• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Para pengungsi Suriah yang tinggal di distrik Onder, Ankara, Turki, merayakan jatuhnya Presiden Suriah Bashar al-Assad pada 8 Desember 2024. Diego Cupolo/NurPhoto via Getty Images

Suriah Keluar dari Daftar Negara Sponsor Terorisme AS

1 hari ago
Mufti Rezim Assad

Mantan Mufti Rezim Assad Ahmad Hassoun Dijatuhi Hukuman Penjara Seumur Hidup

1 hari ago
Suriah

Suriah Buka Jalur Komunikasi dengan Kepala Mossad

1 hari ago
Israel Peringatkan Erdoğan

Israel Peringatkan Erdoğan: Jangan Seret Turki ke Petualangan Berbahaya di Suriah

3 hari ago
Houtsi

Houtsi Klaim Lancarkan Serangan Drone ke Bandara dan Aramco di Saudi

3 hari ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Selasa, Agustus 25, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Suriah

Suriah Keluar dari Daftar Negara Sponsor Terorisme AS

Suriah Keluar dari Daftar Sponsor Terorisme AS, Hambatan Ekonomi Terakhir Mulai Terbuka

by Admin Andalus
1 hari ago
A A
Para pengungsi Suriah yang tinggal di distrik Onder, Ankara, Turki, merayakan jatuhnya Presiden Suriah Bashar al-Assad pada 8 Desember 2024. Diego Cupolo/NurPhoto via Getty Images

Para pengungsi Suriah yang tinggal di distrik Onder, Ankara, Turki, merayakan jatuhnya Presiden Suriah Bashar al-Assad pada 8 Desember 2024. Diego Cupolo/NurPhoto via Getty Images

2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Suriah memasuki babak baru dalam proses reintegrasi ke sistem ekonomi internasional setelah Amerika Serikat memulai proses penghapusan negara tersebut dari daftar State Sponsors of Terrorism (SST). Presiden AS Donald Trump pada 8 Juli 2026 memberi tahu Kongres mengenai keputusannya untuk mencabut penetapan tersebut. Setelah melewati masa pemberitahuan dan peninjauan selama 45 hari, Suriah dijadwalkan keluar dari daftar pada Sabtu, 22 Agustus.

Hal ini menjadi titik penting bagi Damaskus setelah puluhan tahun berada dalam isolasi dan tekanan ekonomi. Suriah telah masuk dalam daftar sponsor terorisme sejak 1979, ketika pemerintahan Hafez al-Assad berkuasa, dan tetap berada di dalamnya sepanjang pemerintahan Bashar al-Assad.

Keputusan Washington tersebut datang setelah Trump bertemu Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa di sela-sela KTT NATO di Ankara pada 8 Juli. Dalam surat kepada al-Sharaa, Trump mengatakan dirinya berkomitmen menghilangkan hambatan yang menghalangi Suriah membangun kembali negaranya. Ia juga menyebut perusahaan-perusahaan Amerika siap berinvestasi dan membantu pemulihan ekonomi Suriah.

Penghapusan dari daftar ini berbeda dengan pencabutan sanksi ekonomi biasa. Status sebagai negara sponsor terorisme membawa konsekuensi hukum tersendiri yang memengaruhi bantuan luar negeri, ekspor, transaksi keuangan, investasi, hingga posisi hukum pemerintah Suriah di pengadilan Amerika.

RelatedPosts

Mantan Mufti Rezim Assad Ahmad Hassoun Dijatuhi Hukuman Penjara Seumur Hidup

Suriah Buka Jalur Komunikasi dengan Kepala Mossad

Selama bertahun-tahun, status tersebut membuat bank dan lembaga keuangan internasional sangat berhati-hati melakukan transaksi dengan Suriah. Risiko kepatuhan dan hukum membuat banyak institusi memilih menjauh, bahkan ketika suatu transaksi secara teknis tidak dilarang. Bagi negara yang membutuhkan investasi besar untuk rekonstruksi, hambatan semacam ini menjadi persoalan serius.

Suriah, dari isolasi finansial menuju peluang investasi dan rekonstruksi

Penghapusan status sponsor terorisme diperkirakan membuka ruang lebih luas bagi arus keuangan menuju Suriah. Hambatan terhadap pembiayaan proyek, transaksi internasional, serta investasi swasta Amerika dapat berkurang karena risiko hukum yang sebelumnya melekat pada status tersebut ikut menyusut.

Dampaknya juga berkaitan dengan sektor ekspor. Suriah selama ini menghadapi kontrol ekspor Amerika yang ketat, termasuk terhadap sejumlah barang dan teknologi penggunaan ganda. Setelah status tersebut dicabut dan aturan terkait disesuaikan oleh pemerintah AS, lebih banyak produk yang sebelumnya berada di bawah kontrol ketat berpotensi memperoleh jalur ekspor yang lebih longgar.

