• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Houtsi

Houtsi Klaim Lancarkan Serangan Drone ke Bandara dan Aramco di Saudi

18 detik ago
Jenderal Rusia

Jenderal Rusia Peringatkan Konflik Asia Barat Bisa Mengancam Israel

2 hari ago
Negara Teluk

Iran Peringatkan Negara Teluk, Dukungan untuk AS Bisa Dianggap Keterlibatan

2 hari ago
Saudi

Saudi Kecam Serangan Israel ke Abu al-Duhur, Sebut Langgar Kedaulatan Suriah

3 hari ago
Bandara Abu al-Duhur

Israel Bombardir Bandara Abu al-Duhur di Suriah, AS Cegah Bentrokan dengan Turki

3 hari ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Sabtu, Agustus 22, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Dunia Islam

Houtsi Klaim Lancarkan Serangan Drone ke Bandara dan Aramco di Saudi

Houtsi mengklaim melancarkan serangan pesawat nirawak ke Bandara Najran dan fasilitas Aramco di Arab Saudi di tengah meningkatnya kembali konflik Yaman.

by Admin Andalus
18 detik ago
A A
Houtsi
2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kelompok Houtsi di Yaman mengklaim melancarkan dua serangan menggunakan pesawat nirawak yang menyasar Bandara Najran dan fasilitas perusahaan minyak Aramco di kota Najran, Arab Saudi, pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Klaim tersebut disampaikan ketika situasi keamanan di Yaman kembali memburuk. Konflik antara Houtsi dan pasukan pemerintah Yaman yang mendapat dukungan Arab Saudi dilaporkan mengalami peningkatan intensitas setelah periode relatif tenang.

Juru bicara militer Houtsi, Yahya Saree, mengatakan kedua operasi tersebut diarahkan ke sasaran di Najran, wilayah barat daya Arab Saudi yang berada tidak jauh dari perbatasan Yaman.

Menurut Saree, serangan pertama menyasar apa yang disebut kelompok tersebut sebagai “target sensitif” di Bandara Najran. Operasi kedua diarahkan ke fasilitas Aramco di kota yang sama.

RelatedPosts

Jenderal Rusia Peringatkan Konflik Asia Barat Bisa Mengancam Israel

Iran Peringatkan Negara Teluk, Dukungan untuk AS Bisa Dianggap Keterlibatan

Houtsi mengklaim kedua serangan berhasil mencapai sasaran. Namun, belum terdapat verifikasi independen mengenai tingkat kerusakan maupun kemungkinan adanya korban akibat serangan tersebut.

Saudi Belum Konfirmasi Klaim Houtsi

Kelompok Houtsi menyatakan serangan itu merupakan respons terhadap apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran wilayah udara Provinsi Saada oleh pesawat nirawak Arab Saudi.

Namun, pemerintah Saudi belum memberikan konfirmasi maupun tanggapan resmi terkait klaim tersebut. Kondisi ini membuat informasi mengenai dampak serangan masih belum dapat diverifikasi secara independen.

Serangan ke fasilitas Aramco menjadi perhatian karena perusahaan energi tersebut memiliki posisi penting dalam industri minyak Saudi. Gangguan terhadap infrastruktur energi dapat menimbulkan kekhawatiran terhadap keamanan fasilitas strategis dan kelancaran distribusi energi.

Najran juga memiliki nilai strategis karena letaknya berdekatan dengan perbatasan Yaman. Wilayah tersebut sebelumnya beberapa kali menjadi sasaran dalam konflik lintas perbatasan antara Houtsi dan Arab Saudi.

Konflik Yaman Kembali Memanas

Perkembangan terbaru berlangsung ketika pertempuran antara Houtsi dan pasukan pemerintah Yaman kembali meningkat. Al Jazeera melaporkan pasukan pemerintah Yaman mengklaim telah melancarkan 81 serangan terhadap posisi Houtsi dalam kurun waktu 24 jam.

Pada periode yang sama, Houtsi mengumumkan operasi terhadap dua sasaran di wilayah Arab Saudi.

Rangkaian perkembangan tersebut menunjukkan bahwa konflik Yaman yang sempat mengalami penurunan intensitas kembali memasuki fase yang lebih tegang. Serangan lintas perbatasan berpotensi memperluas dampak konflik hingga ke wilayah Saudi.

Situasi tersebut juga menimbulkan perhatian terhadap keamanan infrastruktur energi dan jalur perdagangan di kawasan. Arab Saudi dalam beberapa waktu terakhir berupaya mempertahankan kelancaran ekspor minyak dengan menggunakan sejumlah rute alternatif akibat meningkatnya gangguan keamanan regional.

 

Baca Artikel Lainnya: Jenderal Rusia Peringatkan Konflik Asia Barat Bisa Mengancam Israel

 

Konflik Berlangsung Sejak 2014

Konflik Yaman bermula ketika Houtsi menguasai sebagian besar wilayah utara negara tersebut, termasuk ibu kota Sanaa, pada 2014. Setahun kemudian, Arab Saudi memimpin intervensi militer untuk mendukung pemerintahan Yaman.

Perang yang berlangsung bertahun-tahun kemudian mengalami penurunan intensitas setelah gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2022. Meski demikian, konflik politik dan militer antara berbagai kelompok di Yaman belum sepenuhnya berakhir.

Kondisi terbaru menunjukkan rapuhnya ketenangan tersebut. Peningkatan serangan terhadap posisi Houtsi dan klaim serangan balasan ke wilayah Saudi memperlihatkan bahwa risiko eskalasi masih terbuka.

Ancaman terhadap Jalur Perdagangan

Klaim serangan Houtsi juga muncul di tengah meningkatnya tekanan terhadap kepentingan Arab Saudi. Financial Times melaporkan kelompok tersebut meningkatkan serangan sepanjang Agustus dan mengeluarkan ancaman terhadap jalur perdagangan di sekitar Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb.

Selat Bab el-Mandeb merupakan salah satu jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Gangguan terhadap kawasan tersebut dapat berdampak terhadap perdagangan internasional dan distribusi energi.

Hingga kini, belum ada konfirmasi independen mengenai dampak serangan terhadap Bandara Najran maupun fasilitas Aramco. Namun, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa konflik Yaman kembali memiliki potensi meluas dan mengganggu stabilitas keamanan serta perdagangan di kawasan. (haidar/andalusmedia.id)

Tags: Arab Saudiberita Timur Tengah terbaruHoutsiNajranYaman
Share944Tweet590SendShare
Previous Post

Jenderal Rusia Peringatkan Konflik Asia Barat Bisa Mengancam Israel

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Houtsi

Houtsi Klaim Lancarkan Serangan Drone ke Bandara dan Aramco di Saudi

22 Agustus 2026
Jenderal Rusia

Jenderal Rusia Peringatkan Konflik Asia Barat Bisa Mengancam Israel

20 Agustus 2026
Negara Teluk

Iran Peringatkan Negara Teluk, Dukungan untuk AS Bisa Dianggap Keterlibatan

20 Agustus 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.