• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Pasukan keamanan Suriah menangkap seorang anggota ISIS di provinsi Idlib - 7 Agustus 2025 (Kementerian Dalam Negeri)

Dalam Tiga Bulan Terakhir, Suriah Berhasil Tangkap 235 Anggota ISIS

4 jam ago
Hubungan AS-Israel

Hubungan AS-Israel Memanas, Trump Tinggalkan Opsi Serangan terhadap Iran

53 menit ago
Hizbullah

Hizbullah Klaim Gagalkan Serangan Israel di Lebanon Selatan, Pertempuran Sengit Pecah di Majdal Zoun

3 jam ago
Ahmad Al-Sharaa

Ahmad Al-Sharaa Bantah Rumor Suriah Akan Perangi Hizbullah di Lebanon

4 jam ago
Menteri Pertahanan Israel. Yisrael Katz (Anadolu)

Israel Tegaskan Tak Akan Tinggalkan Wilayah Pendudukan di Suriah

5 jam ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Sabtu, Juni 13, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Suriah

Dalam Tiga Bulan Terakhir, Suriah Berhasil Tangkap 235 Anggota ISIS

Operasi Keamanan Intensif Tunjukkan Keseriusan Damaskus Memerangi Ancaman ISIS

by Admin Andalus
4 jam ago
A A
Pasukan keamanan Suriah menangkap seorang anggota ISIS di provinsi Idlib - 7 Agustus 2025 (Kementerian Dalam Negeri)

Pasukan keamanan Suriah menangkap seorang anggota ISIS di provinsi Idlib - 7 Agustus 2025 (Kementerian Dalam Negeri)

2.4k
SHARES
4.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Pemerintah Suriah terus meningkatkan operasi keamanan untuk memburu sisa-sisa jaringan ISIS yang masih aktif di berbagai wilayah negara tersebut. Dalam laporan terbaru yang diumumkan Kementerian Dalam Negeri Suriah, aparat keamanan berhasil menangkap 235 anggota ISIS sepanjang tiga bulan terakhir, sekaligus membongkar sejumlah sel yang diduga merencanakan serangan di berbagai provinsi.

Dilansir dari Enab Baladi, Kementerian Dalam Negeri Suriah pada Senin (8/6/2026) mengungkapkan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil operasi gabungan yang dilakukan oleh Direktorat Intelijen Umum dan Departemen Kontra-Terorisme dalam periode Maret hingga Mei 2026.

Pemerintah menyebut operasi tersebut sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk mencegah kebangkitan kembali kelompok ISIS yang meskipun telah kehilangan wilayah kekuasaannya sejak beberapa tahun lalu, masih mempertahankan aktivitas melalui jaringan sel-sel rahasia.

Ratusan Anggota ISIS Ditangkap di Berbagai Wilayah

Menurut data resmi yang dipublikasikan Kementerian Dalam Negeri, jumlah penangkapan mencapai 80 orang pada Maret, meningkat menjadi 99 orang pada April, dan 56 orang pada Mei.

RelatedPosts

Hubungan AS-Israel Memanas, Trump Tinggalkan Opsi Serangan terhadap Iran

Hizbullah Klaim Gagalkan Serangan Israel di Lebanon Selatan, Pertempuran Sengit Pecah di Majdal Zoun

Dari total tersebut, sebagian besar penangkapan terjadi di wilayah yang selama ini dikenal sebagai area aktivitas kelompok tersebut, terutama di Suriah timur dan utara. Sebanyak 71 orang ditangkap di Deir ez-Zor, sementara 35 lainnya diamankan di Aleppo.

Pemerintah tidak merinci lokasi penangkapan anggota lainnya. Namun, data yang dirilis menunjukkan bahwa dari keseluruhan tersangka yang diamankan, 198 orang merupakan warga negara Suriah, sedangkan 37 lainnya adalah warga negara asing.

Kementerian juga mengungkapkan bahwa aparat berhasil membongkar tujuh sel ISIS yang beroperasi di berbagai wilayah. Sel-sel tersebut tersebar di Damaskus, Deir ez-Zor, Aleppo, Hama, dan Homs.

Selain penangkapan, aparat keamanan mengklaim telah menggagalkan tujuh rencana operasi teror yang sedang dipersiapkan kelompok tersebut.

Senjata dan Bahan Peledak Disita

Operasi yang berlangsung selama tiga bulan itu tidak hanya menghasilkan penangkapan anggota jaringan ISIS, tetapi juga penyitaan berbagai perlengkapan yang diduga digunakan untuk aktivitas teror.

Dalam keterangannya, Kementerian Dalam Negeri menyebut aparat berhasil menyita:

  • 25 pucuk senjata,
  • 6 kendaraan,
  • 22 bahan peledak,
  • serta 67 perangkat elektronik.

Peralatan tersebut diyakini digunakan untuk mendukung aktivitas kelompok, mulai dari komunikasi antaranggota hingga persiapan operasi bersenjata.

