• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Arab Saudi-Houthi

Arab Saudi-Houthi Kembali Saling Serang, Yaman Terancam Masuk Babak Baru Konflik

2 minggu ago
Asy Syaraa

Asy Syaraa Buka Peluang Kesepakatan dengan Israel, Suriah Utamakan Jaminan Keamanan

9 jam ago
Houthi

Houthi Serang Fasilitas Minyak Arab Saudi, Front Baru Perang AS-Iran Makin Memanas

10 jam ago
PBB

PBB Peringatkan 74 Ribu Anak Gaza Berisiko Malnutrisi Akut dalam Setahun

3 hari ago
Pemimpin Baru Hamas

Pemimpin Baru Hamas Tetapkan 6 Prioritas, Hentikan Serangan Israel Jadi Fokus Utama

3 hari ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Senin, Juli 27, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Arab Saudi

Arab Saudi-Houthi Kembali Saling Serang, Yaman Terancam Masuk Babak Baru Konflik

Serangan rudal Houthi ke Bandara Abha dan dugaan serangan udara Arab Saudi ke Bandara Sana'a memicu eskalasi baru. Pengamat memperingatkan Yaman berisiko kembali terjerumus ke perang terbuka setelah beberapa tahun relatif tenang.

by Admin Andalus
2 minggu ago
A A
Arab Saudi-Houthi

Kelompok Houthi mengacungkan senjata saat demonstrasi menunjukkan solidaritas untuk Iran dan Lebanon dalam pertempuran melawan Amerika Serikat-Israel, di Ibu Kota Sana'a pada 27 Maret 2026.

2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi kembali memanas setelah kedua pihak terlibat aksi saling serang yang menyasar fasilitas penerbangan. Eskalasi terbaru ini memunculkan kekhawatiran bahwa Yaman akan kembali memasuki babak baru konflik bersenjata setelah relatif tenang sejak gencatan senjata Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mulai berlaku pada 2022.

Pada Senin (13/7/2026), kelompok Houthi meluncurkan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) ke Bandara Internasional Abha di wilayah selatan Arab Saudi. Houthi menyebut serangan tersebut sebagai balasan atas dugaan serangan udara yang menghantam Bandara Internasional Sana’a beberapa jam sebelumnya.

Meski hingga kini belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan besar dari kedua insiden tersebut, bentrokan ini menjadi salah satu eskalasi paling serius antara Riyadh dan Houthi dalam beberapa tahun terakhir.

Ketegangan terbaru dipicu sengketa penerbangan yang melibatkan Iran. Menurut Houthi, sebuah pesawat Iran yang mengangkut delegasi mereka menuju Teheran untuk menghadiri pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, sempat dihalangi untuk kembali ke Sana’a.

Kelompok itu menuding Arab Saudi berada di balik upaya tersebut. Bahkan, mereka mengklaim Bandara Internasional Sana’a diserang ketika pesawat hendak mendarat sehingga pilot terpaksa mengalihkan penerbangan ke bandara lain demi alasan keselamatan.

Hingga berita ini ditulis, pemerintah Arab Saudi belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait tuduhan tersebut.

Di sisi lain, Ketua Dewan Kepemimpinan Presiden Yaman, Rashad al-Alimi, mengatakan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional memang menolak permintaan Iran untuk memulangkan delegasi Houthi melalui jalur tersebut.

Menurut Al-Alimi, penerbangan itu tidak mengikuti mekanisme hukum yang berlaku dalam pengelolaan penerbangan sipil di Yaman sehingga tidak dapat diberikan izin.

Sebagai respons atas perkembangan tersebut, juru bicara militer Houthi Yahya Saree menegaskan kelompoknya siap menghadapi setiap tindakan yang dianggap melanggar wilayah udara Yaman.

Tak hanya itu, Houthi juga mengklaim berhasil menembak jatuh sebuah pesawat pengintai milik Arab Saudi di Provinsi Al Bayda pada Selasa dini hari. Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Saudi mengenai klaim tersebut.

Para analis menilai akar persoalan bukan hanya soal penerbangan Iran, tetapi juga menyangkut perebutan kendali atas wilayah udara Yaman.

