• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa di tempat pemungutan suara untuk pemilihan Majelis Rakyat di Damaskus pada 5 Oktober 2025 © Louay Beshara / AFP / Arsip

Pemilu Terbatas Digelar di Wilayah Kurdi, Suriah Lanjutkan Pembentukan Parlemen

2 bulan ago
Asy Syaraa

Asy Syaraa Buka Peluang Kesepakatan dengan Israel, Suriah Utamakan Jaminan Keamanan

13 jam ago
Houthi

Houthi Serang Fasilitas Minyak Arab Saudi, Front Baru Perang AS-Iran Makin Memanas

13 jam ago
PBB

PBB Peringatkan 74 Ribu Anak Gaza Berisiko Malnutrisi Akut dalam Setahun

3 hari ago
Pemimpin Baru Hamas

Pemimpin Baru Hamas Tetapkan 6 Prioritas, Hentikan Serangan Israel Jadi Fokus Utama

4 hari ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Selasa, Juli 28, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Suriah

Pemilu Terbatas Digelar di Wilayah Kurdi, Suriah Lanjutkan Pembentukan Parlemen

Pemilihan umum di Suriah timur laut untuk mewakili wilayah Kurdi di Majelis Rakyat.

by Admin Andalus
2 bulan ago
A A
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa di tempat pemungutan suara untuk pemilihan Majelis Rakyat di Damaskus pada 5 Oktober 2025 © Louay Beshara / AFP / Arsip

Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa di tempat pemungutan suara untuk pemilihan Majelis Rakyat di Damaskus pada 5 Oktober 2025 © Louay Beshara / AFP / Arsip

2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Otoritas Suriah menggelar pemilihan di sejumlah wilayah timur laut yang mayoritas dihuni komunitas Kurdi untuk melengkapi proses pembentukan Majelis Rakyat. Langkah ini dilakukan di tengah dinamika politik yang masih rapuh serta perbedaan pandangan terkait mekanisme representasi di lembaga legislatif baru negara tersebut.

Menurut kantor berita resmi SANA, pemungutan suara berlangsung di distrik Hasakah dan Qamishli di Kegubernuran Hasakah, serta Ain al-Arab di pedesaan Aleppo. Dari wilayah tersebut dipilih sembilan anggota parlemen melalui mekanisme pemungutan suara. Sementara itu, dua kursi di distrik Malikiyah diisi melalui aklamasi setelah hanya dua kandidat yang mendaftar untuk dua kursi yang tersedia.

Proses ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan antara pemerintah pusat di Damaskus dan Pasukan Demokratik Suriah yang dicapai pada Januari lalu. Kesepakatan tersebut mencakup integrasi institusi sipil, militer, dan keamanan di timur laut ke dalam struktur negara, sebagai bagian dari upaya penyatuan kembali tata kelola nasional pascaperubahan politik.

Namun, pelaksanaan pemilu di wilayah Kurdi tersebut memunculkan kritik dari sejumlah partai dan kelompok politik lokal. Mereka menilai mekanisme yang digunakan tidak mencerminkan partisipasi bebas masyarakat, melainkan lebih menyerupai proses seleksi terbatas yang dikendalikan dari pusat. Kritik juga diarahkan pada komposisi kursi yang dinilai tidak proporsional. Dari total 210 kursi Majelis Rakyat, komunitas Kurdi hanya memperoleh empat kursi, angka yang dianggap jauh dari proporsi demografis yang mereka klaim mencapai sekitar 20 persen populasi Suriah. Kelompok-kelompok tersebut menuntut peningkatan representasi hingga sekitar 40 kursi agar dianggap lebih mencerminkan keseimbangan politik dan sosial di wilayah tersebut.

RelatedPosts

Asy Syaraa Buka Peluang Kesepakatan dengan Israel, Suriah Utamakan Jaminan Keamanan

Trump Kembali Desak Suriah Hadapi Hizbullah, Damaskus Tetap Tolak Intervensi Militer

Di tingkat nasional, Komite Pemilihan Tinggi sebelumnya telah mengumumkan terpilihnya 119 anggota Majelis Rakyat dari total 140 kursi yang dipilih melalui badan-badan pemilihan regional. Sistem ini merupakan bagian dari mekanisme tidak langsung yang diatur dalam kerangka transisi konstitusional. Meski demikian, masih terdapat 21 kursi yang belum terisi, terutama dari provinsi Hasakah, Raqqa, dan Suwayda, yang disebut belum memungkinkan untuk melaksanakan pemilihan karena alasan keamanan.

Majelis Rakyat Suriah secara keseluruhan terdiri dari 210 anggota. Dua pertiga dipilih melalui badan pemilihan yang dibentuk komite tinggi, sementara sepertiga sisanya menjadi hak prerogatif presiden. Hingga kini, sebagian kursi penunjukan tersebut masih belum diumumkan secara lengkap, sehingga struktur parlemen belum sepenuhnya terbentuk.

Di wilayah selatan, proses pemilihan juga belum mencakup provinsi Suwayda. Wilayah tersebut masih berada di luar mekanisme integrasi politik menyusul ketegangan yang berkepanjangan serta kekerasan yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Situasi ini diperburuk oleh meningkatnya tuntutan sebagian tokoh lokal yang mendorong otonomi lebih luas. Sheikh Hikmat al-Hijri, salah satu tokoh berpengaruh di wilayah itu, kembali menegaskan pandangannya mengenai hak masyarakat Suwayda untuk menentukan arah pemerintahan mereka sendiri, yang semakin memperlebar jarak dengan otoritas pusat.

Secara keseluruhan, pembentukan Majelis Rakyat berlangsung dalam kerangka transisi yang belum sepenuhnya stabil. Di satu sisi, pemerintah berupaya menyatukan kembali struktur politik nasional melalui mekanisme pemilihan bertahap. Namun di sisi lain, perbedaan representasi, keterbatasan keamanan, serta ketegangan dengan sejumlah wilayah membuat proses ini berjalan tidak merata dan masih menyisakan sejumlah kursi yang belum terisi.

Dengan kondisi tersebut, pembentukan parlemen baru Suriah tidak hanya menjadi proses administratif, tetapi juga mencerminkan kompleksitas transisi politik yang masih terus berlangsung di tengah upaya penataan ulang hubungan antara pusat dan berbagai wilayah di negara itu.

Tags: Ahmad Al-SharaaAl-Sharaakabar suriahPemerintah Baru Suriahsuriah
Share947Tweet592SendShare
Previous Post

Rusia Tarik Sistem Pertahanan Udara dari Suriah Pasca Jatuhnya Assad

Next Post

Banjir Besar di Suriah, Rendam Rumah Warga dan Sebabkan Pengungsian

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Asy Syaraa

Asy Syaraa Buka Peluang Kesepakatan dengan Israel, Suriah Utamakan Jaminan Keamanan

27 Juli 2026
Houthi

Houthi Serang Fasilitas Minyak Arab Saudi, Front Baru Perang AS-Iran Makin Memanas

27 Juli 2026
PBB

PBB Peringatkan 74 Ribu Anak Gaza Berisiko Malnutrisi Akut dalam Setahun

24 Juli 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.