• Latest
  • All
  • Kabar Suriah
  • Kabar Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
Saudi

Saudi Resmi Bentuk Aliansi Maritim 39 Negara, Laut Merah Jadi Titik Pertahanan Baru

1 minggu ago
Jenderal Rusia

Jenderal Rusia Peringatkan Konflik Asia Barat Bisa Mengancam Israel

2 hari ago
Negara Teluk

Iran Peringatkan Negara Teluk, Dukungan untuk AS Bisa Dianggap Keterlibatan

2 hari ago
Saudi

Saudi Kecam Serangan Israel ke Abu al-Duhur, Sebut Langgar Kedaulatan Suriah

3 hari ago
Bandara Abu al-Duhur

Israel Bombardir Bandara Abu al-Duhur di Suriah, AS Cegah Bentrokan dengan Turki

3 hari ago
  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright
Sabtu, Agustus 22, 2026
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
    • Kabar Suriah
    • Masa Revolusi Suriah
    • Tokoh Revolusi Suriah
    • Sejarah Suriah
  • Palestina
    • Kabar Palestina
    • Sejarah Palestina
    • Tokoh Palestina
  • Dunia Islam
    • Afghanistan
    • Arab Saudi
    • Qatar
    • Yordania
    • Turki
    • Irak
    • Uyghur
    • Sudan
    • Rohingnya
    • Lebanon
    • Mesir
    • Amerika
    • Iran
    • Israel
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Andalus Media
  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi
Home Arab Saudi

Saudi Resmi Bentuk Aliansi Maritim 39 Negara, Laut Merah Jadi Titik Pertahanan Baru

Arab Saudi resmi mengoperasikan aliansi pertahanan maritim yang melibatkan 39 negara untuk mengamankan Laut Merah, Bab al-Mandeb, Teluk Aden, dan jalur perdagangan dunia.

by Admin Andalus
1 minggu ago
A A
Saudi

Lima belas negara berpartisipasi dalam inisiatif untuk melindungi jalur pelayaran strategis yang dipimpin oleh Arab Saudi.

2.4k
SHARES
4.7k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Arab Saudi resmi mengoperasikan aliansi pertahanan maritim multinasional yang melibatkan 39 negara. Aliansi ini dibentuk untuk memperkuat keamanan Laut Merah, Selat Bab al-Mandeb, Teluk Aden, sekaligus menjaga jalur perdagangan dan energi dunia dari ancaman yang terus meningkat.

Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengumumkan pengoperasian aliansi tersebut setelah pertemuan perencanaan ketiga yang berlangsung di markas Armada Barat di Jeddah. Pertemuan itu dihadiri perwakilan dari 39 negara yang terlibat dalam proses pembentukan aliansi.

Dari jumlah tersebut, 15 negara telah menandatangani pernyataan bersama. Sebanyak 13 negara lainnya bahkan telah menyelesaikan prosedur nasional, menandatangani piagam, dan resmi masuk ke dalam struktur aliansi.

Sementara negara lainnya masih menyelesaikan proses domestik sebelum bergabung secara penuh.

RelatedPosts

Jenderal Rusia Peringatkan Konflik Asia Barat Bisa Mengancam Israel

Iran Peringatkan Negara Teluk, Dukungan untuk AS Bisa Dianggap Keterlibatan

Saudi Pegang Komando, Pakistan Jadi Wakil

Arab Saudi ditunjuk sebagai pemegang komando untuk periode pertama, sedangkan Pakistan mendapat posisi sebagai Wakil Komandan.

Struktur organisasi aliansi juga mulai lengkap dengan disahkannya markas besar, logo, kerangka operasional, serta aturan yang menjadi pedoman kerja sama antarnegara.

Pembentukan struktur tersebut menandai perubahan besar dari kerja sama yang sebelumnya masih berada dalam tahap perencanaan menjadi mekanisme pertahanan maritim yang mulai berjalan secara operasional.

Fokus utama aliansi mencakup perlindungan kebebasan navigasi, pengamanan kapal dan jalur perdagangan, perlindungan rute pasokan energi, serta peningkatan kemampuan menghadapi berbagai ancaman maritim.

Perhatian terbesar diarahkan ke Laut Merah, Selat Bab al-Mandeb, dan Teluk Aden. Ketiga jalur tersebut menjadi bagian penting dari rantai perdagangan global karena menghubungkan kawasan Timur Tengah dengan jalur pelayaran menuju Eropa dan berbagai pasar internasional.

Aliansi juga akan mendorong pertukaran informasi dan intelijen, latihan bersama, perencanaan operasi, serta peningkatan kemampuan pertahanan kolektif.

Dibentuk di Tengah Ancaman Laut Merah

Keputusan Riyadh mengoperasikan aliansi tersebut tidak terlepas dari meningkatnya ancaman terhadap kapal komersial dan tanker energi di kawasan.

Serangkaian serangan serta ancaman terhadap pelayaran di Laut Merah dalam beberapa waktu terakhir telah meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan perdagangan internasional.

