• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Pemimpin Baru Hamas

Pemimpin Baru Hamas Tetapkan 6 Prioritas, Hentikan Serangan Israel Jadi Fokus Utama

3 hari ago
Asy Syaraa

Asy Syaraa Buka Peluang Kesepakatan dengan Israel, Suriah Utamakan Jaminan Keamanan

8 jam ago
Houthi

Houthi Serang Fasilitas Minyak Arab Saudi, Front Baru Perang AS-Iran Makin Memanas

8 jam ago
PBB

PBB Peringatkan 74 Ribu Anak Gaza Berisiko Malnutrisi Akut dalam Setahun

3 hari ago
Arab Saudi-Houthi

Blokade Houthi ke Arab Saudi Picu Kekhawatiran Baru bagi Perdagangan Global

4 hari ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Senin, Juli 27, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Kabar Palestina

Pemimpin Baru Hamas Tetapkan 6 Prioritas, Hentikan Serangan Israel Jadi Fokus Utama

Khalil al-Hayya memulai kepemimpinannya di Hamas dengan menetapkan enam prioritas utama, mulai dari menghentikan perang di Gaza hingga mempercepat rekonstruksi dan memperkuat persatuan nasional Palestina.

by Admin Andalus
3 hari ago
A A
Pemimpin Baru Hamas

Khalil al-Hayya.

2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pemimpin baru Hamas, Khalil al-Hayya, memaparkan enam prioritas utama yang akan menjadi arah kebijakan gerakan tersebut dalam pidato publik pertamanya sejak dipercaya memimpin biro politik Hamas. Penghentian serangan militer Israel di Jalur Gaza serta penarikan penuh pasukan Israel ditempatkan sebagai agenda paling mendesak.

Dilansir Middle East Monitor, Jumat (24/7/2026), pidato tersebut disampaikan ketika berbagai negara mediator masih berupaya mempertahankan gencatan senjata sekaligus mencari jalan untuk mempercepat pemulihan Jalur Gaza yang hancur akibat perang berkepanjangan.

Al-Hayya, yang menggantikan Yahya Sinwar sebagai kepala biro politik Hamas, menyampaikan pidatonya pada Rabu (22/7) melalui siaran televisi dan platform digital. Dalam pidato itu, ia menegaskan bahwa fokus utama Hamas saat ini adalah menghentikan perang secara permanen dan memastikan seluruh pasukan Israel ditarik keluar dari Jalur Gaza.

Ia juga menekankan pentingnya pelaksanaan penuh seluruh tahapan kesepakatan gencatan senjata yang telah disusun melalui proses mediasi internasional.

RelatedPosts

Asy Syaraa Buka Peluang Kesepakatan dengan Israel, Suriah Utamakan Jaminan Keamanan

Houthi Serang Fasilitas Minyak Arab Saudi, Front Baru Perang AS-Iran Makin Memanas

“Prioritas kami adalah mengakhiri agresi Israel secara menyeluruh, memastikan penarikan penuh pasukan pendudukan dari Gaza, serta memulihkan kehidupan yang bermartabat bagi rakyat Palestina,” kata Al-Hayya.

Menurutnya, negara-negara mediator harus meningkatkan tekanan agar seluruh poin kesepakatan benar-benar dijalankan tanpa penundaan. Ia menilai keberhasilan implementasi gencatan senjata menjadi syarat utama untuk menghentikan penderitaan warga sipil yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Selain menghentikan perang, Al-Hayya menempatkan pemulihan kondisi kemanusiaan sebagai prioritas berikutnya. Hamas, katanya, akan mendorong percepatan distribusi bantuan, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, serta pembangunan kembali fasilitas umum yang rusak akibat konflik.

Ia juga menegaskan penolakan terhadap segala bentuk pemindahan paksa warga Palestina dari Jalur Gaza. Menurutnya, masyarakat Palestina harus tetap memiliki hak untuk tinggal dan membangun kembali kehidupan mereka di tanah sendiri.

Berdasarkan sejumlah laporan media Timur Tengah, enam prioritas yang disampaikan Al-Hayya meliputi penghentian perang dan penarikan pasukan Israel dari Gaza, pemulihan kehidupan masyarakat, percepatan rekonstruksi wilayah, penolakan terhadap pemindahan paksa warga Palestina, pembebasan tahanan Palestina, serta memperkuat persatuan nasional di antara berbagai faksi Palestina.

Baca Artikel Lainny: Blokade Houthi ke Arab Saudi Picu Kekhawatiran Baru bagi Perdagangan Global

Pernyataan tersebut menjadi sinyal arah kepemimpinan baru Hamas di tengah situasi politik yang masih penuh ketidakpastian. Beberapa pekan sebelumnya, Hamas mengumumkan pembubaran badan pemerintahan sipilnya di Gaza dan menyatakan kesiapan menyerahkan pengelolaan administrasi kepada komite teknokrat yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama negara-negara mediator.

Langkah tersebut dipandang sebagai upaya membuka ruang bagi percepatan rekonstruksi Gaza sekaligus mendorong solusi politik yang lebih luas setelah perang.

Meski demikian, jalan menuju penyelesaian konflik masih dipenuhi hambatan. Israel tetap menjadikan pelucutan senjata Hamas sebagai syarat utama untuk mengakhiri perang, sementara Hamas menolak tuntutan tersebut dan menegaskan bahwa hak melakukan perlawanan tidak dapat dinegosiasikan.

Perbedaan sikap itu membuat perundingan yang dimediasi Mesir, Qatar, Turki, dan Amerika Serikat belum menghasilkan kesepakatan final. Para mediator masih berupaya menjembatani berbagai tuntutan dari kedua pihak agar proses gencatan senjata dapat terus berjalan.

Di lapangan, kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza masih sangat memprihatinkan. Ribuan rumah, sekolah, rumah sakit, jaringan air bersih, hingga infrastruktur penting lainnya mengalami kerusakan berat akibat perang yang berlangsung hampir tiga tahun.

Sebagian wilayah strategis Gaza juga masih berada di bawah kendali militer Israel. Kondisi tersebut membuat proses rekonstruksi berjalan lambat, sementara jutaan warga Palestina masih bergantung pada bantuan kemanusiaan.

Pidato perdana Khalil al-Hayya sekaligus menjadi penegasan bahwa kepemimpinan baru Hamas akan tetap memprioritaskan penghentian perang, pemulihan Gaza, dan upaya memperkuat posisi politik Palestina di tengah proses diplomasi yang masih berlangsung. (haidar/andalusmedia.id)

Tags: berita Timur Tengah terbaruHamasJalur GazaKhalil al-Hayyapalestina
Share946Tweet591SendShare
Previous Post

Blokade Houthi ke Arab Saudi Picu Kekhawatiran Baru bagi Perdagangan Global

Next Post

PBB Peringatkan 74 Ribu Anak Gaza Berisiko Malnutrisi Akut dalam Setahun

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Asy Syaraa

Asy Syaraa Buka Peluang Kesepakatan dengan Israel, Suriah Utamakan Jaminan Keamanan

27 Juli 2026
Houthi

Houthi Serang Fasilitas Minyak Arab Saudi, Front Baru Perang AS-Iran Makin Memanas

27 Juli 2026
PBB

PBB Peringatkan 74 Ribu Anak Gaza Berisiko Malnutrisi Akut dalam Setahun

24 Juli 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.