• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Arab Saudi-Houthi

Blokade Houthi ke Arab Saudi Picu Kekhawatiran Baru bagi Perdagangan Global

4 hari ago
Asy Syaraa

Asy Syaraa Buka Peluang Kesepakatan dengan Israel, Suriah Utamakan Jaminan Keamanan

9 jam ago
Houthi

Houthi Serang Fasilitas Minyak Arab Saudi, Front Baru Perang AS-Iran Makin Memanas

10 jam ago
PBB

PBB Peringatkan 74 Ribu Anak Gaza Berisiko Malnutrisi Akut dalam Setahun

3 hari ago
Pemimpin Baru Hamas

Pemimpin Baru Hamas Tetapkan 6 Prioritas, Hentikan Serangan Israel Jadi Fokus Utama

3 hari ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Senin, Juli 27, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Arab Saudi

Blokade Houthi ke Arab Saudi Picu Kekhawatiran Baru bagi Perdagangan Global

Klaim Houthi soal enam kapal yang berbalik arah setelah blokade maritim memicu kekhawatiran baru terhadap keamanan Laut Merah, jalur perdagangan global, dan potensi pecahnya kembali konflik berskala besar di Yaman.

by Admin Andalus
4 hari ago
A A
Arab Saudi-Houthi

Diancam Houthi, 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi Putar Balik di Laut Merah.

2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Ketegangan antara kelompok Houthi dan Arab Saudi kembali meningkat setelah Houthi mengklaim enam kapal memutar balik pelayarannya dalam waktu 24 jam sejak mereka mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi. Klaim tersebut muncul di tengah memanasnya konflik Yaman yang belakangan kembali diwarnai aksi saling serang lintas perbatasan.

Menurut sumber militer Houthi yang dikutip kantor berita Saba, enam kapal disebut mengubah rute setelah menerima peringatan dari pasukan Houthi menyusul pemberlakuan larangan pelayaran menuju pelabuhan-pelabuhan Arab Saudi pada Senin (20/7/2026).

Meski demikian, Houthi tidak membeberkan identitas kapal-kapal tersebut maupun lokasi pasti tempat kapal-kapal itu disebut berbalik arah. Hingga kini belum ada verifikasi independen yang menguatkan klaim tersebut.

Pengumuman blokade sebelumnya disampaikan juru bicara militer Houthi, Yahya Saree. Ia menegaskan seluruh kapal yang menuju pelabuhan Arab Saudi akan dianggap melanggar keputusan kelompok tersebut dan berpotensi menjadi sasaran tindakan militer.

Menurut Houthi, kebijakan itu merupakan respons atas apa yang mereka sebut sebagai blokade yang dilakukan Arab Saudi terhadap wilayah Yaman, terutama setelah meningkatnya ketegangan terkait serangan terhadap Bandara Internasional Sanaa.

Keputusan tersebut langsung memicu reaksi dari berbagai pihak. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan agar semua pihak menahan diri dan menghindari langkah-langkah yang dapat memperburuk situasi keamanan di kawasan Laut Merah.

Pemerintah Yaman yang diakui secara internasional juga meminta dukungan masyarakat internasional untuk menghadapi ancaman Houthi yang dinilai semakin meluas.

Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman, Rashad al-Alimi, dalam pertemuan dengan Duta Besar India untuk Yaman, Suhel Ajaz Khan, mengatakan aktivitas Houthi kini tidak hanya mengancam stabilitas Yaman, tetapi juga keamanan jalur perdagangan internasional.

Menurut Al-Alimi, Laut Merah merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia. Gangguan terhadap kawasan tersebut berpotensi memengaruhi distribusi energi, rantai pasok global, hingga aktivitas perdagangan berbagai negara.

Ia juga menuding Houthi memperluas jaringan kerja sama dengan kelompok bersenjata di kawasan Tanduk Afrika melalui penyelundupan senjata, teknologi militer, hingga dukungan terhadap aktivitas kriminal lintas negara.

Baca Artikel Lainnya: Houthi Gertak Arab Saudi, Infrastruktur Energi Terancam Digempur Rudal dan Drone

Pemerintah Arab Saudi menolak seluruh klaim yang disampaikan Houthi. Dalam pernyataan resmi usai sidang kabinet yang dipimpin Raja Salman bin Abdulaziz, Riyadh menyebut informasi mengenai kapal-kapal yang berbalik arah tidak benar.

Arab Saudi juga kembali menegaskan dukungannya kepada pemerintah Yaman yang diakui secara internasional serta menyatakan siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi keamanan pelabuhan, kapal dagang, dan wilayah perairannya sesuai hukum internasional, termasuk Konvensi PBB tentang Hukum Laut 1982.

Eskalasi terbaru ini tidak terjadi begitu saja. Ketegangan meningkat setelah pasukan pemerintah Yaman menyerang Bandara Internasional Sanaa untuk mencegah pesawat Iran yang membawa delegasi Houthi mendarat di wilayah yang mereka kuasai.

Houthi kemudian menuding Arab Saudi berada di balik operasi tersebut dan membalas dengan meluncurkan rudal serta pesawat nirawak ke Bandara Internasional Abha di Arab Saudi. Rentetan aksi saling serang itu mengakhiri periode relatif tenang yang sempat berlangsung sejak gencatan senjata dimediasi PBB pada 2022.

RelatedPosts

Asy Syaraa Buka Peluang Kesepakatan dengan Israel, Suriah Utamakan Jaminan Keamanan

Houthi Serang Fasilitas Minyak Arab Saudi, Front Baru Perang AS-Iran Makin Memanas

Sejumlah analis memperingatkan bahwa konflik tidak lagi sekadar menyangkut Yaman. Laut Merah merupakan jalur penting bagi perdagangan internasional dan pengiriman energi dari Timur Tengah menuju Eropa maupun Asia. Gangguan terhadap jalur tersebut dapat memicu kenaikan biaya logistik, menghambat distribusi barang, hingga memengaruhi stabilitas ekonomi global.

Di sisi lain, hubungan erat Houthi dengan Iran juga membuat perkembangan di Yaman sulit dipisahkan dari dinamika konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. Setiap eskalasi baru berpotensi menyeret lebih banyak aktor regional ke dalam konflik.

Hingga kini situasi masih terus dipantau. Belum ada tanda-tanda kedua pihak akan menurunkan tensi. Jika aksi saling ancam dan serangan terus berlanjut, kekhawatiran terhadap meluasnya konflik Yaman dan terganggunya keamanan pelayaran internasional di Laut Merah diperkirakan akan semakin besar. (haidar/andalusmedia.id)

Tags: Arab Saudiberita Timur Tengah terbaruBlokade MaritimHouthiYaman
Share946Tweet591SendShare
Previous Post

Houthi Gertak Arab Saudi, Infrastruktur Energi Terancam Digempur Rudal dan Drone

Next Post

Pemimpin Baru Hamas Tetapkan 6 Prioritas, Hentikan Serangan Israel Jadi Fokus Utama

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Asy Syaraa

Asy Syaraa Buka Peluang Kesepakatan dengan Israel, Suriah Utamakan Jaminan Keamanan

27 Juli 2026
Houthi

Houthi Serang Fasilitas Minyak Arab Saudi, Front Baru Perang AS-Iran Makin Memanas

27 Juli 2026
PBB

PBB Peringatkan 74 Ribu Anak Gaza Berisiko Malnutrisi Akut dalam Setahun

24 Juli 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.