• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Rezim Assad Tumbang

Rezim Assad Tumbang, Mampukah Ahmad Al-Sharaa Bawa Pengungsi Suriah Pulang?

2 bulan ago
Anggota Majelis Rakyat

Asy Syaraa Resmikan 210 Anggota Majelis Rakyat Suriah, Era Baru Parlemen Pascajatuhnya Assad Dimulai

3 jam ago
Pasukan Israel

Pasukan Israel Dilaporkan Tembaki Warga Sipil dan Bombardir Desa Abdeen di Suriah Selatan

2 hari ago
Hubungan AS dan Israel

Hubungan AS dan Israel Mulai Berubah, Trump Dinilai Lebih Dahulukan Kepentingan Amerika

2 hari ago
Pidato Netanyahu

Pidato Netanyahu Disela Teriakan Mundur dalam Wisuda Perwira Tempur Israel

4 hari ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Rabu, Juli 1, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Opini

Rezim Assad Tumbang, Mampukah Ahmad Al-Sharaa Bawa Pengungsi Suriah Pulang?

Rezim Assad Tumbang, Beban Baru Ahmad Al Sharaa Dimulai

by Admin Andalus
2 bulan ago
A A
Rezim Assad Tumbang

Para migran dan pengungsi dari Suriah dan Irak menyeberangi perbatasan Yunani-Makedonia di dekat kota Gevgelija pada 23 Februari 2016.

2.4k
SHARES
4.7k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Rezim Assad akhirnya runtuh setelah lebih dari 14 tahun perang yang menghancurkan Suriah. Kejatuhan Rezim Assad pada 8 Desember 2024 menjadi titik sejarah besar yang mengubah arah politik Timur Tengah. Namun kemenangan itu bukan akhir perjuangan. Bagi Ahmad Al Sharaa dan Hayat Tahrir al Sham (HTS), tantangan sebenarnya justru baru dimulai sekarang, memimpin negara yang hancur, memulihkan stabilitas, dan meyakinkan jutaan pengungsi Suriah bahwa mereka punya rumah untuk kembali.

Selama bertahun-tahun, Suriah berubah menjadi simbol kehancuran dunia Arab modern. Rezim Assad meninggalkan kota-kota runtuh, ekonomi lumpuh, jutaan korban jiwa, dan gelombang pengungsi terbesar dalam sejarah modern Timur Tengah. Lebih dari 6 juta warga Suriah hidup di luar negeri sebagai pengungsi, sementara jutaan lainnya terlantar di dalam negeri. Kini, setelah rezim Assad jatuh, dunia mulai bertanya: apakah Suriah benar-benar memasuki era baru?

Ahmad Al Sharaa kini berada di pusat harapan sekaligus tekanan besar. HTS memang berhasil menjatuhkan rezim Assad, sesuatu yang selama bertahun-tahun dianggap mustahil. Tetapi menjatuhkan pemerintahan berbeda jauh dengan membangun negara. Dunia kini mengawasi apakah Ahmad Al Sharaa mampu mengubah kemenangan militer menjadi stabilitas politik yang nyata.

Tantangan terbesar pemerintahan baru Suriah adalah mengembalikan rasa aman. Sebab bagi jutaan pengungsi Suriah, alasan utama mereka belum pulang bukan sekadar soal politik, tetapi ketakutan akan masa depan yang belum jelas. Banyak kota hancur total akibat perang era rezim Assad. Rumah sakit rusak, sekolah lumpuh, listrik terbatas, dan lapangan kerja hampir tidak ada. Dalam kondisi seperti itu, sulit mengharapkan pengungsi kembali hanya karena rezim lama sudah tumbang.

RelatedPosts

Asy Syaraa Resmikan 210 Anggota Majelis Rakyat Suriah, Era Baru Parlemen Pascajatuhnya Assad Dimulai

Pasukan Israel Dilaporkan Tembaki Warga Sipil dan Bombardir Desa Abdeen di Suriah Selatan

Di sinilah peran Ahmad Al Sharaa menjadi sangat penting. Jika HTS ingin diakui sebagai pemerintahan sah Suriah, mereka harus membuktikan mampu menjaga keamanan seluruh kelompok masyarakat Suriah, termasuk minoritas agama dan etnis yang selama ini hidup dalam ketakutan akibat perang berkepanjangan.