Perubahan itu tidak seluruhnya otomatis. Departemen Perdagangan AS masih harus melakukan penyesuaian terhadap aturan ekspor, sementara Departemen Luar Negeri perlu mengubah regulasi perdagangan senjata. Namun, pencabutan status sponsor terorisme menghilangkan salah satu dasar hukum utama yang selama ini memperketat pembatasan tersebut.

Dampak lainnya menyentuh bantuan luar negeri dan kontrak pemerintah Amerika. Pencabutan status memungkinkan Washington mengurangi pembatasan yang sebelumnya menghalangi pemberian bantuan tertentu kepada Suriah maupun kontrak pemerintah dengan perusahaan yang berada di bawah kendali pemerintah Suriah.

Langkah tersebut terjadi ketika beberapa indikator mulai menunjukkan upaya menghubungkan kembali Suriah dengan sistem keuangan global. Pada Maret, Bank Sentral Suriah mengaktifkan kembali rekeningnya di Federal Reserve Bank of New York. Pada Agustus, Suriah juga menerima hibah senilai 100 juta dolar AS dari Bank Dunia untuk modernisasi sektor keuangannya. Sementara itu, Financial Action Task Force (FATF) bersiap melakukan evaluasi bersama pertama terhadap Suriah sejak 2006.

Bagi pemerintah di Damaskus, kombinasi perkembangan tersebut dapat menjadi fondasi penting untuk menarik investasi dan membiayai rekonstruksi. Negara yang mengalami kehancuran besar akibat perang membutuhkan modal, teknologi, akses perbankan dan jaringan perdagangan internasional. Tanpa normalisasi hubungan ekonomi, proses pemulihan akan berjalan jauh lebih lambat.

Bukan sekadar ekonomi, tetapi juga perubahan status Suriah

Ada satu konsekuensi lain yang tidak kalah penting: kekebalan kedaulatan Suriah di pengadilan Amerika. Status negara sponsor terorisme memungkinkan gugatan tertentu diajukan terhadap negara tersebut di pengadilan AS. Dengan pencabutan status, mekanisme khusus itu berakhir, meski perkara yang berkaitan dengan periode sebelumnya tetap memiliki konsekuensi hukum tertentu.

Menurut laporan yang dikutip Syria TV, korban asal Amerika masih akan diberikan waktu enam bulan sejak pencabutan status untuk mengajukan gugatan terkait kerugian yang terjadi ketika status tersebut masih berlaku.

Secara politik, keputusan Washington juga memiliki nilai simbolis besar. Suriah tidak lagi diposisikan sebagai negara yang secara resmi dianggap mendukung terorisme oleh Amerika Serikat. Setelah jatuhnya rezim Bashar al-Assad dan munculnya pemerintahan baru di bawah Ahmed al-Sharaa, perubahan tersebut menandai pergeseran hubungan Washington-Damaskus dari isolasi menuju keterlibatan dan normalisasi.

Suriah sebelumnya merupakan salah satu dari empat negara yang masih berada dalam daftar sponsor terorisme AS, bersama Iran, Korea Utara dan Kuba. Karena itu, pencabutan status tersebut bukan sekadar perubahan administratif, melainkan bagian dari transformasi hubungan Suriah dengan dunia internasional.

Namun, keluarnya Suriah dari daftar tersebut bukan berarti seluruh hambatan ekonomi otomatis hilang. Pemerintah AS masih harus menyelesaikan sejumlah perubahan regulasi, sementara risiko politik, keamanan, infrastruktur yang rusak dan lemahnya institusi ekonomi tetap menjadi tantangan besar bagi investor.

Meski demikian, secara hukum dan simbolis, satu penghalang besar telah disingkirkan. Setelah hampir lima dekade berada dalam daftar sponsor terorisme, Suriah kini memiliki peluang lebih besar untuk kembali terhubung dengan sistem keuangan global.

Bagi rakyat Suriah yang tengah berupaya membangun kembali negaranya setelah bertahun-tahun perang dan kehancuran, langkah ini dapat menjadi salah satu pintu terpenting menuju fase baru: dari negara yang terisolasi menuju negara yang kembali mencari tempat dalam ekonomi internasional. (ahmad/andalusmedia.id)

Tags: Amerika Serikatkabar suriahPemerintah Baru Suriahsuriah
Share945Tweet591SendShare
Previous Post

Israel Peringatkan Erdoğan: Jangan Seret Turki ke Petualangan Berbahaya di Suriah

Next Post

Suriah Buka Jalur Komunikasi dengan Kepala Mossad

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Mufti Rezim Assad

Mantan Mufti Rezim Assad Ahmad Hassoun Dijatuhi Hukuman Penjara Seumur Hidup

24 Agustus 2026
Suriah

Suriah Buka Jalur Komunikasi dengan Kepala Mossad

24 Agustus 2026
Para pengungsi Suriah yang tinggal di distrik Onder, Ankara, Turki, merayakan jatuhnya Presiden Suriah Bashar al-Assad pada 8 Desember 2024. Diego Cupolo/NurPhoto via Getty Images

Suriah Keluar dari Daftar Negara Sponsor Terorisme AS

24 Agustus 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.