• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Amerika Serikat

Amerika Serikat Cabut Larangan Menyeluruh Ekspor Senjata dan Peralatan Pertahanan ke Suriah

4 hari ago
Kemitraan Internasional

Suriah Resmi Bergabung dengan Kemitraan Internasional untuk Perangi Impunitas Senjata Kimia

2 jam ago
Qatar, Yordania, Kuwait

Qatar, Yordania, Kuwait Kecam ‘Israel’ atas Proyek Sufa 53 di Quneitra

4 jam ago
Suriah dan Norwegia

Suriah dan Norwegia Bahas Dukungan Pemulangan Warga dan Program Pemulihan

1 hari ago
Koalisi Internasional

Koalisi Internasional Puji Mitra di Damaskus dalam Upaya Melawan ISIS

1 hari ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Selasa, Oktober 6, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Kabar Suriah

Amerika Serikat Cabut Larangan Menyeluruh Ekspor Senjata dan Peralatan Pertahanan ke Suriah

Keputusan Washington menghapus Suriah dari daftar negara yang dikenai kebijakan penolakan menyeluruh, sehingga permintaan kerja sama pertahanan kini dapat ditinjau secara kasus per kasus.

by Admin Andalus
4 hari ago
A A
Amerika Serikat

Trump menyambut Ahmed al-Sharaa dalam kunjungan pertama presiden Suriah ke Gedung Putih.

2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Amerika Serikat mulai mencabut kebijakan penolakan menyeluruh terhadap ekspor senjata, peralatan, dan layanan pertahanan ke Suriah pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Langkah tersebut secara hukum membuka kemungkinan bagi pemerintah Amerika Serikat untuk meninjau permintaan transfer material dan layanan pertahanan yang berkaitan dengan Suriah secara individual.

Departemen Luar Negeri AS menerbitkan perubahan tersebut melalui Federal Register dengan mengamendemen Peraturan Perdagangan Senjata Internasional (International Traffic in Arms Regulations/ITAR).

Melalui perubahan itu, Suriah dikeluarkan dari daftar negara yang sebelumnya dikenai kebijakan penolakan izin ekspor dan impor senjata, peralatan, serta jasa pertahanan AS.

RelatedPosts

Suriah Resmi Bergabung dengan Kemitraan Internasional untuk Perangi Impunitas Senjata Kimia

Qatar, Yordania, Kuwait Kecam ‘Israel’ atas Proyek Sufa 53 di Quneitra

Tidak Berarti Penjualan Senjata Otomatis Disetujui

Perubahan kebijakan tersebut tidak berarti Amerika Serikat secara otomatis menyetujui penjualan senjata kepada Suriah.

Sebelumnya, permintaan terkait transfer material dan layanan pertahanan dari atau menuju Suriah pada dasarnya menghadapi kebijakan penolakan menyeluruh. Dengan keputusan terbaru, permintaan dapat diajukan untuk diperiksa secara individual.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan Menteri Luar Negeri Marco Rubio telah menyetujui kebijakan baru mengenai perdagangan pertahanan dengan Suriah pada 19 Agustus.

Kebijakan tersebut memungkinkan transfer material dan layanan pertahanan yang berkaitan dengan Suriah untuk dipertimbangkan berdasarkan kasus per kasus. Perubahan regulasi ITAR kemudian dilakukan untuk menyesuaikan aturan dengan kebijakan tersebut.

Setiap permintaan tetap harus memenuhi ketentuan hukum dan regulasi Amerika Serikat sebelum memperoleh persetujuan.

Suriah Keluar dari Daftar Pembatasan Menyeluruh

ITAR mengatur ekspor, ekspor ulang, serta transfer berbagai material dan layanan pertahanan yang tercantum dalam Daftar Amunisi Amerika Serikat.

Aturan tersebut juga mencakup peralatan, teknologi, data teknis, serta layanan pertahanan dan pelatihan yang masuk dalam cakupan regulasi.

Sebelum perubahan terbaru, Suriah termasuk dalam daftar negara yang dikenai kebijakan penolakan menyeluruh bersama Belarus, Myanmar, China, Kuba, Iran, Korea Utara, dan Venezuela.

Dengan dikeluarkannya Suriah, tujuh negara lainnya masih berada dalam daftar tersebut.

Menurut laporan Associated Press yang dikutip sumber, perubahan kebijakan ini merupakan bagian dari rangkaian langkah selama beberapa bulan terakhir untuk melonggarkan pembatasan Amerika Serikat terhadap Suriah dan membangun kembali hubungan antara pemerintahan Donald Trump dan pemerintah Suriah yang baru.

 

Baca Artikel Lainnya: Al-Sharaa Terima Undangan Presiden UEA untuk Hadiri Konferensi Air PBB 2026

 

Permintaan Akan Dinilai Satu per Satu

Dalam praktiknya, keputusan tersebut mengubah posisi regulasi Suriah dari negara yang menghadapi penolakan umum terhadap permintaan transfer pertahanan menjadi negara yang permintaannya dapat diperiksa secara individual.

Namun, keputusan ini tidak membentuk program bantuan militer baru kepada Suriah dan juga tidak mewajibkan pemerintah Amerika Serikat menyetujui permintaan yang diajukan Damaskus.

Setiap transaksi potensial tetap tunduk pada Undang-Undang Pengendalian Ekspor Senjata serta prosedur perizinan dan peninjauan pemerintah AS.

Washington dapat mempertimbangkan sejumlah faktor sebelum memberikan persetujuan, termasuk jenis peralatan, pihak penerima, tujuan penggunaan akhir, serta pertimbangan keamanan nasional dan kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Bagian dari Pelonggaran Pembatasan terhadap Suriah

Pencabutan kebijakan penolakan menyeluruh tersebut menjadi bagian dari serangkaian perubahan kebijakan Washington terhadap Suriah.

Pada Agustus lalu, Rubio menyetujui kebijakan baru yang memungkinkan permintaan transfer material dan layanan pertahanan terkait Suriah untuk diperiksa secara kasus per kasus.

Langkah tersebut kemudian diikuti perubahan formal terhadap regulasi ITAR yang mulai berlaku pada Oktober.

Perkembangan ini berlangsung bersamaan dengan sejumlah langkah lain Amerika Serikat untuk mengurangi pembatasan terhadap Damaskus serta membangun kembali hubungan dengan pemerintah Suriah yang baru.

Sumber juga menyebut Washington tengah mengambil langkah menuju pembukaan kembali kedutaan besar AS di Damaskus setelah hampir 14 tahun ditutup. (haidar/andalusmedia.id)

Tags: Amerika Serikatberita Timur Tengah terbaruekspor senjatasuriah
Share946Tweet592SendShare
Previous Post

Al-Sharaa Terima Undangan Presiden UEA untuk Hadiri Konferensi Air PBB 2026

Next Post

Majelis Rakyat Suriah Tinjau UU No. 19 tentang Biaya dan Layanan Konsuler

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Kemitraan Internasional

Suriah Resmi Bergabung dengan Kemitraan Internasional untuk Perangi Impunitas Senjata Kimia

6 Oktober 2026
Qatar, Yordania, Kuwait

Qatar, Yordania, Kuwait Kecam ‘Israel’ atas Proyek Sufa 53 di Quneitra

6 Oktober 2026
Suriah dan Norwegia

Suriah dan Norwegia Bahas Dukungan Pemulangan Warga dan Program Pemulihan

5 Oktober 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.