Penyitaan ini dinilai penting karena menunjukkan bahwa meskipun ISIS telah kehilangan basis wilayahnya, kelompok tersebut masih berusaha mempertahankan kemampuan operasional melalui jaringan bawah tanah yang tersebar di sejumlah daerah.

Operasi Terbaru di Pedesaan Aleppo

Salah satu operasi yang mendapat perhatian adalah penangkapan dua tersangka anggota ISIS di kawasan al-Safira, pedesaan Aleppo, pada 16 April lalu.

Kementerian Dalam Negeri mengidentifikasi keduanya sebagai Mahmoud al-Abdullah dan Jumaa al-Ahmad.

Menurut hasil penyelidikan, kedua tersangka diduga terlibat dalam sejumlah serangan sebelumnya yang menargetkan personel keamanan dan militer pemerintah. Mereka juga dituduh terlibat dalam pembunuhan warga sipil di beberapa wilayah.

Dalam operasi tersebut, aparat turut menyita sejumlah senjata, amunisi, dan perlengkapan tempur yang disebut digunakan untuk melaksanakan serangan terhadap pasukan pemerintah maupun warga sipil.

Penangkapan ini menjadi bagian dari rangkaian operasi yang dilakukan secara berkala oleh pemerintah Suriah dalam beberapa bulan terakhir untuk memutus jaringan ISIS yang masih tersisa.

ISIS Beralih ke Strategi Sel Rahasia

Meski tidak lagi menguasai wilayah seperti pada puncak kekuatannya beberapa tahun lalu, ISIS masih mampu mempertahankan eksistensinya melalui perubahan strategi.

Peneliti kelompok Islamis, Ahmed Abazeid, menjelaskan bahwa sejak kehilangan benteng terakhirnya di Baghouz pada tahun 2019, organisasi tersebut telah meninggalkan model pemerintahan teritorial dan beralih menjadi jaringan sel-sel kecil yang bergerak secara tersembunyi.

Menurut Abazeid, struktur baru ini memungkinkan ISIS tetap beroperasi tanpa harus menguasai wilayah tertentu.

“Kelompok ini kini bekerja melalui unit-unit kecil yang tersembunyi, namun tetap mempertahankan struktur organisasi dan sistem keamanan internal yang ketat,” jelasnya dalam wawancara sebelumnya dengan Enab Baladi.

Ia menambahkan bahwa setelah perubahan politik besar di Suriah, strategi dasar ISIS tidak banyak berubah. Namun, kelompok tersebut berupaya memperluas area aktivitasnya sambil menghadapi tekanan keamanan yang jauh lebih besar dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Ancaman Masih Belum Berakhir

Meskipun pemerintah Suriah mengklaim berhasil menekan aktivitas ISIS melalui operasi keamanan yang intensif, sejumlah pengamat menilai ancaman kelompok tersebut belum sepenuhnya berakhir.

Keberadaan sel-sel tidur, kondisi geografis yang luas di beberapa wilayah gurun, serta jaringan lintas batas masih menjadi tantangan bagi aparat keamanan.

Di sisi lain, keberhasilan penangkapan ratusan anggota ISIS dalam waktu tiga bulan menunjukkan bahwa pemerintah Suriah kini berupaya memperkuat kontrol keamanan pasca berakhirnya fase utama konflik bersenjata di negara tersebut.

Operasi-operasi yang dilakukan dalam beberapa bulan terakhir juga menjadi indikator bahwa perang melawan terorisme di Suriah belum sepenuhnya usai. Meskipun ISIS tidak lagi menguasai kota-kota besar, pemerintah tetap menghadapi tantangan untuk mencegah kelompok itu membangun kembali kekuatannya melalui jaringan bawah tanah yang masih aktif di sejumlah wilayah. (ahmad/andalusmedia.id)

Tags: berita Timur Tengah terbaruisiskabar suriahPemerintah Baru Suriahsuriah
Share945Tweet591SendShare
Previous Post

Ahmad Al-Sharaa Bantah Rumor Suriah Akan Perangi Hizbullah di Lebanon

Next Post

Hizbullah Klaim Gagalkan Serangan Israel di Lebanon Selatan, Pertempuran Sengit Pecah di Majdal Zoun

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Hubungan AS-Israel

Hubungan AS-Israel Memanas, Trump Tinggalkan Opsi Serangan terhadap Iran

13 Juni 2026
Hizbullah

Hizbullah Klaim Gagalkan Serangan Israel di Lebanon Selatan, Pertempuran Sengit Pecah di Majdal Zoun

13 Juni 2026
Pasukan keamanan Suriah menangkap seorang anggota ISIS di provinsi Idlib - 7 Agustus 2025 (Kementerian Dalam Negeri)

Dalam Tiga Bulan Terakhir, Suriah Berhasil Tangkap 235 Anggota ISIS

13 Juni 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.