• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Pengadilan Pertama

Pengadilan Pertama Terbuka Digelar untuk Kriminal Rezim Assad yang Memicu Revolusi Suriah

1 minggu ago
Abiy Ahmed

Perang Sudan Kian Panas, Nama Abiy Ahmed Muncul di Balik Dukungan untuk RSF

50 menit ago
Al-Aqsa

Al-Aqsa Memanas Jelang Jumat Nakba, Palestina Sebut Ancaman Israel Paling Berbahaya

2 jam ago
Pemerintah Baru Suriah Desak Lebanon Seret Buronan Rezim Assad

Pemerintah Baru Suriah Tuduh Hizbullah Lindungi Penjahat Rezim Assad di Lebanon

4 jam ago
Hizbullah

Hizbullah Sembunyikan Ratusan Perwira Rezim Assad di Lebanon

4 jam ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Rabu, Mei 13, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Suriah

Pengadilan Pertama Terbuka Digelar untuk Kriminal Rezim Assad yang Memicu Revolusi Suriah

Para Kriminal Rezim Assad segera diadili oleh Pemerintah Baru Suriah

by Admin Andalus
1 minggu ago
A A
Pengadilan Pertama

Atef Najib, mantan kepala Keamanan Politik di Deraça, duduk di kursi terdakwa dengan seragam penjara dan borgol.

2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pengadilan pertama akhirnya digelar kepada para kriminal Rezim Assad, pengadilan terbuka ini digelar di Damaskus terhadap pejabat senior rezim Assad yang menjadi pemicu awal revolusi Suriah tahun 2011.

Tokoh yang duduk di kursi terdakwa itu adalah Atef Najib, mantan kepala Keamanan Politik di Daraa sekaligus sepupu Bashar al-Assad. Ia dikenal luas sebagai salah satu figur kepala cabang keamanan Suriah yang dikenal bengis dan tak punya perasaan.

Suasana di Istana Kehakiman Damaskus pada (26/5) berlangsung penuh emosi. Keluarga korban memenuhi ruang sidang sambil meneriakkan slogan revolusi Suriah yang dulu menggema di jalan-jalan Daraa. Sebagian menangis ketika melihat Atef Najib dibawa masuk mengenakan seragam tahanan hitam-coklat dan borgol di tangannya.

Bagi banyak warga Suriah, pemandangan itu terasa nyaris mustahil terjadi beberapa tahun lalu. Di bawah rezim Assad, pengadilan sering dipakai untuk menghukum aktivis, demonstran, dan lawan politik. Kini, ruang sidang yang dahulu menjadi ruang ketakutan justru dipakai untuk mengadili tokoh penting rezim Assad sendiri.

RelatedPosts

Perang Sudan Kian Panas, Nama Abiy Ahmed Muncul di Balik Dukungan untuk RSF

Al-Aqsa Memanas Jelang Jumat Nakba, Palestina Sebut Ancaman Israel Paling Berbahaya

Kasus Atef Najib memiliki makna simbolik yang sangat besar karena namanya terkait langsung dengan peristiwa yang memicu revolusi Suriah pada Maret 2011. Saat itu, belasan remaja di Daraa ditangkap karena menulis grafiti anti-pemerintah di dinding sekolah, terinspirasi oleh gelombang Musim Semi Arab yang menyapu Timur Tengah.

Remaja-remaja itu kemudian disiksa aparat keamanan Suriah. Ketika keluarga mereka datang meminta pembebasan anak-anak tersebut, Atef Najib melontarkan hinaan yang memicu kemarahan besar warga Daraa. Ucapan itu kemudian menyulut demonstrasi massal yang berkembang menjadi revolusi nasional melawan rezim Assad.

Demonstrasi damai tersebut dibalas dengan kekerasan brutal oleh aparat keamanan rezim Assad. Penembakan terhadap demonstran di Daraa menjadi titik awal revolusi Suriah yang berlangsung lebih dari satu dekade dan menewaskan jutaan orang.

