• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Mufti Rezim Assad

Mantan Mufti Rezim Assad Ahmad Hassoun Dijatuhi Hukuman Penjara Seumur Hidup

3 jam ago
Suriah

Suriah Buka Jalur Komunikasi dengan Kepala Mossad

10 jam ago
Para pengungsi Suriah yang tinggal di distrik Onder, Ankara, Turki, merayakan jatuhnya Presiden Suriah Bashar al-Assad pada 8 Desember 2024. Diego Cupolo/NurPhoto via Getty Images

Suriah Keluar dari Daftar Negara Sponsor Terorisme AS

10 jam ago
Israel Peringatkan Erdoğan

Israel Peringatkan Erdoğan: Jangan Seret Turki ke Petualangan Berbahaya di Suriah

2 hari ago
Houtsi

Houtsi Klaim Lancarkan Serangan Drone ke Bandara dan Aramco di Saudi

2 hari ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Senin, Agustus 24, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Kabar Suriah

Mantan Mufti Rezim Assad Ahmad Hassoun Dijatuhi Hukuman Penjara Seumur Hidup

by Admin Andalus
3 jam ago
A A
Mufti Rezim Assad
2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pengadilan Kriminal Keempat di Damaskus menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada mantan mufti rezim Assad, Ahmad Badarudin Hassoun,. Putusan tersebut menjadi salah satu perkembangan penting dalam proses hukum terhadap tokoh-tokoh yang memiliki keterkaitan dengan praktik kekuasaan rezim Assad.

Menurut laporan Syria TV pada 24 Agustus 2026, pengadilan menyatakan Hassoun bersalah atas tindak pidana yang bertujuan memicu perang saudara dan perselisihan sektarian. Pengadilan mengklasifikasikan tindakan yang terbukti dalam perkara tersebut sebagai bagian dari kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang.

Hakim juga menetapkan bahwa hukuman terhadap Hassoun tidak dapat dikurangi melalui pembebasan bersyarat maupun penangguhan hukuman. Ia juga dicabut dari hak memperoleh pengampunan umum ataupun khusus. Pertimbangan tersebut, menurut pengadilan, berkaitan dengan tingkat keseriusan kejahatan yang menjadi dasar perkara.

 

RelatedPosts

Suriah Buka Jalur Komunikasi dengan Kepala Mossad

Suriah Keluar dari Daftar Negara Sponsor Terorisme AS

 

Dalam persidangan, hakim menyebut posisi Hassoun sebagai pejabat keagamaan senior membuatnya mengetahui berbagai pelanggaran yang dilakukan terhadap warga sipil. Pengadilan juga menilai lembaga-lembaga keagamaan resmi pada masa rezim Assad digunakan untuk memberikan legitimasi keagamaan terhadap operasi militer dan keamanan yang dilakukan aparat rezim Assad terhadap wilayah serta masyarakat yang dianggap sebagai lawan.

Dengan demikian, perkara Hassoun tidak hanya menyangkut tindakan pribadinya, tetapi juga peran seorang pejabat agama dalam struktur kekuasaan rezim. Pengadilan menilai jabatan keagamaan yang pernah diembannya memberikan pengaruh terhadap cara pemerintah membingkai operasi keamanan dan militer di hadapan masyarakat.

Dari Mufti Agung Menjadi Terdakwa Kejahatan Era Rezim Assad

Jaksa penuntut umum sebelumnya meminta pengadilan menjatuhkan hukuman terberat terhadap Hassoun. Perkara tersebut didasarkan pada sejumlah bukti dan dokumentasi, termasuk data yang dikumpulkan oleh Jaringan Hak Asasi Manusia Suriah mengenai pembantaian terhadap warga sipil selama periode yang masuk dalam dakwaan.

Salah satu bukti yang disebut pengadilan adalah kemunculan Hassoun dalam sebuah rekaman video bersama Issam Zahreddine, salah satu perwira pasukan rezim Assad. Dalam rekaman tersebut, Hassoun disebut mendoakan keberhasilan, keselamatan, dan kemenangan bagi perwira tersebut.