Dunia internasional juga masih menunggu langkah konkret dari pemerintahan baru Damaskus. Hayat Tahrir al Sham sebelumnya masih masuk daftar organisasi teroris di sejumlah negara Barat. Karena itu, Ahmad Al Sharaa menghadapi tugas diplomatik besar, membangun kepercayaan internasional tanpa kehilangan dukungan internal. Ia harus menunjukkan bahwa Suriah baru bukan negara balas dendam, tetapi negara rekonsiliasi dan pembangunan.

Meski penuh tantangan, jatuhnya rezim Assad membuka peluang besar bagi masa depan Suriah. Untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu dekade, rakyat Suriah memiliki kesempatan membangun ulang negara mereka tanpa dominasi keluarga Assad yang selama puluhan tahun memerintah dengan tangan besi.

Ahmad Al Sharaa juga memahami bahwa stabilitas ekonomi akan menjadi kunci utama keberhasilan pemerintahannya. Pengungsi Suriah tidak akan pulang jika tidak ada pekerjaan, rumah, dan layanan dasar. Karena itu, pemerintah baru perlu fokus pada rekonstruksi infrastruktur, membuka akses bantuan internasional, dan menarik investasi dari negara-negara regional.

Sejumlah negara Arab mulai menunjukkan sikap lebih terbuka terhadap pemerintahan baru Suriah. Jika Ahmad Al Sharaa mampu menjaga stabilitas keamanan dan membangun pemerintahan yang lebih inklusif, peluang Suriah keluar dari isolasi internasional akan semakin besar. Ini penting karena pembangunan kembali Suriah membutuhkan dana raksasa yang mustahil ditanggung sendiri setelah kehancuran panjang era rezim Assad.

Yang juga tidak kalah penting adalah membangun kembali kepercayaan rakyat Suriah sendiri. Generasi muda Suriah tumbuh di tengah perang, pengungsian, dan trauma panjang. Banyak anak Suriah bahkan tidak pernah merasakan hidup normal di negara mereka sendiri. Pemerintahan baru harus mampu menghadirkan harapan nyata, bukan hanya kemenangan simbolik di medan perang.

Pemulangan pengungsi hanya akan berhasil jika Suriah benar-benar stabil dan dunia internasional mendukung proses rekonstruksi secara serius. Artinya, keberhasilan Ahmad Al Sharaa tidak hanya diukur dari keberhasilannya menjatuhkan rezim Assad, tetapi dari kemampuannya membangun perdamaian jangka panjang.

Hari ini, Suriah berada di persimpangan sejarah. Rezim Assad sudah jatuh, tetapi masa depan negara itu masih belum pasti. Ahmad Al Sharaa dan HTS kini memikul tanggung jawab besar yang jauh lebih sulit daripada perang, menyatukan negara yang terpecah, menenangkan rakyat yang trauma, dan membuka jalan agar jutaan pengungsi Suriah bisa benar-benar pulang dengan aman dan bermartabat. (ahmad/andalusmedia.id)

Tags: Ahmad Al-SharaaAl-SharaaPemerintah Baru Suriahsuriah
Share950Tweet594SendShare
Previous Post

Perang Iran Belum Selesai, Trump Hanya Menekan Tombol Jeda

Next Post

Pengadilan Pertama Terbuka Digelar untuk Kriminal Rezim Assad yang Memicu Revolusi Suriah

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Anggota Majelis Rakyat

Asy Syaraa Resmikan 210 Anggota Majelis Rakyat Suriah, Era Baru Parlemen Pascajatuhnya Assad Dimulai

1 Juli 2026
Pasukan Israel

Pasukan Israel Dilaporkan Tembaki Warga Sipil dan Bombardir Desa Abdeen di Suriah Selatan

29 Juni 2026
Hubungan AS dan Israel

Hubungan AS dan Israel Mulai Berubah, Trump Dinilai Lebih Dahulukan Kepentingan Amerika

29 Juni 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.