkap adalah Brigadir Jenderal Khardal Ahmad Dioub, mantan kepala Intelijen Angkatan Udara di Daraa. Kementerian Dalam Negeri Suriah menyebut Dioub ditangkap dalam operasi khusus setelah penyelidikan panjang menemukan keterlibatannya dalam berbagai pelanggaran berat terhadap warga sipil.

Menurut pemerintah, Dioub pernah bertugas di cabang Intelijen Angkatan Udara Damaskus dan aktif di wilayah Harasta saat serangan kimia menghantam Ghouta Timur. Ia ikut membantu koordinasi operasi keamanan dan persiapan logistik serangan menggunakan senjata kimia yang dilarang secara internasional.

RelatedPosts

Perang Sudan Kian Panas, Nama Abiy Ahmed Muncul di Balik Dukungan untuk RSF

Al-Aqsa Memanas Jelang Jumat Nakba, Palestina Sebut Ancaman Israel Paling Berbahaya

Serangan Ghouta Timur tahun 2013 sendiri menjadi salah satu tragedi paling terkenal dalam perang Suriah. Saat itu, ratusan warga sipil tewas, termasuk perempuan dan anak-anak. Serangan tersebut memicu kecaman besar dunia internasional terhadap rezim Assad dan menjadi simbol kekejaman perang di Suriah.

Namun tuduhan terhadap Dioub tidak berhenti di situ. Pemerintah Suriah juga menuduhnya memimpin “komite pembunuhan” di Daraa yang bertugas memburu aktivis revolusi, lawan politik, dan tokoh oposisi Assad.

Ia bahkan disebut memiliki hubungan koordinasi dengan intelijen Iran dan Hizbullah selama perang berlangsung. Jaringan tersebut membantu berbagai operasi keamanan dan pergerakan milisi Syiah di Suriah pada masa perang.

Pemerintah Baru Suriah Kejar Tokoh Intelijen dan Militer Assad Satu per Satu

Gelombang penangkapan berikutnya menyasar Brigadir Jenderal Sahl Fajr Hassan, salah satu perwira senior yang pernah memimpin operasi militer di banyak wilayah Suriah sejak awal revolusi tahun 2011.

Menurut Kementerian Dalam Negeri, Hassan pernah memimpin batalion Garda Republik di Deir Ezzor sebelum dipindahkan ke Aleppo. Setelah itu ia bertugas di berbagai front perang di Homs, Idlib, hingga wilayah selatan Suriah.

Pemerintah memang belum mempublikasikan detail lengkap kasus Hassan, tetapi ia disebut sebagai salah satu figur militer yang ikut terlibat dalam operasi penindasan terhadap warga Suriah selama perang berlangsung.

Sebelumnya, aparat keamanan juga telah menangkap Mayor Jenderal Adnan al-Halwa. Menteri Dalam Negeri Suriah menyebut al-Halwa sebagai salah satu tokoh penting yang terkait dengan pembantaian kimia Ghouta Timur tahun 2013.

Di tengah operasi penangkapan tersebut, ada satu kasus yang paling ramai dibicarakan warga Suriah, yaitu penangkapan mantan anggota perempuan Intelijen Angkatan Udara bernama Hala.

Nama Hala mulai viral setelah muncul kesaksian dari para mantan tahanan penjara Intelijen Angkatan Udara di pangkalan Mezzeh, Damaskus. Banyak korban menuduh Hala ikut terlibat langsung dalam penyiksaan tahanan antara tahun 2016 hingga 2024.

Menurut kesaksian para mantan tahanan, Hala dikenal brutal. Ia dituduh ikut melakukan pemukulan, cambukan, hingga penyiksaan menggunakan metode terkenal bernama “doulab”, yaitu memasukkan tubuh tahanan ke dalam ban lalu dipukuli berulang kali.

Bukan hanya itu, Hala juga disebut pernah menjadi penembak jitu di Darayya dan Kamp Yarmouk. Beberapa saksi mengaku ia sering membanggakan dirinya karena menembak warga sipil saat operasi militer rezim Assad berlangsung.

Setelah jatuhnya pemerintahan Assad pada akhir 2024, Hala dilaporkan mencoba menyembunyikan identitasnya dengan bekerja sebagai penata rambut di Damaskus. Namun aparat keamanan akhirnya berhasil melacak keberadaannya dan menangkapnya.

Saat ini pemerintah Suriah disebut sedang mengumpulkan kesaksian korban dan bukti tambahan sebelum proses persidangan dimulai.

Bagi banyak warga Suriah, penangkapan para mantan pejabat intelijen dan militer Assad ini menjadi pemandangan yang dulu terasa mustahil. Selama bertahun-tahun, nama-nama tersebut dikenal sangat berkuasa dan dianggap kebal hukum.

Kini, di era baru Suriah pasca-Assad, pemerintah mulai mencoba membawa mereka ke meja penyelidikan dan pengadilan. Banyak keluarga korban berharap langkah ini bukan sekadar operasi simbolis, tetapi benar-benar menjadi awal proses keadilan atas berbagai kejahatan yang terjadi selama perang Suriah berlangsung. (ahmad/andalusmedia.id)

Tags: berita Timur Tengah terbaruHizbullahkabar suriahPemerintah Baru Suriahsuriah
Share950Tweet594SendShare
Previous Post

ISIS Akui Bunuh Tokoh Syiah di Makam Sayyidah Zainab

Next Post

Sidang Kedua Atef Najib Digelar, Tuduhan Pembantaian dan Penyiksaan Mulai Diungkap

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Ahmad al-Sharaa

Ahmad al-Sharaa Rombak Kabinet Suriah, Kritik Rakyat Mulai Dijawab

11 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Abiy Ahmed

Perang Sudan Kian Panas, Nama Abiy Ahmed Muncul di Balik Dukungan untuk RSF

13 Mei 2026
Al-Aqsa

Al-Aqsa Memanas Jelang Jumat Nakba, Palestina Sebut Ancaman Israel Paling Berbahaya

13 Mei 2026
Pemerintah Baru Suriah Desak Lebanon Seret Buronan Rezim Assad

Pemerintah Baru Suriah Tuduh Hizbullah Lindungi Penjahat Rezim Assad di Lebanon

13 Mei 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.