Situasi semakin rumit setelah kelompok Houthi di Yaman memperluas ancaman terhadap pelayaran dan mengumumkan pembatasan terhadap kapal-kapal yang menuju Arab Saudi.

Ketegangan tersebut juga berlangsung bersamaan dengan meningkatnya konflik di sekitar Selat Hormuz. Kondisi ini membuat dua jalur maritim strategis di kawasan Timur Tengah, yakni Hormuz dan Bab al-Mandeb, sama-sama berada dalam sorotan.

Gangguan di salah satu jalur tersebut berpotensi memberikan dampak besar terhadap distribusi energi dan rantai pasok dunia.

 

Baca Artikel Lainnya: Suriah Tangkap 9 Terduga Anggota ISIS Dekat Zona Demiliterisasi Israel

 

14 Negara Lebih Dulu Dukung

Rencana pembentukan aliansi sebelumnya mendapat dukungan awal dari 14 negara pada 30 Juli 2026.

Kesepakatan tersebut menjadi dasar untuk menyusun struktur organisasi, sistem komando, serta mekanisme kerja sama yang kini mulai diterapkan.

Bertambahnya negara yang menyelesaikan proses ratifikasi menunjukkan semakin besarnya perhatian terhadap keamanan maritim di kawasan Timur Tengah.

Bagi Riyadh, keberadaan aliansi multinasional juga menjadi upaya membangun mekanisme pertahanan bersama menghadapi ancaman yang tidak lagi terbatas pada satu negara.

Saudi- AS Perkuat Koordinasi

Pada hari yang sama, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman bertemu dengan Komandan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM), Laksamana Brad Cooper.

Pertemuan tersebut membahas kerja sama pertahanan antara Riyadh dan Washington serta perkembangan keamanan kawasan.

Kedua pihak juga membicarakan upaya meredam eskalasi dan menjaga stabilitas regional di tengah meningkatnya ancaman terhadap jalur pelayaran dan infrastruktur maritim.

Dengan mulai beroperasinya aliansi pertahanan maritim tersebut, Arab Saudi kini berada di garis depan dalam upaya membangun sistem keamanan bersama di kawasan Laut Merah.

Langkah ini sekaligus menunjukkan bahwa persaingan dan konflik di Timur Tengah mulai mendorong pembentukan blok keamanan yang lebih terorganisasi untuk mengamankan jalur perdagangan serta energi dunia. (haidar/andalusmedia.id)

Tags: aliansi pertahananArab Saudiberita Timur Tengah terbaruLaut Merahpertahanan maritim
Share959Tweet600SendShare
Previous Post

Suriah Tangkap 9 Terduga Anggota ISIS Dekat Zona Demiliterisasi Israel

Next Post

Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu Sindir Inggris, Sebut Republik Islam dengan Senjata Nuklir

Admin Andalus

Website ini dikelola oleh tim editorial yang dipimpin oleh Ust Masud Izzul Mujahid, Lc, berfokus pada penyajian informasi bumi syam, perkembangan dunia islam, serta dinamika geopolitik kawasan Timteng dengan pendekatan analitis dan berbasis sumber terverifikasi.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Hizbullah

Hizbullah Rencanakan Pembunuhan Kepada Pejabat Tinggi Suriah

6 Mei 2026
Israel khawatir pertahanan udara Suriah Damaskus

Israel Khawatir Pertahanan Udara Suriah Bangkit

3 Mei 2026
Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa mencium tangan ayahnya hari ini (media sosial)

Presiden Suriah Ahmad Al-Sharaa Meminta Maaf Kepada Rakyatnya Atas Ucapan Ayahnya

23 Mei 2026
Masjid Umayyah Damaskus simbol sejarah Islam dan pusat peradaban di Bumi Syam sejak masa kekhalifahan

Bumi Syam: Keutamaan, Sejarah, dan Jejak Peradaban Islam

sejarah negara Suriah Damaskus

Sejarah Negara Suriah Modern yang Menentukan Arah Timur Tengah

sejarah Palestina Yerusalem lama

Sejarah Palestina Pasca Runtuhnya Utsmani yang Mengguncang Timur Tengah

Jenderal Rusia

Jenderal Rusia Peringatkan Konflik Asia Barat Bisa Mengancam Israel

20 Agustus 2026
Negara Teluk

Iran Peringatkan Negara Teluk, Dukungan untuk AS Bisa Dianggap Keterlibatan

20 Agustus 2026
Saudi

Saudi Kecam Serangan Israel ke Abu al-Duhur, Sebut Langgar Kedaulatan Suriah

19 Agustus 2026

Copyright © 2026 Andalus Media.

Discover More

  • Tentang Kami
  • Tim Redaksi
  • Disclaimer
  • Copyright

Follow Us

  • Home
  • Suriah
  • Palestina
  • Dunia Islam
  • Nasional
  • Opini
  • Kontribusi

Copyright © 2026 Andalus Media.