Analis Senior International Crisis Group, Ahmed Nagi, mengatakan Arab Saudi dan pemerintah Yaman melihat pembukaan jalur penerbangan langsung Iran ke wilayah yang dikuasai Houthi sebagai langkah untuk memperkuat legitimasi kelompok tersebut.

Sejak koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan operasi militer pada 2015, wilayah udara dan pelabuhan di kawasan Houthi berada di bawah pembatasan ketat. Namun dalam beberapa tahun terakhir, Houthi terus berupaya membuka jalur penerbangan internasional tanpa persetujuan koalisi.

Baca Artikel Lainnya: Teheran Tuduh AS Langgar MoU Lewat Serangan Militer, Kepatuhan Resmi Dihentikan

Menurut Nagi, langkah tersebut merupakan ujian terhadap batas-batas yang selama ini dipertahankan Riyadh.

“Jika Houthi berhasil melewati batas tersebut, mereka kemungkinan akan semakin berani mengajukan tuntutan baru dan memperluas pengaruhnya,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan peneliti Chatham House, Farea al-Muslimi. Ia menilai Arab Saudi selama ini berusaha menghindari konfrontasi langsung yang dapat memperburuk hubungan regional, terutama yang berkaitan dengan Iran.

Namun, menurutnya, Riyadh juga tidak akan tinggal diam apabila kepentingan strategis dan keamanan nasionalnya mulai terancam oleh langkah-langkah Houthi.

RelatedPosts

Asy Syaraa Buka Peluang Kesepakatan dengan Israel, Suriah Utamakan Jaminan Keamanan

Houthi Serang Fasilitas Minyak Arab Saudi, Front Baru Perang AS-Iran Makin Memanas

Di tengah situasi tersebut, analis politik Yaman Abdel-Bari Taher memperingatkan bahwa kondisi Yaman saat ini masih sangat rapuh, baik dari sisi keamanan maupun ekonomi.

Ia mengatakan lemahnya kontrol pemerintah terhadap wilayah darat, laut, dan udara membuat negara itu sangat rentan menjadi arena persaingan berbagai kekuatan regional.

Dalam beberapa bulan terakhir, Houthi juga terus meluncurkan rudal ke wilayah Israel serta menyerang kapal-kapal yang melintas di Laut Merah. Serangkaian serangan itu mengganggu jalur perdagangan internasional dan meningkatkan risiko meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Sejumlah pengamat juga menilai Iran dapat memanfaatkan kedekatannya dengan Houthi sebagai bagian dari strategi memperkuat posisi tawar dalam berbagai pembicaraan dengan Amerika Serikat terkait isu keamanan regional.

Di tengah memanasnya situasi di Selat Hormuz, konflik di Gaza, dan meningkatnya ketegangan antara Iran serta Amerika Serikat, perkembangan terbaru di Yaman memperlihatkan bahwa gencatan senjata yang selama ini menjaga stabilitas relatif semakin berada dalam posisi yang rapuh.

Jika tidak ada langkah diplomatik yang mampu meredakan situasi, bentrokan antara Arab Saudi dan Houthi dikhawatirkan dapat membuka kembali babak perang yang lebih luas dan memperburuk krisis kemanusiaan yang telah berlangsung lebih dari satu dekade di Yaman. (haidar/andalusmedia.id)

Tags: Arab Saudiberita Timur Tengah terbaruHouthiKonflik YamanYaman
Share945Tweet591SendShare
Previous Post

Teheran Tuduh AS Langgar MoU Lewat Serangan Militer, Kepatuhan Resmi Dihentikan

Next Post

Houthi Gempur Bandara Abha, Balas Serangan Saudi ke Bandara Sanaa

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Asy Syaraa

Asy Syaraa Buka Peluang Kesepakatan dengan Israel, Suriah Utamakan Jaminan Keamanan

27 Juli 2026
Houthi

Houthi Serang Fasilitas Minyak Arab Saudi, Front Baru Perang AS-Iran Makin Memanas

27 Juli 2026
PBB

PBB Peringatkan 74 Ribu Anak Gaza Berisiko Malnutrisi Akut dalam Setahun

24 Juli 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.