Pengadilan juga menyatakan telah terbukti bahwa Hassoun menerima uang dan hadiah sebagai imbalan atas campur tangannya dalam mengupayakan pembebasan sejumlah warga sipil yang ditahan oleh aparat keamanan rezim.

Perjalanan karier Hassoun sendiri menunjukkan kedekatannya dengan institusi negara pada masa pemerintahan Assad. Ia lahir di Aleppo pada 1949 dan memulai aktivitasnya sebagai pendakwah serta imam di sejumlah masjid di kota tersebut. Ia kemudian memasuki Majelis Rakyat dan menjalani dua periode sebagai anggota.

Pada 2002, Hassoun ditunjuk sebagai Mufti Kegubernuran Aleppo. Tiga tahun kemudian, pada 2005, ia menggantikan Syaikh Ahmad Kuftaro sebagai Mufti Agung Republik Suriah, jabatan yang dipegangnya hingga posisi tersebut dihapus pada 2021.

Selama revolusi Suriah yang dimulai pada 2011, Hassoun menjadi salah satu tokoh agama yang paling terbuka mendukung rezim Assad. Ia berulang kali tampil di media resmi dan menyampaikan pandangan yang sejalan dengan narasi pemerintah mengenai demonstrasi dan konflik bersenjata yang kemudian berkembang menjadi perang panjang.

Sikap tersebut membuatnya mendapat kritik luas dari masyarakat Suriah, organisasi hak asasi manusia, serta sejumlah kalangan keagamaan. Sebagian pernyataannya bahkan dinilai sebagai bentuk hasutan terhadap warga sipil dan kelompok yang menentang pemerintah. Karena itu, muncul julukan sinis “Mufti Bom Birmil” untuk menggambarkan kedekatannya dengan Assad.

Penangkapan dan Babak Baru Peradilan Suriah

Setelah perubahan kekuasaan di Suriah, posisi Hassoun berubah secara drastis. Ia ditangkap aparat pada Maret 2025 di Bandara Damaskus ketika sedang berusaha melarikan diri dari Suriah. Penangkapan itu kemudian diikuti penyelidikan hukum terkait penghasutan dan keterlibatan moral dalam kejahatan yang terjadi selama era rezim Assad.

Vonis seumur hidup kini menjadi titik penting dalam proses tersebut. Pengadilan tidak hanya menjatuhkan hukuman penjara, tetapi juga menutup kemungkinan pembebasan bersyarat maupun pengampunan bagi Hassoun.

Kasus ini memperlihatkan bahwa proses hukum terhadap figur-figur penting rezim Assad mulai menyasar bukan hanya aktor militer dan keamanan, tetapi juga tokoh sipil dan keagamaan yang dianggap berperan dalam memberikan legitimasi terhadap kebijakan negara selama konflik.

Bagi Suriah pasca-Assad, perkara Hassoun juga menjadi bagian dari persoalan yang lebih besar: bagaimana negara baru menangani warisan kekerasan selama bertahun-tahun tanpa mengabaikan proses hukum dan pertanggungjawaban individu. Putusan terhadap mantan Mufti Agung tersebut menjadi salah satu ujian awal bagi sistem peradilan Suriah dalam menangani tokoh-tokoh yang pernah berada di lingkaran kekuasaan lama. (Ahmad/andalusmedia.id)

Tags: Ahmad HassounBashar Assadkabar suriahRezim Assadsuriah
Share945Tweet591SendShare
Previous Post

Suriah Buka Jalur Komunikasi dengan Kepala Mossad

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Mufti Rezim Assad

Mantan Mufti Rezim Assad Ahmad Hassoun Dijatuhi Hukuman Penjara Seumur Hidup

24 Agustus 2026
Suriah

Suriah Buka Jalur Komunikasi dengan Kepala Mossad

24 Agustus 2026
Para pengungsi Suriah yang tinggal di distrik Onder, Ankara, Turki, merayakan jatuhnya Presiden Suriah Bashar al-Assad pada 8 Desember 2024. Diego Cupolo/NurPhoto via Getty Images

Suriah Keluar dari Daftar Negara Sponsor Terorisme AS

24 Agustus 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.