Pengadilan Atef Najib bukan sekadar sidang biasa. Ia dianggap sebagai pengadilan pertama terhadap pelaku utama yang memicu revolusi Suriah sekaligus membuka jalan menuju proses keadilan yang lebih luas terhadap kejahatan rezim Assad.

Persidangan ini juga menjadi pengadilan terbuka pertama di Suriah terhadap pejabat era Bashar al-Assad sejak pemerintahan lama runtuh. Selain Atef Najib, pengadilan turut membacakan dakwaan terhadap Bashar al-Assad dan adiknya Maher al-Assad secara in absentia atau tanpa kehadiran terdakwa karena keduanya berada di Rusia.

Pemerintahan baru Suriah di bawah Presiden sementara Ahmed al-Sharaa menyebut pengadilan ini sebagai bagian dari proses keadilan transisional untuk mengadili kejahatan rezim Assad. Pemerintah baru juga mulai menangkap sejumlah mantan pejabat keamanan yang diduga terlibat dalam penyiksaan, pembantaian, dan pembunuhan warga sipil selama perang Suriah.

Namun proses ini juga memunculkan kritik. Sejumlah aktivis HAM dan pengacara menilai sistem hukum Suriah belum siap menangani kasus kejahatan perang skala besar. Mereka mengatakan hukum Suriah saat ini belum memiliki aturan khusus terkait kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang.

Pengacara HAM Suriah, Anwar al-Bunni, memperingatkan bahwa pengadilan seperti ini bisa kehilangan makna jika hanya dijadikan simbol politik tanpa reformasi hukum yang serius. Ia meminta pemerintah membentuk sistem peradilan khusus dengan hakim berpengalaman untuk menangani kejahatan era rezim Assad.

Meski begitu, bagi rakyat Suriah yang kehilangan keluarga akibat perang, persidangan ini sebagai langkah besar. Banyak warga percaya kejatuhan rezim Assad tidak akan berarti apa-apa jika tokoh-tokoh yang bertanggung jawab atas penyiksaan dan pembunuhan tidak pernah diadili.

Di luar gedung pengadilan, keluarga korban membawa foto kerabat mereka yang hilang atau tewas selama revolusi. Sebagian datang dari Daraa, kota tempat revolusi Suriah pertama kali meledak. Mereka berharap pengadilan Atef Najib menjadi awal dari pengungkapan seluruh kejahatan yang dilakukan aparat rezim Assad selama bertahun-tahun.

Persidangan ini juga menunjukkan perubahan besar dalam politik Suriah pasca-Assad. Jika dahulu pejabat keamanan dianggap tidak tersentuh, kini salah satu tokoh paling ditakuti pada awal revolusi justru berdiri di balik jeruji besi di hadapan rakyat Suriah sendiri.

Meski jalan menuju keadilan masih panjang dan penuh tantangan, pengadilan terbuka terhadap kriminal rezim Assad ini telah menjadi simbol penting bahwa era impunitas di Suriah mulai retak. Bagi banyak korban perang, inilah pertama kalinya negara benar-benar memperlihatkan bahwa pelaku kejahatan negara dapat dimintai pertanggungjawaban di depan hukum. (ahmad/andalusmedia.id)

Tags: berita Timur Tengah terbarukabar suriahPemerintah Baru Suriahsuriah
Share947Tweet592SendShare
Previous Post

Rezim Assad Tumbang, Mampukah Ahmad Al-Sharaa Bawa Pengungsi Suriah Pulang?

Next Post

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Ahmad al-Sharaa

Ahmad al-Sharaa Rombak Kabinet Suriah, Kritik Rakyat Mulai Dijawab

11 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Abiy Ahmed

Perang Sudan Kian Panas, Nama Abiy Ahmed Muncul di Balik Dukungan untuk RSF

13 Mei 2026
Al-Aqsa

Al-Aqsa Memanas Jelang Jumat Nakba, Palestina Sebut Ancaman Israel Paling Berbahaya

13 Mei 2026
Pemerintah Baru Suriah Desak Lebanon Seret Buronan Rezim Assad

Pemerintah Baru Suriah Tuduh Hizbullah Lindungi Penjahat Rezim Assad di Lebanon

13 Mei 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.